
Kini kiara telah sampai di rumah, tubuhnya benar benar terlihat lemas dan tida bersemangat, jen yang menyadari kedatangan kiara lalu menghampirinya dan menyapanya.
"Selamat datang nyonya"
"Jen kau sudah tau kan tuan yas mengajakku makan malam di luar"
"Tentu nyonya. Akan saya siapkan semua keperluan mu"
"Jen apa kau tida bisa membujuk tuan yas agar makan malamnya tida perlu aku temani malam ini, aku benar benar lelah"
"Tuan yas masih dikantornya nyonya, sebentar lagi mungkin di perjalanan, anda bisa istirahat terlebih dahulu jika lelah"
"Baiklah, kau bisa ke kamar ku nanti"
"Baik nyonya"
Kiara berlalu meninggalkan jen, dia bermaksud untuk menenangkan pikirannya dan ingin mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah.
Kiara kembali melihat ponselnya, berharap akan ada pesan masuk dari deff seperti yang lalu deff lakukan. Namun kali ini hatinya kecewa, deff ta kunjung mengabarinya.
"Apa aku yang harus menghubunginya terlebih dahulu? Atau aku pura pura salah mengirim pesan saja! Lalu mungkin saja deff akan membalasnya.
__ADS_1
Ah tida tida tida, itu terlihat sangat konyol. Tapiii aku merindukannya. Bagaimana semua bisa serumit ini"
Baru saja kiara memikirkan bagaimana cara agar dirinya memperbaiki hubungannya dengan deff tiba tiba ketukan pintu terdengar dari luar kamarnya yang ternyata itu adalah jen
"Nyonya ini aku, bolehkah aku masuk"
"Ya, masuklah jen"
"Tuan akan segera sampai, anda harus segera bersiap"
"Baiklah, aku akan mandi, taruh saja baju dan yang lainnya di atas sini"
"Baiklah, aku permisi dulu, jika ada sesuatu yang di perlukan anda bisa memanggil saya"
Jen kembali keluar meninggalkan kiara dalam kamar, lalu dengan cepat kiara bangkit dari tempat tidurnya dan segera menuju kamar mandi.
Kiara bersiap siap dengan baju yang telah di sediakan oleh jen, pikirnya tuan yas akan mengajaknya kedalam pertemuan bisnis lagi, jadi harus benar benar seperti seorang istri.
"Baju sialan ini benar benar tida menyenangkan, bagaimana model cantik yang menjadi istri simpanan tuan yogishima itu benar benar menyukai gaya hidup yang seperti ini, hatinya benar benar kuat"
Kiara telah selesai dengan riasan yang begitu cantik dan gaun simpel dibawah lutut yang nampak serasi dengan hillsnya.
__ADS_1
"Ah, dasar sepatu sialan, benar benar seperti di neraka jika akan makan malam, aku harus menggunakan sepatu tinggi ini untuk waktu yang lama, belum lagi berbasabasi yang tida bermanfaat untuk hidupku, aku benar benar terjebak dalam kesialan ini".
Belum selesai kiara bercermin dan mengomeli keadaannya lalu tiba tiba jen mengetuk pintu kembali dan mengatakan bahwa tuan yas sudah sampai di rumah, kini kiara benar benar kesal karena harus seperti robot yang menuruti perintah majikannya.
"Yaa jen aku datang"
Kiara sudah siap dan benar benar cantik malam itu, tapi seperti yang dapat dilihat, hanya raut wajah kelelahan dan malas yang ia tampakkan pada jen.
"Tuan yas sedang bersiap, anda bisa menunggunya sebentar lagi"
"Baiklah, terimakasih jen"
Kiara berjalan mendekati anak tangga untuk menunggu yas, dan benar saja tida lama terlihat yas sudah sangat tampan dengan stelan jas nya, dia berjalan dengan gagah menuruni anak tangga satu persatu. Lalu ketika sudah sampai di depan kiara, entah mengapa tiba tiba yas menjadi kaku dan wajahnya benar benar memerah.
Kiara *Apa yang dia lihat, apakah pakaian ini lucu, atau dia ingin memarahiku karena satu alasan*
Yas *Kenapa wajahku tiba tiba merasa panas begini, mengapa jantungku benar benar ingin meledak lagi, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhku, ini benar benar memalukan*
"Mari silahkan tuan"
Hans mencairkan suasana dan memulai pembicaraan terlebih dahulu, lalu kemudian yas tersadar dari rasa tida karuan itu dan segera berjalan untuk menuju mobil.
__ADS_1
Bersambung ..