
Pagi ini jam menunjukan pukul 07.00 kiara terbangun dengan rasa sakit di bagian kepalanya. Dia sadar bahwa semalam dirinya seperti mabuk dan tertidur di dalam mobil.
"Aah kepala sialan, kenapa sakit sekali"
Kiara lantas bangun dari tempat tidurnya, dirinya terlihat masih benar benar belum sadar dari rasa kantuknya.
Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar yang terus saja bersahutan.
"Tok tok tok"
"Masuklah, aku sudah bangun"
"Selamat pagi nyonya"
"Ah ternyata kau jen, kepalaku masih terasa sakit, aku sepertinya mabuk semalam, tuan yogishima itu memang benar benar ke*arat"
Jen memang selalu mengawali pembicaraannya dengan tersenyum, dia selalu merasa memiliki hiburan tersendiri ketika melihat kiara menggerutu kekesalan.
"Nyonya hari ini aku harus mengajarkan mu pendisiplinan rumah"
"Aah aku tida akan mengerti jen. Apa yang akan kau sampaikan pasti bertentangan dengan apa yang tida ingin aku lakukan, aku tida mau mendengarnya"
"Jika begitu aku akan memberitahu tuan yas jika anda ingin tuan yas yang menyampaikan sendiri tentang semua ini"
"Apa kau sedang mengancam ku jen"
__ADS_1
"Apa ini terdengar begitu"
"Ayolah jeen, kenapa kau sekarang berpihak padanya"
Jen tida lagi menghiraukan apa yang kiara bicarakan, jen langsung bergegas membukakan tirai dan menyiapkan seluruh perlengkapan apa yang akan kiara kenakan.
"Jen kumohon dengarkan aku dulu"
"Aku tida ingin kau melakukan kesalahan nyonya, tolong turuti saja apa yang akan saya ajarkan"
"Apa semalam aku melakukan kesalahan? seharusnya tuan yas berterimakasih padaku, kau tau model itu benar benar cantik, tapi mulutnya tida pernah berhenti untuk berbicara, aku sampai bosan mendengarnya, tapi sejujurnya dia mengatakan apa yang memang benar, dan kerjasama antara kedua orang itu terlihat baik baik saja, jadi aku tida melakukan kesalahan jen!"
"Jika begitu, semua yang akan saya ajarkan akan dengan mudah anda terima, dan apa yang anda inginkan akan segera terwujud"
"Jadi anda masih tida mengerti"
"Sudah lupakan, sekarang katakan apa yg harus aku lakukan"
Sebelum jen membahas hal apa saja yang akan dia beritahukan kepada dirinya, jen meminta agar kiara tetap tenang dan jangan menyela ketika jen sedang berbicara, dia hanya di ijinkan berbicara ketika jen sudah selesai menjelaskan.
"Baiklah poin yang pertama
- anda akan belajar menjadi istri dari tuan ilyas gunawan
Poin yang kedua
__ADS_1
- semua jadwal keseharian anda akan berubah sekitar 50% dari yang anda sering lakukan
Poin terakhir
- anda tida di ijinkan untuk menolak"
"Jen apa kau bercanda"
"Jen, ayolah, aku belum siap menjadi seorang istri kenapa harus terburu buru untuk belajar, lagipula aku ini bukanlah istri sungguhan"
"Jen, katakanlah sesuatu"
"Saya akan mengajari anda mulai hari ini, hal yang harus anda lakukan untuk pertama kalinya adalah, jangan pernah bangun terlambat, anda harus sudah bangun pukul 06.00"
"Apa, kau sungguh benar benar gila ya, siapa yang akan bangun sepagi itu jen, apa tuan yas benar benar akan menyiksaku"
"Saya akan menunggu anda di luar nyonya, segera bersiaplah untuk mempelajari sesuatu mulai hari ini"
Jen pergi meninggalkan kiara yang masih dengan raut muka kebingungan, apa yang sebenarnya terjadi semalam, pikir kiara, dia sungguh merasa dirinya tida melakukan kesalahan, dia juga tida membuat kesal tuan yas setelah makan malam usai, apa ini hukuman untuk dirinya karena melawan tuan yas sebelum makan malam, kiara benar benar dibuat kesal oleh jen, satu ketika jen akan berbuat baik dan memberinya saran, namun disaat yang lain jen selalu bersikap kejam dan sedikit menakutinya.
"Aah benar benar sial hidup ku ini, aku payah sekali selalu merasa diriku paling buruk dari yang lain, ayah, ibu, aku ingin bertemu kalian, aku ingin mati saja, hiks hiks hiks"
Kiara merasa terintimidasi oleh perlakukan semua orang di rumah ini, terutama yas, hans, bahkan jen yang selama ini dia percaya. terlebih sudah seminggu ini dia tida melakukan kegiatan kuliah, tida bertemu bella dan sana, dan dia juga rindu ingin bertemu kekasih hatinya deffan, dirinya merasa sudah tida bisa menahan kejengkelannya kali ini.
Bersambung ..
__ADS_1