HIDUPKU

HIDUPKU
PERJALANAN PULANG


__ADS_3

Kini kiara dan yas telah berada di dalam mobil, entah kemana lagi dia akan di bawa pergi. Tubuhnya sudah sangat kelelahan, dia sudah sangat pasrah walau akan di bawa ke dasar jurang sekalipun. dengan tida memperdulikan siapa yang berada di sisinya, kiara memejamkan matanya dengan begitu lelap, dia benar benar penat menghadapi sikap yas yang seolah olah bermuka dua. Kiara ingin sesegera mungkin lari dari kenyataan bahwa dia adalah calon pengantin dari seorang yang bernama ilyas gunawan. Dia benar benar selalu mengingatnya dengan wajah menakutkan.


"Cih, menjijikan sekali melihat dia tertidur di sisiku, hans apa yang akan kita lakukan setelah ini"


"Anda akan pulang tuan, anda sudah lelah seharian ini, tidurlah dengan nyenyak, besok akan ada pemotretan setelah nyonya kiara selesai kuliah"


"Lalu bagaimana dengan dia sekarang? Aku sangat muak melihatnya"


"Saya rasa nyonya sangat kelelahan, saya akan menyuruh jen menyiapkan kamar untuknya, lalu membiarkan dia tinggal untuk semalam di rumah anda tuan"


"Terserah kau saja hans, aku sangat lelah rasanya, urus semuanya dengan baik"


"Selamat beristirahat tuan"

__ADS_1


Ternyata yas pun benar benar kelelahan dengan agenda hari ini, dengan tida sadar yas pun turut terlelap dalam perjalanan pulang ke istananya. Disisi lain hans akan menghubungi jen untuk mempersiapkan semuanya.


"Jen, tuan yas akan tiba 30 menit lagi, aku juga membawa nyonya kiara untuk beristirahat di rumah, tolong persiapkan semuanya"


"Ah baiklah sekertaris hans aku mengerti"


"Ku tutup telfonnya"


Sebuah isyarat yang mungkin tida akan di pahami oleh sebagian orang harus di anggap biasa oleh orang orang di sekitar yas. Mereka harus benar benar paham akan situasi yang kapan saja mungkin akan membuat tuan yas marah seperti amukan harimau.


Yas sudah sangat kelelahan rupanya, dia tida memperdulikan lagi siapa orang di sekelilingnya, dengan cepat dia langsung berjalan menaiki tangga menuju kamarnya dan akan segera merebahkan tubuhnya.


Hans dengan sigap membantu tuannya melepaskan pakaian kerja dengan pakaian tidurnya, ini adalah hal paling mendasar dan paling biasa yang harus hans hadapi setiap tuannya kelelahan seusai melakukan pekerjaan.

__ADS_1


Hans telah selesai mengurus yas, dan tuannya pun sudah tertidur dengan sangat nyaman. Kini ia harus mengurus kiara yang juga entah kenapa dia sama sekali tida dapat membuka matanya dan tersadar dari tidurnya.


Hans kemudian memangku kiara menuju kamar yang telah jen sediakan, hans perlahan lahan meletakan kiara dengan nyaman di tempat tidurnya. Jen yang mengikutinya dari belakang seolah mengerti apa yang harus dia lakukan.


"Jen kau urus lah nyonya, mintalah beberapa pelayan membantu mu, aku akan segera pergi"


"Ah baiklah sekertaris hans aku mengerti"


Hans berlalu meninggalkan kiara di dalam kamarnya, hans melihat 2 pelayan datang menuju kamar kiara dengan setengah berlari, lalu dengan cepat orang orang itu menyelesaikan pekerjaan sebelum kiara tersadar.


Malam semakin larut begitupun alam mimpi kiara dan yas yang sudah jauh entah kemana. Setidaknya kiara benar benar merasa tenang ketika dia tida melihat wajah yas yang selalu terlihat menakutkan untuknya.


Hanya detakkan jam yang kini terdengar di tengah kedamaian tidur kiara, dia berharap mimpi mimpi indah akan selalu datang menghampirinya menyembuhkan duka yang telah di tebarkan oleh manusia yang paling ia benci di muka bumi ini.

__ADS_1


Bersambung ..


__ADS_2