HIDUPKU

HIDUPKU
Kantor polisi


__ADS_3

Kiara kini benar benar menjadi seorang tahanan yang di mintai keterangan oleh pihak yang berwenang. Dirinya kini kebingungan harus bercerita pada siapa, dan harus meminta tolong pada siapa.


"Nyonya sebutkan nama anda"


"Kiara"


"Apa yang kau lakukan di rumah itu"


"Apa yang ku lakukan? Jelas jelas itu adalah rumahku. Sudah 10 tahun aku menempati rumah itu dengan kedua orang tuaku. Bagaimana bisa kau bertanya sedang apa aku di sana. Seharusnya yang kau tahan adalah dia, siapa dia dan bagaimana bisa dia berada di rumahku"


"Nyonya tenanglah sedikit, kau harus menyelesaikan daftar formulir ini terlebih dahulu"


"Bagaimana aku bisa setenang yang kau minta, sedangkan aku tida mengerti apa yang terjadi hari ini. Rumahku, semua barang barang milik ku. Kau tau aku sungguh bisa gila memikirkan ini"


"Nyonya sepertinya kau yang sudah tida waras. Kenapa kau terus berteriak di hadapanku"


"Cih, sialan"


"Siapa yang akan menjadi wali mu? Siapa yang bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan. Kau harus mengganti rugi untuk ini"

__ADS_1


"Jika kau mau, silahkan hubungi mereka melalui tuhan, kau bisa menjemputnya di pemakaman"


"Nyonya tolonglah jawab pertanyaan ku dengan benar. Dimana kartu identitas mu"


"Aku tida membawanya"


"Jadi kau benar benar harus di tahan didalam sel tahanan"


"Yasudah tahan saja. aku sudah tidak peduli lagi. Dan lagipula aku juga bingung harus kembali kemana jika rumahku saja sudah tida menerimaku"


Kiara benar benar merasa tabah jika memang harus dimasukan kedalam sel tahanan untuk waktu sekitar 24 jam. Setidaknya dia tida ingin kembali kerumah yas yang kejam itu. Dia juga bisa berfikir akan bagaimana besok jika bena benar rumah itu sudah jatuh ke tangan orang lain. Mungkin dia akan mencoba mendatangi rumah itu kembali agar mendapat kejelasan bagaimana ini bisa terjadi.


"Ah terserah kau saja. Tunggulah sampai kau bosan. Tida akan ada siapapun yang datang kemari"


Kiara dengan tenang merenung dalam sel tahanan itu, menunggu waktu pembebasannya tiba, memikirkan apa yang sebenarnya yas rencanakan untuknya. Mengapa dia sekejam ini? Menghilangkan semua jejak kenangan kiara dengan orang orang terdekatnya.


Hari sudah malam kiara masih saja terduduk dengan santai di dalam sel tahanan itu. Sampai tiba pada saatnya ada seorang yang berdiri di hadapannya dengan sangat gagah.


"Nyonya silahkan keluar, anda kami bebaskan"

__ADS_1


"Hah, bagaimana mungkin"


Kiara melihat sosok laki laki diluar sel tahanan. Ternyata yang menolongnya adalah yas dan sekertaris nya hans. Mereka yang telah berdiri dengan tatapan tajam ingin menerkamnya.


"Saya permisi dulu tuan"


"Baiklah, terimakasih telah menahannya disini, aku akan memperingatkannya untuk tidak lagi berbuat ulah yang memalukan"


Kiara semakin ketakutan karena yas mengatakan hal itu sembari yas dengan tegas menatapnya tanpa berkedip. Kiara masih berdiri kaku melihat yas yang samasekali tida menghiraukan ada siapa di sekelilingnya, dia hanya terlihat sangat marah pada kiara.


"Sayang mengapa kau masih berada di dalam, apa kau sangat menikmati tempat ini, keluarlah aku akan mengajakmu pulang"


Kiara benar benar hancur karena ketakutan. Maksud hati dia ingin menjauh dan lari dari pandangan yas, malah kini dia mendapat masalah karena melibatkannya dalam situasi ini.


"Hans, aku akan membawa istriku berobat di dokter kejiwaan untuk terapi, tolong sampaikan maaf ku kepada polisi yang menahannya. Lain kali tidak akan ada kejadian seperti ini, maafkan tindakan ceroboh istriku yang meresahkan ketenangan orang lain"


"Baik tuanku"


Hans yang sudah mendengar perintah tuannya seakan mengerti apa yang harus dia lakukan. Hans pergi begitu saja meninggalkan kiara dan yas yang hanya berdua saja saat itu"

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2