HIDUPKU

HIDUPKU
Detak jantung


__ADS_3

Hans yang menyadari kiara tengah berbicara padanya secara terbuka membuat yas sontak kaget dan membelalakkan matanya.


"Maaf nyonya, tapi sepertinya anda salah paham, yang memangku anda adalah tuan yass"


Yas yang mulutnya tengah di penuhi dengan suapan bubur sontak tersedak cukup keras, membuat jen dan semua orang mengkhawatirkan apa yang sebenarnya membuat tuan yas tersedak.


"Tuan apakah buburnya terlalu panas"


Jen yang mencemaskan kejadian itu langsung bertanya dan mendekati tuan yas, disisi lain di dekat tangga hans masih saja berbincang dengan kiara.


"Apa, kau sudah gila, mana mungkin itu terjadi"


"Anda boleh bertanya pada semua pelayan bahkan pada jen sekalipun"


"Benarkah tuan yas yang memangku ku"


"Benar nyonya"


"Kau gila hans, apa kau mau aku mati, kenapa tida kau yang mengangkat ku hah"


Yas yang mendengar percakapan itu sontak bangun dari tempat duduknya membuat semua pelayan kaget dibuat pemandangan itu, yas segera menghampiri hans dan berbicara agar segera keluar untuk berangkat menuju kantor.


"Hans, aku ingin pergi sekarang, dan kau (bermaksud pada kiara) bisa berbicara nanti setelah hans tiba lagi disini"

__ADS_1


"Baik tuan"


Dengan cepat hans menyetujui apa yang tuannya perintahkan, keluar untuk membukakan mobil karena akan berangkat menuju kantor, berbeda dengan kiara yang masih melongo dan mematung di dekat tangga.


Yas tergesa gesa ingin segera pergi dari rumah itu, mukanya masih memerah karena perkataan jujur dari hans, setelah masuk dalam mobil yas dapat bernafas dengan lega dan tenang.


"Anda baik baik saja tuan?"


"Kenapa jantungku serasa akan meledak hans, apa yang terjadi"


*Apa yang terjadi? Bukankah anda yang mengajak aku bergegas untuk menyetir dan berangkat ke kantor, kenapa malah menanyaiku*


"Apakah anda sedang kurang sehat tuan? Perlukah kita menemui dokter terlebih dahulu"


"Saya akan menghubungi dokter jika begitu tuan"


Yas hanya terdiam tanda dia menyetujui apa yang di katakan oleh sekertaris nya, yas terlihat sangat gelisah dan belum dapat mengendalikan dirinya.


Mobil terus saja melaju dengan kecepatan sedang, hans membawa yas menuju dokter yang telah di hubungi sebelumnya untuk menjalani pemeriksaan.


Sampai saatnya tiba, keduanya turun dari mobil dan berjalan menuju sebuah ruangan. Lalu terlihat sebuah doktor muda tengah duduk dan membaca buku yang berjudul "the love" di tangannya.


Dokter itu tersenyum dan langsung menutup buku yang tengah di bacanya, kemudian mempersilahkan yas untuk berbaring karena akan di periksa.

__ADS_1


"Baiklah, apa yang kau rasakan"


"Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya, apakah ini adalah tahap awal untuk serangan jantung"


"Baiklah aku akan periksa bagian tubuh mu, terutama jantung mu"


Dokter memeriksa apa yang menjadi keluhan yass kala itu, dokter hanya tersenyum karena tida ada apapun yang perlu di khawatirkan.


"Semua kondisinya baik, bahkan lebih baik dari bulan yang lalu saat kau memeriksakan kesehatanmu disini"


"Benarkah? Lalu mengapa aku merasa khawatir berlebihan, dan jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya, wajahku juga memerah dan sedikit panas, lalu kau bilang aku baik baik saja, kau ini dokter atau bukan hah?"


"Tenanglah yas, aku tetap akan memberikan obat untuk mu, kau tunggulah di luar, biar aku mengobrol dengan hans, dia akan mengurus obatnya"


"Yasudah, aku akan menunggu diluar, menyebalkan sekali keadaan ini"


Yas langsung keluar mengikuti perintah sang dokter, dengan santai dokter hanya tertawa melihat sikap yas yang seperti anak kecil saja, lalu dengan santai dokter meminta hans untuk duduk dan mendengarkan apa yang ingin dia sampaikan.


"Hans ini adalah obat vitamin berikan padanya dan katakan dia akan membaik dengan sendirinya, lalu jangan memberitahu kalau ini hanyalah vitamin, kau juga harus mengajarkan yas agar dia mau membaca buku seperti ini (menepuk buku yang berjudul the love), agar dia mengerti mengapa jantungnya berdetak seperti itu, dia sudah dewasa hans tapi tida mengerti bahwa dia sedang menyukai seorang wanita"


"Baiklah, saya akan berusaha agar tuan yas mau mendengarkan apa yang anda sampaikan, terimakasih dokter untuk sarannya, saya permisi dahulu"


Bersambung ..

__ADS_1


__ADS_2