HIDUPKU

HIDUPKU
Jatuh cinta


__ADS_3

Hans sudah meninggalkan rumah sejak yas mengantarkan kiara kedalam kamarnya, jen sudah bertanya apa yang terjadi dan hans sudah menjelaskannya. Suasana rumah sudah tenang dan kembali normal, tida ada lagi yang menunggu atau mencemaskan keadaan kiara, dia sudah kembali, dengan penuh perhatian dan cinta yang di berikan oleh suaminya. Rasa cinta itu kini muncul dalam benak yas, dia merasa kini dirinya benar benar terperangkap dalam cinta yang mengatasnamakan kebersamaan yang singkat.


Ciuman itu telah berakhir, cukup lama yas dan kiara melakukannya, ini adalah ciuman pertama mereka yang dilakukan dengan keadaan sadar dan sepenuhnya keinginan dari salah satu pihak. Tida ada paksaan, tida ada tekanan, tida ada ancaman dari siapapun, ini murni keinginan kiara.


Yas menatap kiara lekat, dia belum menemukan yang dia inginkan, kiara masih sama seperti dulu, gadis yang selalu menyimpan dendam dan amarah dengan baik, yas tersenyum pada kiara membuat kiara salah tingkah dan merah pipinya.


"Kenapa wajahmu memerah"


"Benarkah? Kurasa aku terlalu banyak menangis, maka dari itu wajahku seperti ini"


"Benarkah!"

__ADS_1


"Memangnya wajahku terlihat sangat aneh sampai kau tertawa geli seperti itu"


"Tida. aku akan pergi, selamat malam"


'Cup'


Yas menyudahi percakapan kecil itu, dia mengecup kening kiara dengan lembut dan langsung meninggalkannya dalam keadaan tenang. Kiara menatap punggung yas, matanya tida beralih sedikitpun sampai punggung itu menghilang dari balik pintu. Lalu kiara benar benar seperti gadis gila yang sedang menahan rasa malunya karena telah mencium laki laki yang selalu dia tantang antara hidup dan mati.


Dia menenggelamkan wajahnya kedalam selimut tidurnya dan menendang nendang kasur yang tida bersalah.


Kiara menepuk beberapa kali bibirnya pertanda dia menyesali apa yang telah dilakukannya barusan.

__ADS_1


Dan apa yang terjadi dengan yas, apakah yas terlihat biasa saja dan menampakan keadaan cool, atau lebih parah dari yang kiara lakukan?


Yas menutup pintu kamar dengan rapat, memastikan pintu tida bisa terbuka lagi dengan sendirinya, setelah dirasa pintu menutup, tubuhnya yang kokoh dan selalu dia pertahankan dengan rasa wibawanya yang tinggi. Dia memegang dadanya, berusaha memegang kendali, tubuhnya sedikit goyah dan ingin ambruk kebawah lantai, dia terpaku membayangkan suasana yang baru saja terjadi antara dirinya dengan kiara. Dia benar benar merasakan degupan yang begitu hebat di dadanya, dia merasa wajahnya sangat panas dengan sensasi yang baru saja dia bayangkan kembali.


Setelah sadar dia masih berada di didepan kamar kiara, dirinya langsung mengontrol kembali keadaan tubuhnya dan menyadarkan dirinya dari lamunan panas itu, yas berjalan santai seperti biasa seolah tida ada yang terjadi padanya, seolah dia bereaksi biasa saja dan tida perduli, walaupun jelas jelas dia merasa senang bukan main.


Yas masuk kedalam kamarnya, segera menutup pintunya dengan cepat, dia berlarian seperti anak anjing yang kegirangan, dia merasa hatinya benar benar senang dan bahagia, lalu yas melemparkan tubuhnya keatas kasur, membayangkan kiara berada disisinya sedang tersenyum dengan segala cinta yang dia berikan.


"Benarkah kau melakukannya denganku? apa kau gugup tadi? Aku berusaha menahan rasa gugup ku sebisaku, apa kau masih merasakannya? Astaga (Yas tersenyum tida sadarkan diri) Aku, aku, aku bahagia kau menyukaiku, hatiku benar benar bahagia, jantungku serasa akan meledak, apa aku terlalu berlebihan, tapi ini benar benar membuatku gila"


Lagi lagi yas tida sadarkan diri, dia banyak berargumen dengan dirinya sendiri seperti org bodoh, dia bahagia dengan malam ini, dan dia merasa kini hidupnya tida sendiri lagi.

__ADS_1


Kiara benar benar membangunkan gairah cinta yang ada dalam lubuk hati yas yang terdalam, dia benar benar menanamkannya dengan sederhana pada yas, tanpa dia sadari yas benar benar merasakan dirinya jatuh cinta pada gadis malang itu.


Bersambung ...


__ADS_2