
Hari sudah di mulai, mentari sudah menampakan diri dengan sangat manis, sedikit demi sedikit suara suara semua mahluk mulai bersautan, deretan manusia bergelut dengan kesibukannya masing masing, namun yas masih pada posisi terpejam di tempat tidurnya, suasana pagi hari yang indah sudah terlewatkan, apalah daya, tubuhnya yang kekar masih kelelahan menghadapi kekecewaan hari kemarin.
"Aaaaah, badanku sakit sekali, jam berapa ini"
Seketika yas melihat alaremnya sudah berhenti mati, mungkin jen yang mematikannya tadi pagi, melihat tuannya yang belum tersadar jen berinisiatif untuk tida mengganggunya dengan deringan alarm.
Yas melangkahkan kaki melihat bayangan dirinya di cermin, pantulan cahaya yang menerpanya membuat tubuh kekarnya begitu mempesona dilihat, matanya memang indah seperti berlian yang berkilau, pantas saja banyak orang yang sangat ketakutan jika memandang mata itu.
"Aku tida buruk, tapi kenapa semua orang sangat takut kepadaku, aku tampan untuk ukuran pria dewasa berumur 24 tahun, badanku bagus dan kulitku mulus, tapi bagaimana mungkin tida ada wanita yang menyukaiku! Aku memiliki uang, rumah mewah, mobil, dan segalanya, tapi mengapa setiap wanita tida pernah berhasil aku dekati, apa karena aku tida memiliki orang tua, apa mungkin mereka mengejekku dan menertawai ku di belakang? Haha sedih sekali diriku ini, begitu di takuti di depan tapi ditertawakan dari belakang"
Raut wajahnya sangat sedih jika di lihat, yas berjalan gontai sambil membawa sehelai handuk untuk pergi ke kamar mandi, hari ini yas sangat tida percaya diri sebab kemarin dia telah melihat deff tengah ingin berciuman dengan kiara.
Dalam kamar mandi ketika dia membiarkan seluruh tubuhnya terkena cipratan air dia bergumam ;
"Tunggu dulu. Bukankah aku pernah berciuman dengan gadis itu, bahkan aku laki laki pertama yang menjamah lekuk tubuhnya, dan aku yang mengambil harta paling berharganya, jika begitu bukan berarti akulah orang pertama yang pernah dengan nya" (yas tersenyum geli mendapatkan fakta bahwa dirinya pernah melakukan interaksi intim itu)
__ADS_1
"Tapi tunggulah dulu, waktu itu aku benar benar tida mengingatnya, aku hanya merasa tubuhku panas dan butuh seseorang untuk menemaniku, aah sial, aku tida mengingat kejadian itu, kenapa bodohnya aku ini"
Yas masih berkecamuk dengan perdebatan masalah dirinya yang tida pernah bersentuhan dengan wanita, padahal dering telfonnya benar benar sudah berdering dengan nyaring sedari tadi, beberapa kali hans mencoba menghubungi yas yang tida kunjung keluar dari kamarnya atau untuk sekedar membukakan pintu kamarnya, hans sangat cemas dengan keadaan seseorang di dalam sana.
"Kemana manusia ini, kenapa panggilanku tida di jawabnya, apa dia baik baik saja? Tida seperti biasanya dia terlambat begini, apalagi sekarang ada perihal penting yang akan dia kerjakan"
"Heei masuklah, kau membuat suara kamarku menjadi bising, dering ponselku dan juga ocehan mu semua terdengar sangat jelas disini"
Hans segera membukakan pintu mengetahui sandinya telah di buka, dia ingin segera melihat hal apa yang terjadi di dalam.
"Tidurku sangat nyenyak, bahkan aku rasa pagi ini aku masih mengantuk"
"Kau sudah meminum obatnya"
"Yaah"
__ADS_1
"Hari ini kita akan menemui tuan yohans, setelah itu aku akan menjemput kiara untuk pulang ke rumah"
"Baiklah, kau sudah cari yang aku mau"
"Tentu tu an "
Dengan senyuman licik hans menunjukan itu pada yas, memperlihatkan bahwa memang hanya dirinya lah yang mampu di andalkan.
Semua telah usai, semua kembali kepada seperti biasanya, yas yang sudah rapih dengan stelan jasnya dan hans sebagai sekertaris nya, mobil melaju dengan kecepatan sedang, kini tujuan mereka adalah menyelesaikan misi yang harus merekam selesaikan, jangan sampai kiara dan deff tahu itulah misi yang utama.
Hans adalah tipikal pendendam pada siapapun yang mengganggu perjalanan yas, entah itu untuk pekerjaan dan wanita, hans akan sangat tuntas menyingkirkan setiap krikil yang menghalingi untuk menuju kemenangan.
Ada alasan tertentu ketika hans melakukan itu semua, pada saatnya dia akan bercerita pada yas mengapa dia selalu tunduk dan patuh padanya sampai saat ini.
Bersambung ..
__ADS_1