
Kampus sudah ramai pagi ini, kiara tida ingin terlalu perduli dengan yas, hari ini cukup jalani kehidupan seperti biasa akan sangat menyenangkan bagi kiara, namun sekali lagi yas tida perintah menjauh sedikitpun dari kiara, dia terus saja menempel bagai noda yang sulit di bersihkan.
Kiara geram dan kesal, seisi kampus heboh dengan kehadiran dia yang baik idol k-pop datang dengan pesonanya. Berbeda dengan yas yang begitu senang dengan suasana dan keadaan ini yang telah lama dia dambakan, dirinya tampak lebih bahagia karena banyak orang yang memperhatikan.
"Aku mohon jangan mengikuti aku, sudah cukup sampai disini, terserah kau akan pergi kemana, tapi aku tida bisa terus bersamamu"
"Kenapa? Apa kau terlalu jelek untuk aku yang tampan ini"
"Astaga. Baiklah, sekarang aku perjelas. Sederhana saja, lihat dari cara berpakaian kita, ini jelas jelas sudah menunjukan status yang jauh berbeda antara kita. Aku tida ingin ada masalah hari ini, jadi jauhi aku, dan anggap kau tida mengenalku disini"
"Baiklah, pergi sesuka hatimu"
Dengan suasana hati yang kesal kiara berlalu meninggalkan yas yang sedang menjadi pusat perhatian banyak orang pagi itu. Dan pada akhirnya, yas melihat deff yang telah menunggu kiara dengan raut wajah cemas.
Kiara berjalan terburu buru karena mengetahui deff sedang menunggunya untuk masuk kedalam kelas, tapi tetap saja itu tida berhasil, deff malah semakin mengikuti langkah kiara untuk menyusulnya.
"Selamat pagi ki"
"Selamat pagi deff" jawab kiara tida perduli.
"Aku ingin berbicara denganmu ki"
"Maaf deff, lain kali saja"
__ADS_1
"Aku ingin kita bicara banyak hal ki, beri aku waktu"
"Kelas sudah akan dimulai aku harus pergi dan kau pun sama"
"Setelah kelas selesai apa boleh aku menemui mu"
"Akan ku pertimbangkan"
Kiara benar benar tida memperdulikan deff kali ini, dia tau batasan seperti apa yang harus dia buat dengan laki laki yang telah menjadi milik orang lain itu.
Kiara memasuki ruang kelas yang ternyata sudah banyak orang di dalamnya, dengan santai dia memilih kursi kosong untuk segera memulai pelajaran.
Dosen telah masuk dan memberikan salam, terlihat beberapa orang masih tetap berdatangan dengan tergesa gesa karena takut tertinggal, deff datang dengan raut muka sedihnya, dia duduk persis di samping kiara yang mengabaikannya.
"Kau tida keberatan bukan aku duduk di sampingmu"
"Ki kenapa kau seperti ini"
"Deff, kelas sudah akan dimulai, tolong berhentilah"
Semua orang telah memperhatikan dosen yang akan memulai kelas, kiara senang yas tida bermaksud mengunjungi kelasnya, entah di manapun dia berada kiara tida perduli dengannya. Namun tiba tiba kebahagiaan itu hilang seketika karena ada seorang yang terakhir memasuki kelas dengan tampang so kerennya, dan jelas kiara sangat yakin itu adalah yas.
Tubuh kiara melemas takut kalau yas melakukan hal bodoh lainnya, terlebih deff ada di sampingnya kali ini.
__ADS_1
Semua mata tertuju padanya, bagaimana mungkin ada seseorang datang ke kampus seperti seorang model yang memakai stelan begitu serasi dari ujung kepala sampai ujung kaki. Yas tertegun melihat semua orang kini memperhatikannya, termasuk dosen yang ada di hadapannya.
*Sial, si bodoh itu, apa yang akan dia lakukan* Gumam kiara dalam sanubarinya.
"Selamat pagi"
Yas menundukkan badannya tanda salam pada dosennya orang yang di anggap lebih tua darinya.
"Kau benar ada di kelasku? Aku sepertinya tida pernah melihatmu"
"Ah benar aku di kelas mu, aku tida pernah terlambat sebelumnya, maafkan aku"
"Baiklah, silahkan duduk"
Dosen tercengang dan hampir tida percaya dengan ketampanan salah satu siswanya, yas berjalan percaya diri memilih bangku yang kosong.
Suara wanita wanita dalam kelas sudah mulai bersahutan, bukannya fokus untuk menyimak malah membicarakan yas yang menjadi bahan sorotan pagi ini.
Dosen masih memperhatikan yas, melihat setiap lekuk tubuhnya yang terlihat sempurna dan membuat kagum banyak orang, lalu dosen baru sadar yas memakai kacamata hitam meski dalam ruangan.
"Tolong lepaskan kacamata mu, kelas akan segera dimulai"
"Baik"
__ADS_1
Yas menuruti apa kata dosennya ,kiara yang mendengar kejadian itu benar benar prustasi, mata itu akan benar benar membuat kehebohan yang luar biasa nantinya, mata berlian yang selalu ditunjukan dengan sorot kebencian itu akan memalingkan dunia wanita dengan pemikiran berbeda. Mata itu kini akan di anggap sebagai berlian yang menyilaukan.
Bersambung ...