HIDUPKU

HIDUPKU
Persetujuan bekerja diBar Skye


__ADS_3

Dering ponsel kiara berbunyi, dia segera melihat ponselnya, ternyata sana yang memanggil, dia pasti sudah memberitahukan kakaknya perihal pekerjaan paruh waktu untuk kiara, dengan cepat kiara mengangkat panggilan masuk dari sana.


"Halo san, bagaimana, apa aku di perbolehkan?"


Tanpa basa basi kiara langsung menanyakan prihal pekerjaannya tersebut


"Iya ki, ka tomi menerimamu sebagai pengantar minuman di barnya, kau atur saja jadwal kuliahmu dengan pekerjaan ini, lalu kata ka tomi jangan sampai aktifitas pribadimu terganggu, kau juga harus sabar untuk mengumpulkan uang, lalu ka tomi tidak akan memperlakukan mu spesial di barr, dia akan menganggap mu sama seperti yg lain, lalu jangan harap kamu bisa menggoda ka tomi, katanya seperti itu ki"


Sana sedikit mengada ada prihal perkataan tomi, padahal jelas jelas di sampingnya sedang duduk kakaknya itu yang sedari tadi mendengarkan sambil tersenyum sendiri


"Kau yakin ka tomi bicara begitu? padahal aku sudah merencanakan akan menggodanya dengan dada ku yang cantik ini, apa ka tomi tidak tertarik"


Celetuk kiara sambil terpingkal pingkal mengerjai sana yang pasti tida akan terima oleh perkataan kiara


"Heiiii, dasar wanita licik"


sahut sana.


"Oh benarkah kau akan menggodaku ki, kalo begitu aku akan sangat senang dan pasti mau padamu"


Dengan sedikit berteriak ka tomi membalas obrolan kiara yang sedang mengerjai adiknya.


"Jangan harap ya ki, aku tida akan merestui kalian, aku tida mau punya kaka ipar yang dadanya rata, tida sexsy tida enak di pandang kau sadar kan"


"Cih, bagaimana dengan pacarmu yang gemuk ituh, kau anggap dia cantik dan sexsy?"


"Oh tentu sajah, kau lihat ya jika tubuh moleknya di pakaikan gaun indah, pasti kau iri sekali"


"Tenang sajah ki, aku masih suka ko dengan yang berdada rata, itu lebih mengasikan"


Sambung tomi di telfon.


"Eh ki sudah saja ya, aku akan membunuh kaka ku dulu, dia benar benar keterlaluan, aku muak mendengar dia menggodamu"


"Hahaha, aku terpingkal san mendengar kau mengoceh yang tida aku pahami. Yasudah ku tutup telfonnya, sampaikan terimakasih ku pada ka tomi, aku akan berusaha menjadi wanitanya yang paling baik di barr, haha"


"Cih, muntah aku mendengar mu menyebutkan wanitanya, dasar sinting, ku tutup ya, besok kau datang saja ke bar, nanti akupun akan ada di sana"


Perbincangan pun berakhir, kiara merasa masalah sudah terselesaikan berkat temannya yang baik. Dia tinggal menunggu besok kemudian berusaha yang terbaik untuk dirinya.


Kiara memandang foto deffan, pemuda yang sejak lama dia kagumi, dia menguatkan dirinya sendiri bahwa sekarang hanya demi deffan, hanya agar dia sejajar dengan deffan dia akan berusaha untuk lulus di universitas, kemudian bekerja dengan sangat baik nantinya.


"Aku menyukaimu, tapi kenapa aku malu mengungkapkannya, aku merasa belum pantas untuk mu, tunggu ya sampai aku menjadi pantas"


Senyum tipis di sudut bibirnya sungguh indah terlihat, hanya karena pemuda itu, dia menguatkan dirinya dan hatinya bahw,a ada yang sangat berharga yang pantas untuk di perjuangkan, namun apakah deffan tau bahwa kiara menyukainya? Entahlah.


"Permisi"


Lamunan kiara terhenti sebab mendengar ada yang memanggil di depan pintu.

__ADS_1


"Sebentar, tunggu sebentar"


Kiara buru buru beranjak membukakan pintunya.


"Atas nama kiara, ini pesanan anda"


"Oh astaga. Aku hampir lupa, apa pesanannya lengkap?"


"Ah tentu sajah, silahkan di terima"


"Ini uangnya, ada tips 2000 rupiah, silahkan di ambil saja, maaf tidak memberi banyak"


"Ah tida apa, saya berterimakasih, lalu saya permisi, terimakasih atas pesanan anda"


Kiara menutup pintu setelah menyaksikan punggung pengantar makanan itu tidak terlihat dari pandangannya, kiara menyantap makanannya dengan sangat nikmat, mungkin dia berfikir bahwa dia harus tetap hidup untuk menjalani hari harinya untuk waktu yang cukup lama.


Setelahnya seperti biasa kiara membaca jadwal kelasnya, kemudian menyelesaikan tugas lalu dengan santai terbaring di atas tempat tidur dengan nyamannya.


"SEPI"


Gumamnya dalam hati.


--**--


Keesokan harinya


Bar skye memiliki konsep restoran dan bar. Tapi yang membuatnya sangat istimewa adalah tempat ini berada di atap menara gedung yang menghadap langsung ke perkotaan.


Namun bagi kalangan pengusaha biasanya memesan kelas VIP utntuk minum, juga di temani wanita penghibur tentunya.


"Kiara, baguslah kau sudah datang, ku antar kau kedalam ya, aku tidak bisa lama, pacarku menungguku di sebuah caffe"


"Ah baiklah, terimakasih sudah mau menunggu dan mengantarku bertemu ka tomi"


Kiara segera menyusul langkah sana yang seakan terburu buru ingin mengantarnya, ya cinta memang mengalahkan segalanya, urusan untuk teman pun harus segera terselesaikan, agar tuan putri di hatinya tida kecewa, seperti itulah kira kira cinta seorang pria. merepotkan bukan ?


"Ki kau masuk ke dalam saja, ka tomi sudah menunggu, aku sudah bilang bahwa kau sudah datang, enjoy ya semoga kau bisa bertahan di sini"


"Ah baiklah, aku sangat berterimakasih padamu. Sampai jumpa, salamkan pada kekasih mu ya"


"Dah"


Keduanya berpisah di depan pintu ruangan yang tersembunyi, rupanya ini adalah kantor ka tomi. Kiara akan segera mengetuk pintu dari luar.


"Tok tok tok"


Tidak lama seorang wanita cantik berperawakan molek berdada besar membukakan pintu.


"Ah pasti kamu kiara, teman adiknya boss, mari silahkan masuk"

__ADS_1


"Ah baik terimakasih nyonya" kiara menganggukan kepala tanda ia menghormati perempuan itu.


"Boos ini ada tamu, saya akan mengurus yang lain, jika butuh sesuatu silahkan hubungi saya"


"Baik terimakasih sil, aku akan menghubungimu nanti"


Wanita itu pergi begitu saja tanpa memperdulikan kiara yang mematung di belakangnya, melihat dengan heran mengapa dia pandai mlenggokan bagian tubuhnya tanpa rasa ragu di depan lelaki lain terutama kak tomi selaku bosnya.


"Ki silahkan duduk"


"Ah, baik ka"


"Dia sisil sekertaris ku, dia juga mami para ladies di sini. Kau mengerti bukan apa maksud ku ? Aku tida memintanya namun banyak yang menawarkan diri meminta pekerjaan itu, kau pasti paham dan mengerti maksud ku kan"


"Ah, iya ka tenang saja, kia mengerti apa yang ka tomi bicarakan"


"Bar dan resto ada di atap gedung, namun kau akan di tugaskan sementara di dalam untuk mengantarkan minuman ke ruangan VIP, aku tida mau kau bertemu dengan teman kuliahmu atau dosen yang sedang mampir ke bar atau resto kami, jadi aku tempatkan kau di dalam, apa kau keberatan?"


"Ah tida ka, samasekali tida keberatan, kia akan dengan senang hati menerimanya, apapun itu pasti akan menyenangkan"


"Aku hanya ingin menjaga prifaci mu, kau adalah teman paling akrab dengan adik ku, untuk masalah uang, upah akan ku berikan seminggu sekali, dengan bonus tiap bulan khusus untuk mu, anggap ini adalah simpati ku padamu, jangan anggap kamu berat menerimanya, aku hanya ingin membantu sedikit untuk masalah uang"


"Terimakasih banyak ka tomi, kia akan bekerja dengan penuh kesungguhan disini"


"Iyah, enjoy yah dengan pekerjaan mu, kau boleh masuk malam ini"


Kiara hanya mengangguk tanda ia menyetujui semua syarat yang di berikan bossnya yang tida lain adalah kaka temannya, namun ia tetap profesional ketika berada di barr untuk memanggil ka tomi dengan sebutan boss, agar tida menghadirkan kecurigaan dan iri hati pegawai yang lain.


Tidak lama, tomi meraih ponselnya, menghubungi sisil yang tengah berada diluar.


"Hallo sil, masuk lah, antar kiara ke tempatnya, lalu berikan arahan untuknya"


"Ah baik boss saya segera masuk"


Tida lama perempuan yang di sebut namanya sisil sudah ada di balik pintu dengan cepat.


"Mari kiara ikut denganku, aku akan mengajarkan mu beberapa hal, juga memberitahumu semua lingkup barr ini"


"Baik nyonya" ucap kiara dengan santai


"Boss saya permisi dulu mengantar kiara" ucap sisil pada tomi


"Baiklah" tomi menyuruh agar semuanya segera keluar.


Kiara dan sisil berjalan menelusuri tiap tiap ruangan yang ada di barr, sambil sesekali sisil memberitahukan tempat apa itu dan untuk apa tujuannya, sampai tiba saatnya dia berada di dapur barr tempat semua pegawai khusus berada di disini, menyajikan minuman secara terampil untuk pelanggan VIP.


Tidak terasa waktu cepat berlalu, jam menunjukan pukul 00.00 ini adalah jam dimana batas kiara bekerja berakhir dan akan di gantikan oleh karyawan shift berikutnya. Kiara pulang dengan santai sambil sesekali mempelajari apa yang telah di ajarkan oleh sisil padanya, dia cepat tanggap dan sekali di ajari sudah sangat mengerti rupanya.


Setibanya di rumah tubuhnya langsung ambruk di tempat tidur, kiara merasa kakinya terasa membengkak karena terlalu lama menggunakan hills yang ia kenakan di barr. Kiara biasa menggunakan sepatu datar tanpa hak, namun tuntutan dari barr yang harus menggunakan semua secara peraturan, mau tida mau ia harus dia lakoni.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2