
Kiara tida bangun dari tidurnya, dia begitu terlelap dengan tenang walaupun mobil telah sampai di depan rumah. Yas sekali lagi memangku nya, membawa kiara masuk kedalam rumah untuk di istirahatkan di kamarnya. Wajah kiara lesu, seperti banyak beban yang dia telan sendiri, seperti banyak sekali duri tajam yang mengecam seluruh tubuhnya dan akan melukainya kapanpun kiara salah melangkah.
Yas membaringkan tubuh kiara dengan sempurna di dalam kamarnya, dia menatap kiara dengan penuh rasa iba. Dia pikir dia akan meninggalkan kiara karena tida mau menggangu istirahatnya, dia memalingkan tubuhnya yang akan meninggalkan kiara di kamar tidurnya, namun tanpa di sadari tubuh yas tertahan dan langkah kakinya tida dapat melangkah karena tangan kiara menarik tangan yas dengan genggaman yang cukup kuat, lalu kiara berkata;
"Terimakasih"
Yas terkejut, dia melihat kembali apakah kiara yang melakukannya atau dia hanya sedang mengigau, tapi ternyata yas tida salah dengar dan tida salah lihat mata kiara tida terpejam, sorot mata itu sedang memperhatikan yas di hadapannya, dia benar benar memegang tangan yas dan mengucapkan kata terimakasih dengan sungguh sungguh.
"Aku akan pergi, istirahatlah" bicara yas meyakinkan kiara .
Yas menatap kiara penuh kehangatan, namun tangannya tida kunjung di lepaskan dan masih tertahan dalam genggaman kiara.
__ADS_1
"Lepaskan aku, aku takut tida bisa menahan diri jika kau terus seperti ini"
"Lakukan apa yang inginkan kau lakukan, jangan menahannya"
Kedua bola mata mereka saling bertemu, saling menatap dengan penuh rasa aneh. Lalu keheningan mengiringi suasana dari gemuruh hati yang berdebar debar, mereka merasakan suasana yang berbeda. Yas benar benar tida akan tahan, dia tida akan bisa mengontrol dirinya dengan keadaan ini, suara lembut kiara benar benar membawa hasrat terpendam yang selalu yas simpan dalam dalam untuk diberikan pada seseorang, rasa cemas dan takut kini muncul tiba tiba hanya untuk satu nama yaitu istrinya 'kiara'. Lalu yas melanjutkan berbicara;
"Aku tida main main, lepaskan aku, kau akan menyesal jika terus seperti ini"
Yas berusaha melepaskan genggaman kiara yang mencengkeramnya dengan kuat, namun kiara tida membiarkan itu terjadi, dia semakin menahan yas dan menatapnya dalam.
"Kenapa? Kenapa kau tida melepaskan apa yang ingin kau lepaskan, lakukan, aku akan"
__ADS_1
Yas mendekatkan wajahnya dengan bibir kiara, menatap matanya dengan sungguh sungguh, dan sontak membuat kiara terdiam seketika dari bicaranya.
"Sudah kukatakan, aku tida akan menahannya jika kau terus seperti ini, aku tida bisa pergi jika sudah sedekat ini denganmu, aku tida bisa"
'Cup'
Kiara sengaja menempelkan bibirnya pada bibir yas yang sedang berbicara, cepat sekali kiara mengambil keputusan, sehingga yas tida dapat menghindar dari ciuman manis itu.
Mata kiara terpejam dengan tenang, kiara tida lagi memikirkan harga dirinya didepan yas, dia terlalu sakit hati dengan deff yang mencampakkannya dengan wanita lain. diapun ingin membuktikan pada dirinya sendiri bahwa dirinya mampu melakukan ciuman dengan laki laki lain dan melupakan deff untuk sementara waktu.
Lain halnya dengan yas, dia merasakan jantungnya berdebar kencang, dia merasakan ada getaran aneh yang menyerang tubuhnya, pikirannya benar benar kacau, tubuhnya kaku tida bisa lari dari kondisi sekarang, dia merasakan kiara menikmati ciuman yang dia berikan untuk yas, dia merasa apakah kiara mulai memberikan sedikit ruang dihatinya untuk nama yas ? Entahlah yas berfikir secepat itu tentang perasaan kiara.
__ADS_1
Lalu yas terbawa suasana akan ciuman yang diberikan kiara itu, dia langsung memejamkan mata mengikuti permainan yang kiara buat, dengan rasa penuh suka dan cinta yas memberikan kehangatan dimalam yang sunyi dan dingin kepada seorang wanita yang udah menjadi istrinya.
Bersambung ...