HIDUPKU

HIDUPKU
Kembalinya sang tuan rumah


__ADS_3

Kiara telah tiba di rumah pukul 19.00 ternyata tuan yas belum sampai ke rumahnya dari perjalanan bisnis ini.


"Selamat malam nyonya, apakah anda baik baik saja"


"Jen, apa tuan yas sudah kembali"


"Tuan yas akan tiba pukul 20.00 nyonya"


"Ah baiklah aku akan mandi dulu, setelah itu apa yang harus aku lakukan jen"


"Tuan yas akan makan malam di rumah, anda bisa menemaninya"


"Aku khawatir tuan yas akan memuntahkan makanan jika aku menemaninya jen, kau saja, aku juga lelah, aku akan menyambutnya lalu pergi ke kamar"


Jen hanya tersenyum menanggapi apa yang kiara sampaikan, seperti biasa karena kiara akan selalu membantah apa yang di perintahkan jen.


Makan malam sudah siap menyambut kedatangan tuan yas, dengan sigap jen sudah menunggu di depan pintu dengan beberapa pelayan lainnya, kiara sudah selesai mandi dan memakai piyama tidurnya, handuk nya masih melingkar menyelimuti rambutnya yang ternyata masih basah, kiara berjalan santai dengan raut muka lesu, segera dia berjajar mensejajarkan diri dengan pelayan yang lain.

__ADS_1


"Apakah setiap dia datang akan seperti ini"


Kiara bertanya pada salah satu pelayan di sisinya, dan tentu saja pelayan itu hanya tersenyum dan menganggukkan kepala, mana mungkin dia berani berbicara lantang dan mengobrol di saat saat tuan yas akan tiba.


"Nyonya kau harus berada di sisi pertama sebelah kiri, tuan yas akan memberikan jas dan tas kerjanya untuk disimpan"


"Baiklah"


Dengan raut muka datar dan lesu kiara seperti enggan untuk banyak berbicara lagi, jen ingin mengingatkan bahwa kiara masih memakai handuk di atas kepalanya, namun jen segera menghentikan niatnya karena mobil tuan yas sudah tiba didepan pintu.


Tuan yas keluar dari dalam mobil disertai hans di belakang, para pelayan membungkukkan badannya dan memberi salam kepada tuan yas, pun dengan kiara mengikuti apa yang semua orang lakukan.


"Aku akan makan malam jen"


"Baik tuan"


Kiara segera menyimpan tas dan jas tuan yas pada tempat yang sudah di sediakan, masih dengan wajah lesu yang menyertainya kiara berencana akan masuk kedalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya dengan santai.

__ADS_1


Bersamaan dengan taun yas yang sedang menyendok makanan kiara dengan santainya berjalan menuju kamar tercintanya, sontak tuan yas yang melihat pemandangan itu langsung menjatuhkan sendok dan garpu nya mengenai piring yang menyebabkan bunyi dengan suara nyaring.


'Praaang'


"Jen apa kau tida memberitahu apa yang harus dilakukan pelayan jika majikannya datang"


Kiara sontak terhenti dari langkah kakinya, dia berdiam diri dan masih mematung di tempatnya, dia pikir dia melakukan kesalahan lagi kali ini, dan pasti juga ini tertuju padanya.


"Hei wanita sialan apa kau tida belajar dengan baik apa yang harus kau lakukan hah"


Suara itu benar benar memenuhi seisi ruangan, kiara kini tida takut lagi dengan yas, yang ada di dalam pikirannya bukanlah dirinya yang harus di selamatkan, tetapi deff, pikirannya tertuju pada seseorang yang tida ia temui satu kali pun hari ini, hatinya berkecamuk menahan rasa rindu, dan tentunya juga memikirkan rumah yang telah dimiliki orang lain.


Dengan santai dan wajah lesunya, kiara membalikan badannya dan mendekati meja makan di sana. Semua ketegangan kembali menyelimuti ruang megah itu, orang orang yang menyaksikan seperti merasa akan ada sebuah tayangan mengerikan lagi kali ini.


"Maafkan saya tuan yas"


Semua orang di ruang itu benar benar kaget, kini kiara sudah berani bicara dan meminta maaf, namun tentu saja masih dengan wajah datar, lesu dan dengan tatapan yang kosong.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2