
Obrolan singkat itu telah berakhir, keduanya memutuskan untuk berpisah karena harus mengikuti kelas masing masing. Kiara sudah dalam kelas mengikuti pelajaran dari dosen, namun pikirannya begitu terganggu memikirkan apa yang telah di katakan bella padanya, kiara tida berfokus mengikuti materi yang di sampaikan. sampai saat pelajaran telah usai dan semua orang terlihat sudah pergi, meninggalkan ruangan dirinya masih saja melamun.
"Kii kau baik baik saja"
Kiara terkaget dengan suara yang tida lagi asing baginya, deff menyadarkan dia dari lamunan akan pembicaraannya bersama dengan bella, kemudian kiara begitu terkejut karena deff sudah duduk di hadapannya dengan wajahnya yang manis.
"Kau melamun?"
Wajah kiara sangat memerah tida sanggup lagi menahan rasa malu yang telah dia lakukannya kemarin, dirinya merasa hina dihadapan pria tampan itu. Kiara bangkit dari duduknya bermaksud akan meninggalkan deff dalam ruangan itu, ketika kakinya hendak berlari tangannya ditarik oleh deff sehingga ia mengurungkan niatnya untuk pergi.
"Kii kau ini kenapa, kau terus saja menghindar dariku! ketika aku mengirimkan pesan kau hanya membacanya, lalu ketika aku mengajakmu untuk masuk kelas bersama, kau mengabaikan ku, dan sekarang kau malah ingin pergi dan membiarkan ku sendiri disini, apa yang salah dariku"
__ADS_1
"Maaf deff, tapi ada hal yang harus aku selesaikan, tolong lepaskan aku"
"Katakan, apa yang harus kau selesaikan, bukankah janjimu untuk makan malam denganku tida kau selesaikan?"
'DEG' jantung kiara benar benar berdegup seperti menerima bom dari musuh yang akan segera meluluh lantahkan pertahanan hatinya.
"Maafkan aku, ini memang salahku, lain kali akan ku tepati janjiku"
Deff masih berdiri di ruang kelas itu, tertegun dan bersedih, seperti tida mengerti kejadian apa yang baru saja dia alami.
"Apa ini, apakah aku benar benar di campakkan olehnya? Mengapa dadaku terasa sesak? Aku sudah menaruh banyak harapan padanya, kupikir dia juga mencintaiku! Ada apa dengan hatiku yang tiba tiba menjadi cengeng seperti ini, apakah kiara benar benar menolak ku. Mungkin aku yang terlalu bodoh menyukai wanita yang telah menjadi istri org lain, bahkan dia lebih segalanya dariku, tentu saja aku yang bodoh, mana mungkin dia akan meninggalkan tuan yas yang seorang konglomerat ternama"
__ADS_1
Deff merasa terpukul menerima kenyataan ini, merasa bahwa dirinya benar benar bodoh karena sudah mengejar kiara sampai sejauh ini.
Disisi lain kiara terus saja berlari, dia tau apa yang harus dirinya lakukan, dia tau bahwa perasaanya adalah dia mencintai deff dengan sangat tulus, namun setatusnya yang sebagai istri orang, sangat mengganggu dirinya. Terlebih suaminya adalah orang yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian semua kalangan sahabatnya.
Kiara menaiki angkutan umum menuju rumah arka, dia berfikir akan menceritakan semua ini pada arka, karena arka adalah pengacara, mungkin saja arka paham akan situasi pernikahannya, dia harus menyelesaikan semua kegilaan yang telah dibuat tuan yas padanya.
Didalam mobil kiara terus saja meneteskan air mata, dirinya juga merasa terpukul karena telah membiarkan deff kecewa terhadapnya. Tapi perkataan bella pun ada benarnya, bahwa deff akan celaka bila mengusik kehidupan tuan yass. Bella mengatakan bahwa kiara dapat memperjuangkan cintanya asalkan dia menyelesaikan pernikahannya dengan yass.
*Maafkan aku deff, kau begitu kecewa terhadapku, mungkin kau akan berpikir bahwa aku mencampakkan mu, dan bahwa aku benar benar menolak mu, tapi jujur saja aku tida mau kau dan keluargamu terluka, biarlah aku yang menanggung semuanya, kebahagiaanku cukuplah hanya dengan melihatmu baik baik saja. aku pun tida ingin di pandang sampah oleh orang tuamu nantinya*
Lagi lagi hanya kesedihan yang selalu kiara rasakan, hidupnya sangatlah pilu dan suram, siapa yang akan tahan melihat gadis yang seharusnya berbahagia ria dengan hari harinya malah harus benar benar menderita memikirkan semua orang yang belum tentu memikirkannya.
__ADS_1
Bersambung ..