HIDUPKU

HIDUPKU
Comback


__ADS_3

Hari berganti.


Bulan berlalu.


Yas masih dengan kesedihan yang sama.


2 bulan ..


3 bulan ..


Yas masih kokoh dengan pendiriannya di dalam kamar menunggu kiara pulang. Tida ada senyuman, tida ada pembicaraan, hanya kesedihan yang selalu Yas suguhkan setiap harinya.


Jen sudah sangat cemas dan membujuk Yas agar mau keluar kamarnya lagi untuk sekedar menghirup udara segar dan menjalani hari harinya seperti biasa, Jen bahkan susah payah setiap hari meminta Yas menghabiskan makanan dengan lembut, namun hasilnya selalu mengecewakan. 3 bulan sudah cukup lama pikir Jen setelah kepergian nyonya rumah, tapi tetap saja, tida ada yang dapat merobohkan pendirian Yas yang mengurung diri di kamar tanpa senyuman.


Dokter harus selalu bolak balik untuk memantau perkembangan Yas dan menyuntikan beberapa obat di dalam kamarnya, Yas juga tida pernah menolak jika siapa saja ingin datang menemuinya, namun lagi lagi dia tida pernah bicara dan mengatakan satu kata pun, dan Hans yang selalu sabar mendampinginya lebih dari siapapun.


Sudah berbagai cara Hans lakukan agar menemukan sosok Kiara saat ini, agar kiara tau Betapa hancurnya Yas saat ini. Betapa tersiksanya dia saat kehilangan wanita pujaannya. Yas sekarat, dia menderita bahkan mungkin dia rasa dia sudah mati dari dunia ini. Namun entah apa yang membuatnya terus bertahan dan menyiksa diri seperti ini.


Hans harus bertahan dalan situasi ini, dia harus mondar mandir mengurus perusahaan dan mencoba melacak keberadaan Kiara, sudah berbagai cara dilakukannya, mulai dari melihat nama Kiara di seluruh penerbangan ke seluruh Dunia, sampai Hans mengirim banyak orang mencari kiara di seluruh kota, namun memang waktu belum mampu menjawab apa yang di harapkan Yas.


"Yas sudah 3 bulan kau seperti ini. Apa kau akan terus mengabaikan ku juga?"


Tida ada jawaban. Yas bena benar dengan tatapan tajam dari mata berliannya memandang jauh keluar. Yas samasekali tida memperdulikan keberadaan Hans.


"Jangan seperti ini. Sadarlah"


Hans sedih dan terluka melihat keadaan Yas, tapi dia juga tida mengerti dan harus seperti apa.


"Kau ingin aku seperti apa?"


Sungguh ! Yas bicara pada Hans kali ini, membalas sapaan Hans. Hans terkejut, ini pertama kali Yas bicara selama 3 bulan. Dan Hans yang mendengarkan langsung di hadapannya merasa ini sebuah kemajuan dan awal yang baik. Hans tida akan salah bicara, dia akan sangat hati hati dan mendengarkan apa yang di inginkan sahabatnya.


"Aku juga terluka melihatmu seperti ini"


"Lalu aku harus bagaimana"


"Kembalilah menjadi Ilyas Gunawan di kehidupanmu"

__ADS_1


"Sungguh kau hanya meminta itu?"


"Ya. Hanya itu"


"Apa itu akan membuatmu senang dan tertawa. Apa kau tida akan menangis setiap malam dan mengeluh kesepian lagi jika aku melakukan apa yang kau mau?"


"Benar"


"Dan apakah kau akan menikahi Sofia seperti yang kau katakan padaku minggu lalu?"


Hans tercengang dengan apa yang telah Yas katakan kali ini. Apa Yas selama ini pura pura tida peduli padanya dan hanya sedang bermain main dengan dirinya saat ini.


"Beri aku lebih banyak waktu Hans. Aku tida bisa melupakan dia begitu saja"


"Berapa lama lagi. Ini sudah 3 bulan lamanya"


"Tapi rasa ini tetap ingin seperti ini. Entah sampai kapan akupun tida mengetahuinya. Aku akan berusaha juga untuk kembali"


"Baiklah. Aku mengerti apa yang kau butuhkan. Kau bisa bicaraku seperti ini setiap malam. Jangan mengabaikan ku. Aku sungguh kesepian"


Sungguh ini adalah malam berharga bagi Hans. Yas hanya meminta di beri waktu yang cukup untuk dapat berpikir jernih dan mengembalikan tenaga untuk menghadapi kenyataan.


--**--


6 bulan berlalu ..


10 bulan berlalu ..


Kini satu tahun bertepatan dengan kepergian wanita pujaannya. Tida ada yang berubah hanya Yas yang sedikit kacau tahun ini. Yas masih sama seperti satu tahun yang lalu. Dia penyendiri dan mengurung diri di kamarnya selama itu. Yas seperti lenyap dari pemberitaan walau perusahaanya sedang benar benar berkembang pesat saat ini. Hans yang senantiasa mendampingi Yas dengan sabar selalu menyemangati. Hans juga sering mengajak Yas berbicara dan sekarang Yas lebih terbuka dan banyak mengobrol dengan Hans walau hanya berdua di dalam kamar dan malam hari.


"Sudah satu tahun Yas. Apa kau tida lelah bersembunyi seperti ini"


"Kau tida pernah berubah. Masih banyak bicara seperti perempuan"


"Semuanya sudah berubah Yas. Aku, Rumahmu, Jen, Perusahaan, dan waktu. Semua telah berubah. Hanya kau yang tetap seperti ini. Apa kau tida lelah"


"Lalu aku harus bagaimana?"

__ADS_1


"Kau selalu mengatakan hal yang sama selama satu tahun ini. Selalu berkata aku harus bagaimana dan apa maumu"


"Memangnya aku harus apa dengan hidupku yang sudah seperti ini"


"Aku akan memaksamu kembali menjadi dirimu"


"Apa sudah saatnya aku melupakan dia?"


"Aku tida memintamu, dan kurasa kau tida perlu melakukan itu. Dia tetap menjadi wanita mu yang luar biasa. Dia tetap menjadi seseorang yang kau anggap berharga. Tapi demi dirinya, kembali lah. Mungkin dia juga akan menangis melihatmu seperti ini"


"Bohong. Bohong sekali jika dia sedih melihatku seperti ini. Lalu kenapa dia harus pergi meninggalkan aku"


"Kurasa mungkin dia ingin kau mencarinya juga. Dan saat kau menemukan dia, dia ingin kau tida akan dengan keadaan seperti ini. Tentu dia ingin melihat usahamu dengan sungguh sungguh untuk menemukannya lagi tapi dengan keadaan yang luar biasa"


Yas merenung sejenak. Tida, mungkin beberapa waktu, sampai akhirnya Yas mengatakan sesuatu yang membuat Hans sangat gembira.


"Kau benar. Itu mungkin keinginannya. Dia mungkin menungguku dengan berharap aku mejadi lebih baik dan tida seperti ini. Jadi aku harus kembali menjadi diriku".


Keesokan paginya Yas terbangun dari tidurnya. Waktu sudah cukup siang saat ini. Entah apa yang memotivasi dirinya sampai rasa seperti ini dan sangat luar biasa.


Yas mengambil handuk, merapikan diri dan membenahi wajahnya yang kembali ceria, ini bukan akhir pikirnya, dia harus benar benar kembali dan menemukan Kiara kembali.


Yas menghubungi Hans untuk mengumumkan kepada seluruh media bahwa dirinya telah kembali dan akan menjalani hidup dengan indah. Dan Hans tentu terkejut dan seperti sedang berada dalam alam mimpi. Yas dengan gagahnya menghubungi dan mengatakan akan kembali menjadi dirinya sendiri mulai Hari ini.


--**--


Keadaan kantor sudah sangat ramai mendengar desas desus kedatangan Sang LION sejati. Media sudah banyak berkumpul dan akan menyambut hari baik ini, Hans benar benar akan menyiapkan pesta besar minggu ini dengan kembalinya seorang ilyas gunawan.


"I am comback"


Yas menatap dirinya di cermin, sorot mata itu sudah kembali, hati itu telah pulih bersama dengan waktu yang begitu melelahkan dan panjang. Yas benar benar terlahir kembali seperti saat pertama kali dia diberi tuntutan untuk mengurus perusahaan dan ketika dia di tinggalkan oleh ayahnya, sorot mata yang tajam, hati yang angkuh dan juga tida berperasaan, dia kembali seutuhnya seperti dulu kala.


Singkat waktu Yas telah berada di kantornya, mengadakan jumpa pers dan menyapa semua orang. Tapi entah mengapa, pemandangan itu dibuat merinding dengan sorot dan kata kata yang kerap kali di ucapkan oleh Yas. Semua orang jadi merasakan sosok Yas yang dahulu pernah ada diantara mereka untuk pertama kalinya Yas tida memiliki hati dan perasaan. Tida memiliki kata maaf untuk satu kesalahan kecil.


Kantor benar benar sibuk dengan kedatangan sang Tuan kejam itu, banyak panggilan masuk dari sesama rekan untuk menanyakan kebenarannya, dan banyak yang berhati hati untuk berbicara.


Hans tida menyangka hari besar ini telah datang, sudah lama, bahkan sangat lama. Hans merindukan sosok Yas di tengah tengah kesibukan perusahaan. Dan Yas juga tampaknya menikmati pertunjukan yang telah di siapkan untuknya ini.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2