HIDUPKU

HIDUPKU
Suasana pagi


__ADS_3

Malam begitu cepat berlalu, kiara masih belum tersadar dari tidurnya, mimpi yang begitu indah membuat dirinya terlelap di bawah rasa nyaman yang luar biasa. Begitupun yas, dirinya masih terkapar lelah di atas ranjang berbagi tempat bersama wanita yang selalu dia pandang benci.


Mereka akan saling membenci satu sama lain, saling tida dapat di kontrol emosinya saat saling berbicara, namun semua berubah seketika ketika mereka saling membutuhkan. Mereka justru akan saling mendukung dengan rasa khawatir yang ada.


Deringan alarm di kamar yas membangunkan kiara saat ini, sesaat dia tersadar dari mimpinya bahwa kenyataanya kini dia masih dalam keadaan telanjang dalam ranjang laki laki yang selalu mengganggunya, kiara menatap sekeliling menerawang seperti apa keadaan saat ini, dirinya merasa tertampar ketika mengetahui yas berada di sisinya dengan keadaan mata masih terpejam.


*Astaga. Benar benar gila, bagaimana mungkin. Tida, ini konyol, ini tida mungkin*


Sekali lagi dia benar benar melihat dengan matanya yang sudah membelalak seperti orang kesurupan. Dia memastikan keadaan yas yang masih tertidur lelap tanpa sehelai kain membalut tubuhnya, beruntung yas menyelimuti kaki dan perutnya, sehingga nampak dadanya yang bidang saja yang kiara lihat.


"Bagaimana mungkin, aku, dia, kita telah uuuh"


Kiara mengambil nafas dalam dalam dia seperti tida dapat menerima kenyataan pagi ini dengan pemikiran yang tenang, apa yang terjadi dengannya semalam sedang dia ingat ingat dengan memukul mukul kepalanya sendiri agar keadaan pagi ini dapat tercerna dengan baik di kepalanya.

__ADS_1


Setelah sedikit demi sedikit dirinya dapat mengingat hal apa yang terjadi, kiara hilang kendali dan menjerit sekuat mungkin, mengagetkan yas sampai yas benar benar merasa nyawanya akan hilang seketika itu juga.


'Gubraaak'


Yas melemparkan bantal tepat pada sasaran, dia menjatuhkan tubuh kiara agar kembali berbaring.


"Kau sudah gila ya. Mengapa harus berteriak, kau pikir aku ingin kehilangan nyawaku, wanita aneh"


Kiara mengintip sedikit demi sedikit dari balik bantal, apa yang sedang pria itu lakukan pikirnya, ternyata yas bangkit mengambil sehelai handuk yang ada di bawah tempat tidurnya, lalu melilitkannya kedalam pinggang rampingnya.


Yas kemudian menyodorkan piyama handuk pada kiara, bermaksud agar kiara tida telanjang atau memakai selimut untuk bangkit dari ranjang tempat tidur mereka. Akan terlihat konyol nantinya jika kiara melakukan hal itu.


"Turunlah, bilang pada jen aku menginginkan jus jeruk hangat, dia tida akan mungkin berani naik setelah kejadian ini, bahkan dia tida berani untuk mengetuk pintu membangunkan aku!"

__ADS_1


Selagi yas mengoceh dan tida memperhatikan kiara, dia langsung memakai piyama handuk yang telah di berikan yas, tubuhnya serasa remuk dan tulang tulangnya seakan patah secara bersamaan, betapa sakitnya keadaan tubuhnya pagi ini, kiara merasa sangat kelelahan padahal dia pikir tubuhnya akan baik baik saja walaupun kejadian 'itu' terjadi.


"Apa kau baik baik saja"


Kiara mencoba mendekati yas yang sedari tadi mengumpulkan pakaian dirinya yang berserak di lantai dengan bermaksud menatanya agar sedikit terlihat rapih.


"Yah aku baik baik saja"


"Tapi, dada mu, mengapa semuanya lebam, leher mu, apa itu terasa sakit"


Yas tida menyadarinya, apa telah yang terjadi dengan keadaan tubuhnya, dia berjalan menghampiri kaca yang cukup besar di kamarnya dekat dengan jendela.


*Astaga*

__ADS_1


Yas mencoba bersikap tenang dan biasa sajh, walaupun sebenarnya merasa kaget setengah mati, dia tida menyadari bahwa semalam kiara benar benar seperti orang kerasukan. Dadanya benar benar penuh dengan kecupan yang besar, sampai warnanya merah melekat seperti tato. Bukan hanya di dada saja kiara menghabiskan sisa di seluruh bagian leher dengan jarak yang tida terlalu jauh. Ini sontak membuat yas merasa terjun bebas dari ketinggian lantai paling atas gedung kantornya, dia tida dapat membayangkan harus dengan pakaian apa dia keluar dari kamar dengan rasa malunya.


Bersambung ...


__ADS_2