HIDUPKU

HIDUPKU
Bus Umum


__ADS_3

Bus sudah tiba tepat pada waktunya, melihat yas yang terlihat begitu sangat senang, kiara semakin merinding dengan kelakuan aneh yang dia perlihatkan.


"Kau ingat apa yang ku katakan bukan?"


Sekali lagi kiara menekan tida mau ada hal aneh yang terjadi untuk seharian ini. Bukan yas namanya jika dia dapat di kendalikan orang lain, dia samasekali tida pernah patuh pada kiara, malah yas semakin menempel dan tida mau ada jarak antara dirinya dan kiara.


Yas masuk kedalam bus, mencari tempat duduk kosong yang dirasa nyaman untuk dirinya dan Kiara. Semua wanita dalam bus awalnya tida peduli, mreka sibuk dengan gadget mreka seperti biasa, namun saat menyadari ada seseorang yang begitu sangat tampan sedang berdiri mencari tempat duduk, mreka langsung bersorak mengatakan yas begitu tampan.


Kiara yang melihat kejadian ini benar benar sudah menduganya. Yas yang telah berada di depan badannya, dengan sengaja badan itu di senggol kiara agar dia bisa lewat untuk mencari tempat duduk.


"Waaah siapa dia, aku baru melihatnya, dia tampan sekali"


'Benarkah dia laki laki? kenapa wajahnya mulus sekali'


'Dia memakai kacamata hitam, tapi kenapa tida terlihat aneh, malah semakin menambah cutee'


Ini benar benar bayangan yang sudah kiara duga, semua wanita akan terpesona dengan penampilan bedebah Yas. Semua laki laki akan merasa bahwa dirinya tersaingi, dan para wanita akan mulai kesal jika yas berdekatan dengan kiara.


Setelah berjalan dari pintu masuk kiara ternyata sudah menemukan tempat duduk kosong dengan salah satu wanita yang juga tengah menatap kehadiran yas


*Kenapa dia duduk tida mengajak ku, dasar wanita aneh*

__ADS_1


Kiara dan yas saling bertatapan sinis dalam bus, Yas memilih berdiri di depan karena tida ada kursi yang kosong dan kiara duduk di 3 kursi setelah kursi pertama.


*Bodoh, dasar tukang tebar pesona*


*Kenapa kau menatapku seperti itu apa yang salah denganku*


*Jelas jelas kau begitu menonjol dengan penampilanmu, apa kau tida sadar*


*Dasar wanita aneh, apa aku tida cukup tampan untuk kau gandeng*


Mereka berdua seperti sedang bertengkar dalam sorot mata mereka yang tajam, walau yas memakai kacamata hitam jelas jelas kiara merasa yas pun sedang memperhatikannya.


Yas berjalan mendekati kiara, lalu, berdiri di hadapannya dengan raut muka yang menyebalkan.


Kiara menghela nafas, sudah dikatakan sebelumnya, bahwa kiara tida ingin dia berdekatan dengan yas karena nanti akan di bicarakan dari belakang oleh orang di sekitarnya.


Kiara membiarkan yas berdiri lama menatapnya, pura pura tida mengerti apa yang sedang dia bicarakan.


"Hei gadis aneh, kau tida mendengarnya yah, aku ingin duduk, kakiku sungguh sakit"


Kiara benar benar tida tahan dengan kelakuan yas yang seperti anak kecil merengek minta sesuatu padanya yang harus segera di turuti.

__ADS_1


"Tunggulah penumpang yang lain turun, kau harus bergantian untuk mendapatkan kursi"


Kiara mencoba bicara biasa saja, agar semua penumpang dalam bus yang sedang memperhatikan dirinya dan yas tida curiga dan tetap tenang.


Tapi yas memang laki laki keras kepala, dirinya menarik lengan kiara sampai kiara berdiri berhadapan dengannya dan membuat penumpang seisi bus bersorak penuh histeris merasa iri pada kiara. Yang lebih membuat kaget adalah, ketika kiara memutuskan untuk berdiri dan sedikit menjauh dari yas karena merasa dirinya terlalu dekat berhadapan dengan yas, namun tangannya malahan ditarik dengan segera oleh yas dan membuat kiara terduduk di pangkuan yas dengan manis.


Semua benar benar kacau, ada yang menatap kiara sinis dan ada yang menjerit histeris, ini benar benar diluar dugaan kiara, ada apa dengan si bedebah bodohnya pikir kiara, mengapa harus ada insiden seperti ini di awal pagi yang indah.


Yas yang telah duduk di kursi mengatakan sesuatu pada gadis di sampingnya yang satu kursi dengan kiara sebelumnya.


"Aku tida suka mereka menatapku berlebihan"


Yas berbicara pelan di belakang punggung kiara, dia malahan menempelkan kepalanya agar bersandar di punggung kiara, dengan nyaman dan tenang. Lalu bagaimana nasib perempuan yang ada di sebelah yas yang saat tadi duduk bersama kiara? Dia semakin bergetar hebat, karena yas tersenyum manis dan mengatakan;


"Maafkan aku yang sudah membuat keributan, aku hanya tida suka berjauhan dengan kekasihku"


Apa yang telah dikatakan yas barusan kepada rekan di sampingnya benar benar tida di sadari kiara, dia sibuk menundukkan kepala berpura pura tida tahu sedang terjadi apa didalam bus ini. Semua orang menatapnya, dan kiara tau apa arti dari tatapan seram itu, jangan sampai kiara mendapat masalah karena yas pikirnya.


"Lepaskan tanganmu jangan memelukku begini, kau tida sadar kita jadi bahan tontonan"


Seperti yang sudah dikatakan, yas malah melawan kiara dan semakin egois, tida membiarkan kiara berada jauh walaupun jarak 1 meter.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2