
Beberapa waktu kemudian Pemotretan telah usai, sekarang sudah sangat larut pikir kiara. Dia ingin sekali meminta hans mengantarkannya pulang, namun kiara takut permintaan itu malah menjadi malapetaka baginya karena disampingnya masih ada yass tentu saja. Saat di dalam mobil yas memulai pembicaraan terlebih dahulu.
"Hans aku ingin makan malam diluar hari ini"
"Baik tuan"
"Mmh, hans, jika tuan yas akan pergi makan, sebaiknya kau antarkan aku pulang saja, aku tida akan mengganggu waktu makan malam tuan yas"
Hans tida berani memutuskan sesuatu tanpa persetujuan dari tuan yas, hans hanya berani melirik spion depan dengan maksud apakah tuan yas akan mengijinkannya.
"Hans aku tida akan bisa makan jika ada wanita menjijikan itu mengikuti ku, jadi tolong antarkan dia pulang saja"
"Ah baik tuan"
Kiara sudah sangat terbiasa sekarang akan sindiran keras yang di lontarkan yas kepadanya, dengan santai dia hanya melirik yas dan menyudutkan bibirnya sambil berdecak "CIH" dengan pelan, dia benar benar jijik dengan tingkah yas yang begitu menjengkelkan.
Mobil terus saja melaju dengan cepat tanpa ada halangan sedikitpun, kini sampailah hans di depan rumah kiara. Namun kiara pun sangat terkejut dengan kedatangan deffan yang menunggunya di teras sembari memainkan ponselnya. Kiara melihat dari dalam mobil memastikan bahwa itu benar benar deffan.
__ADS_1
Dengan cepat kiara keluar dari dalam mobil dan segera menghampiri def dengan ramah, def sepertinya juga sangat senang dengan kedatangan kiara.
Tida lama mobil hans melaju dengan santai setelah kiara sampai di depan rumahnya dengan seorang bernama deff.
"Deff, sedang apa kau disini"
"Aku menunggumu"
"Ah benarkah, mengapa kau menungguku"
"Ah ini, aku mau mengembalikan saputangan mu, tadi pagi kau meninggalkannya di mobilku"
"Ah, ku pikir kau akan kehilangan ini jika tida ku kembalikan, padahal aku berniat menyimpannya tadi"
Sontak saja muka kiara berubah menjadi tersipu, dia sangat bahagia dengan ucapan def, bahkan kini kiara merasa jantungnya sudah meledak sedari tadi semenjak mengetahui def yang berada di depan rumahnya.
"Aku mencari mu di kampus untuk mengembalikan ini padamu, tapi kau tida ada kelas rupanya, dan sekarang kau baru pulang, apa kau pulang kencan?"
__ADS_1
Dengan nada sedikit pelan seperti mengisyaratkan bahwa def berharap kiara memberitahu apa kegiatannya hari ini, lalu dengan cepat kiara menjawab pertanyaan def.
"Ah iya aku memang tida ada kelas tadi, lalu aku hanya menonton tv dan tertidur, lalu pukul 5 aku bertemu dengan seseorang untuk urusan pekerjaan"
"Ah benarkah begitu"
Kiara hanya mengangguk pelan tanda dia mengiyakan apa yang def pikirkan, kini keduanya tengah asik mengobrol di tengah kesunyian jalanan yang dingin. Namun tawa kecil dari keduanya memecahkan kedinginan malam yang sunyi dan sepi.
"Ki jika saputangan mu tida tertinggal lagi, aku masih boleh menemui mu di rumah mu?"
"Ah, benar kau ingin menemui ku lagi setelah ini"
"Tentu saja jika kau tida keberatan dengan apa yang aku maksud"
Lagi lagi kiara hanya menganggukkan kepala tanda ia menyetujui apa yang di ucapkan def padanya. Dengan wajah memerah dia sangat bahagia menyampaikan pada dirinya sendiri jika ternyata dia masih punya kesempatan untuk berjuang demi deff
Kiara terlihat sangat bahagia dengan yang ia temukan malam ini. Obrolan yang di bahas pun cukup panjang, membuat waktu berjalan dengan begitu cepat padahal kiara sangat masih ingin berduaan dengan deff seorang.
__ADS_1
[Siksa derita dan seribu bahagia terpendam dalam misteri cinta, banyak manusia yang dibuai dan dilanda tanpa tahu hakikinya cinta]
Bersambung ...