
Yas bangkit dari tempat duduknya, semua orang merasa terkejut dan ingin lari dari tempat itu, mereka takut sekali kiara akan mati sia sia di temat ini. Namun tida di sangka yas langsung melangkahkan kaki meninggalkan semua orang yang sedang terpatung melihat kiara menangis tersungkur di lantai. Yas pergi ke kamarnya dengan perasaan yang kacau.
Sesampainya di dalam kamar, yas terduduk di lantai dengan tida berdaya. Dia menangis meratapi betapa sakitnya ternyata sungguh ada seseorang yang sama persis bernasib seperti dirinya di dunia ini yang mengalami penatnya kehidupan.
*Dia benar, gadis itu memang benar, sebenarnya aku pun hanya ingin sedikit kebahagian, hanya sedikit saja untuk menguatkan diriku agar masih tetap bernafas di dunia ini, namun pada kenyataanya takdir selalu salah menilai orang orang sepertiku, takdir tida pernah berpihak kepada orang orang yang terlihat kuat. Takdir bahkan sekarang dengan kejamnya sedang mempermainkan semua ini*
Yas seorang laki laki yang angkuh dan dingin, tida ada yang mengetahui bahwa dia sering menangis sendirian dalam kamarnya, tida akan ada orang yang percaya bahwa hidupnya sangatlah hancur semenjak kepergian ibunya, dan semakin memburuk setelah ditinggalkan oleh ayahnya. kekayaan yang kini ia miliki tida seutuhnya membahagiakan hatinya, dia hanya bertahan hidup karena merasa kedua orang tuanya akan menangis jika melihat anaknya berbuat hal bodoh.
*Dia juga benar, jika memilih untuk mati, aku pun ingin melakukannya, aku pun ingin hidup kekal bersama kedua orang tuaku, aku pun ingin mengakhiri penderitaan ini. Tapi aku sadar, mungkin nanti mereka akan marah jika mengetahui aku sebodoh itu, mereka akan merasa gagal menjadi orang tua. Jika seperti itu akhirnya aku tida akan membiarkan mereka menangis, cukup hanya aku yang menderita*
__ADS_1
Tangisan yas benar benar pecah memenuhi ruangan, kerinduan akan kasih sayang dan kebahagiaan atas dirinya bersama orang tuanya tida pernah terwujud, harus bagaimanakah kedua manusia ini menghadapi hidup.
Di ruangan lain kiara sudah di hantarkan kedalam kamar oleh jen, kiara langsung beristirahat karena kelelahan menangis, matanya terpejam dengan sangat sayu. Jen yang melihat kejadian itu benar benar selalu merasa iba akan kehidupan pait gadis ini, jen membelai rambut kiara sebelum dia keluar untuk menemui sekertaris hans.
Setelah beberapa saat Jen keluar dari kamar kiara dan berbincang dengan sekertaris hans.
"Sekertaris hans ,apa tida sebaiknya anda menemui tuan yas, saya sangat cemas akan keadaannya saat ini"
"Tuan yas terlalu keras dan kasar pada nyonya, tuan terlalu menekannya dan membuat dia takut, aku mencemaskan jika nanti nyonya akan melakukan sesuatu yang bodoh"
__ADS_1
"Ya kau benar jen, aku akan mencoba membicarakan masalah ini dengan tuan yas, untuk saat ini kita biarkan mereka saling menyadari kesalahannya, kau jagalah nyonya dengan benar"
"Baiklah sekertaris hans, kau harus pulang bukan untuk memulihkan tenaga mu"
"Ah kau benar jen, setelah melihat ketegangan antara 2 manusia ini aku merasa sedikit lelah dan butuh memejamkan mata"
"Pulanglah, biar aku yang mengurus rumah ini"
"Baiklah jen terimakasih, aku mengandalkan mu disini, aku harus pergi"
__ADS_1
Hans sedikit lega karena tuan yas tida melakukan apapun terhadap kiara malam ini, namun disisi lain dia juga cemas akan kondisi tuannya itu, apa yang dilakukan oleh tuan yas yang pergi dengan raut muka marahnya itu, apa tida terjadi sesuatu terhadapnya? Benak hans benar benar dipenuhi akan kecemasan kecemasan yang tida ia ketahui, namun segera ia menghentikan rasa cemasnya dengan membawa mobil melaju untuk pulang kerumahnya.
Bersambung ...