HIDUPKU

HIDUPKU
Arka si pemilik rumah lama


__ADS_3

Kelas telah usai, kiara melakukan tugasnya dengan baik.


Kiara berjalan menjauhi kelasnya, kiara berkeliling dengan sedikit terburu buru, namun tetap saja dia tida melihat sana dan bella ketika itu, kiara pikir dia akan menceritakan ini pada kedua sahabatnya, dia akan meminta sedikit bantuan, dan meminta saran yang tepat untuk ajakan makan malam ini. namun saat kiara menghubungi mereka pun sangat sulit. mungkinkah akhir² ini mereka sangat sibuk dengan tugas kuliah ? Kiara memang berbeda jurusan dengan sana dan bella, dan tentu saja dia tida menyukai kelas mereka karena mengambil kelas seni yang membutuhkan waktu ber jam jam untuk menemukan sebuah ide.


*Masih ada waktu 2 jam, aku tida mungkin pulang dulu, nanti jen malah curiga dan tida membiarkan aku keluar, aku harus kemana jika sudah begini*


Kiara berjalan sambil sesekali melihat ponselnya, namun tetap saja tida ada pesan masuk dari bella maupun sana. Kiara sangat buntu untuk melakukan sesuatu sampai pada akhirnya dia memutuskan untuk naik mobil yang akan mengantarnya ke rumah lamanya.


*Kenapa aku menaiki mobil ini, ah aku benar benar kacau*


Kiara baru mengingatnya, dia ternyata memegang kunci yang di berikan tuan rumah, yaitu pengacara Arka. Kiara langsung membuka tasnya, mencari apakah kuncinya terbawa atau tida, dan syukurlah kuncinya selalu ia simpan dengan baik di dalam tas sekolahnya.


Dengan raut muka senang kiara langsung memantapkan hati untuk bertemu nene yang berada di rumah tuan Arka.


Mobil terhenti tepat di halte, kiara berjalan beberapa meter dari jalan raya menuju rumahnya, yah walaupun itu tida lagi disebut sebagai rumahnya.


*Ah tuan Arka sepertinya sudah kembali, jadi aku akan menyimpan kunci ini kembali*


Kiara melihat dari halaman rumahnya karena ternyata ada Arka di dalam rumah yang sedang menemani ibunya untuk membuat kue, tak lama kiara langsung mengetuk pintu.


'Tok tok tok'


Terdengar suara Arka dari dalam rumah yang memberikan suara pertanda ada orang di dalam.

__ADS_1


"Haiii, kiara, masuklah"


"Ah terimakasih tuan"


Arka hanya tersenyum mendengar jawaban kiara dan langsung membalikan badan agar kiara mengikutinya untuk masuk kedalam rumah.


"Apa kau merindukan rumah mu"


"Um. Sedikit"


"Akan ku buat kan minum tunggulah"


"Ah baiklah"


"Minumlah"


"Tuan, aku sudah beberapa kali kesini, tapi anda tida pernah mengenalkan ku kepada ibumu, apa kau keberatan jika aku mengenalnya"


"Bukan itu, kau sudah tau ibuku tida dapat mendengar, dia juga sudah tua bukan, ingatannya sedikit berkurang, aku saja yang setiap hari merawatnya kadang dia lupa, apalagi engkau, aku takut kau yang merasa keberatan nantinya, lagipula ibu tida terlalu perduli dengan siapa yang datang, karena aku selalu menerima tamu di rumahku"


"Begitu rupanya, aku hanya sedikit tida enak jika aku mengabaikan orang tua"


"Tida papa, aku yang meminta, kau santai saja"

__ADS_1


Keduanya kini terdiam, kiara merasa canggung karena memang secara kebetulan kiara tida suka berdekatan dengan lelaki asing, dalam hidupnya lelaki yang dengan bebas mengobrol dengan dirinya hanyalah sana, maka dari itu dia sedikit canggung jika berada dalam situasi seperti ini.


"Apa kuliahmu baik baik saja"


"Tentu. Kuliahku baik baik saja. Aku hanya perlu menunggu kelulusan ku"


"Aku tau kau sepertinya murid yang pandai"


"Tuan terlalu memujiku"


"Hahahaha kau ini lucu sekali, mengapa memanggilku tuan, bukankah usia kita tida terlalu jauh, panggil aku dengan sebutan Arka, jangan terlalu berlebihan aku risih mendengarnya"


"Maafkan aku, tapi aku sendiri tida nyaman rasanya jika memanggil anda dengan nama anda sendiri"


"Terserah kau saja, asal jangan memanggilku tuan, kau tau, aku benar benar risih mendengarnya"


"Sekali lagi maafkan aku jika begitu, apakah sebaiknya aku memanggilmu dengan sebutan kaka"


"Itu lebih baik rasanya"


Keduanya saling tersenyum menghilangkan kecanggungan yang ada, setelah beberapa lama kiara merasa bahwa Arka adalah orang yang baik dan juga ramah, dia seperti merasa menemukan sebuah keluarga dan seperti menemukan sosok kaka laki laki yqng sangat ia inginkan kehadirannya di dunia ini. Arka pandai menciptakan suasana walaupun hanya ada mereka berdua, dia adalah tipe orang yang pasti banyak di sukai wanita menurut kiara.


Obrolan itu berjalan begitu hangat sampai tida terasa waktu semakin sore dan mengingatkan kiara akan rencananya untuk makan malam dengan deff.

__ADS_1


Bersambung ..


__ADS_2