HIDUPKU

HIDUPKU
Sempurna


__ADS_3

Pagi ini Kiara duduk termenung menatap cermin, apa yang telah dia lakukan pada Yas benar benar mengganggu pikirannya pagi ini. Ciuman yang singkat itu membawa kiara pada bayangan seakan dirinya dan Yas sedang merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya.


"Selamat pagi nyonya"


"Ah, selamat pagi jen"


"Tuan yas memanggil anda ke kamarnya nyonya"


"Baiklah, aku akan datang"


"Saya permisi"


Kali ini Kiara merasa dirinya akan sangat malu berada dihadapan yas, apa yang akan Yas pikirkan dan akan dia bayangkan jika kejadian semalam masih terngiang dibenaknya.


Kiara menaiki tangga, menerima panggilan dari Yas yang telah di sampaikan kepada Jen beberapa waktu lalu. Ini adalah hari pertunangan Deff, hari dimana kiara akan menyaksikan kemunafikan Deff dan kebencian Risti padanya dan Yas. Semua telah berjalan atas putaran waktu yang mungkin hanya merujuk pada kata takdir.


"Apa kau memanggilku?"


"Masuklah"


Kiara menghela nafas, menyiapkan diri setenang mungkin karena akan bertemu dengan Yas detik ini.


"Bagaimana tidurmu?"


"Baik"


"Benarkah. Bisa kulihat dari tidak adanya lingkar hitam dibawah matamu"


"Kenapa kau memanggilku?"


Sementara kiara bertanya dan Yas menanggapi percakapan dari kiara, Yas sedang sibuk di depan layar laptop dengan suguhan secangkir teh hijau dan kue coklat kesukaanya yang telah tersedia diatas meja.


"Duduklah"


"Haruskah aku menemanimu di depan layar laptop mu?"


"Bukankah semalam pun kau menemani ku didalam mobil?"


Yas melirik kiara dengan jahil, meledek kiara agar lagi lagi mengingat hal yang sangat konyol yang akan membuat dia merasa terpojok.


"Sungguh. Ini selalu membuat ku jengkel"


"Duduklah, aku ingin menunjukan sesuatu padamu"


Kiara berjalan mendekati yas dan ikut duduk disampingnya melihat layar laptop yang sedari tadi sedang Yas perhatikan.


"Aku telah menyiapkan setelan untuk mendatangi pertunangan Deff, ini 3 dari yang terbaik yang aku suka, tapi jika kau merasa ini tida akan cocok dengan gayamu, aku akan menunjukan gambar yang lain"


"Baiklah, mari kita lihat apa seleramu sesuai dengan yang terlihat"


"Jujur saja, semua pakaian ku Hans dan Jen yang menyiapkan. Mereka berdua yang memilih dan mereka yang memutuskan menyukainya atau tidak. Aku hanya bisa menerka ini akan baik di kenakan olehku dan dirimu"

__ADS_1


Kiara terkekeh mendengar apa yang telah Yas sampaikan kali ini.


"Apa menurutmu ini terlihat menggelikan?"


"Sungguh aku minta maaf, tapi memang benar ini sangat menggelikan untuk aku dengar"


Kiara tertawa tanpa rasa malu, dia melepaskan apa yang menurutnya pantas di tertawakan, Yas malah menjadi ikut tertawa karena melihat kiara tertawa dengan menggemaskan. Suasana ini jarang sekali terlihat 10bulan belakangan ini, terlalu banyak ketegangan dan kesedihan yang telah mereka lalui.


"Jadi apa keputusanmu"


"Apa aku benar benar harus memilih salah satu diantara ketiganya? siapa perancangnya?"


"Maksudmu orang yang menawarkan setelan ini padaku?"


"Kurasa, ini kali pertama kau memesan setelan dengan seorang wanita"


"Kau sudah melewati batas. Aku seharusnya membiarkan semuanya datang dan kau akan memilih setelah semuanya tiba. Kau terlalu banyak menyinggung ku"


"Ayolah Yaas, aku hanya bercanda. Aku tau kau akan kesal dengan ini. Tapi, terimakasih sudah melibatkan aku untuk memilih setelan ini. Aku merasa lebih baik dan tida memikirkan apa yang akan terjadi nantinya"


Kiara dan Yas saling menatap, mereka saling membalas senyum manis itu, entah apa yang mereka pikirkan namun mereka tampak bahagia pagi ini.


"Apa kau keberatan jika aku memberitahu mu sesuatu"


"Katakan, aku mendengarkan"


"Rissti tida akan menyukai Deff"


"Kenapa kau melakukan ini?"


"Apa yang membuatmu bertanya? Apa karena Deff?"


"Sebenarnya jauh sebelum aku bertemu denganmu aku memang menyukai Deff, aku juga hampir mempercayai bahwa aku akan menjadi seseorang yang berarti baginya. Tetapi setelah semua berjalan beberapa waktu, aku menyadari bahwa deff bukanlah seseorang yang pantas aku tunggu selama 3 tahun ini, aku keliru dan salah mengenalnya, jikalau pun aku bukan istrimu, belum tentu juga aku menyukainya kembali. Aku hanya tida ingin kau dibenci banyak orang karena aku."


Yas semakin lekat menatap Kiara, dia tidak menyangka betapa Kiara sedikit perduli padanya, mengapa setelah apa yang dia lihat kemarin malam, dia malah semakin ingin merebut posisi Deff dihati kiara.


"Apa kau sedang mengkhawatirkan ku?"


"Kurang lebih"


"Terimakasih"


"Deff mengatakan dia akan mempermalukan ku didepan orang banyak nanti"


"Dia mengancam mu?"


"Beberapa waktu lalu aku sempat percaya padanya, dan mengatakan bahwa aku membenci pernikahan ini, itu karena kau sangat menakutkan bagiku"


"Lalu apa yang kau cemaskan?"


"Dirimu"

__ADS_1


Yass meraih tangan kiara dan menggenggamnya, dia mendekatkan wajahnya lantas berbicara pada kiara dengan sedikit berbisik;


"Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu, jika mereka membicarakan ku aku tidak akan perduli, tapi bagaimanapun jika kamu mendengarkan apa yang mereka katakan tentang keburukan ku, kumohon, tetap bersamaku dan memegang tanganku, aku tida ingin kehilangan kepercayaan darimu, ini adalah awal dari kesempatan untuk memulai bersamamu, jadi kumohon, bantu aku"


--**--


Waktu berlalu begitu cepat, hari sudah mulai sore, kiara telah bersiap dengan riasan yang cukup tebal namun terlihat sangat eksotis diwajahnya, apapun yang dia kenakan tampak terlihat begitu mewah dan mahal.


Monochrome Black and White simpel dan seksi menjadi pilihan yang Yas jatuhkan pada gaun dan setelan jas yang akan ia kenakan pada acara pertunangan Deff dan Risti.


Busana simpel dan multifungsi dengan balutan warna minimalis membuat desainer Chatrine puji memunculkan busana terbarunya dengan tema Monochrome Black and White. Konsep simpel tak hanya pada fungsi busana, tapi juga pada warna, dimana hitam dan putih jadi corak utama. Untuk bahan yang dipakai, ini menggunakan beberapa jenis seperti satin dan scuba pada kaos atau baju, dan kain organdi pada bagian bawahan dan rok. Kain scuba adalah kain berserat halus dan lembut dengan ketebalan 1-3 mm. Sedangkan kain satin adalah sejenis sutra yang ditenun memakai teknik serat filamen, sehingga permukaan tampak mengkilap. Perpaduan jenis kain ini ditambah organdi, membuat si pemakai jadi nyaman dan tak membuat gerah. Adapun potongan atau cutting yang dipakai bawahan atau rok sebagian menggunakan asimetri dress dimana pada bagian depan potongannya lebih tinggi daripada bagian belakang.


Kiara nampak cantik dengan gaun minim itu, kalung mutiara bermata satu di lingkarkan dilehernya yang cantik membuat sentuhan mewah yang amat apik dilihat, kiara benar benar seperti seekor rubah yang menjelma menjadi angsa.


"Kau sungguh tampak luarbiasa nyonya"


"Terimakasih. Apakah ini sudah selesai?"


"Tentu, kau hanya perlu memakai hils mu untuk terlihat lebih sempurna"


"Terimakasih banyak untuk kerja keras kalian semua"


Memang ada beberapa asisten yang membantu Kiara untuk berias dan memakaikan gaun minim itu. Nampaknya semua telah selesai dikerjakan, dan semua orang keluar kamar sehingga hanya tersisa Jen yang membantu Kiara memakai hilsnya.


"Kau terlihat sempurna nyonya"


"Terimakasih Jen, aku sedikit gugup sebenarnya"


"Kendalikan dirimu nyonya, semua akan baik baik saja"


Tidak lama suara ketukan pintu terdengar, seseorang yang ditunggu nampaknya sudah menunggu diluar.


"Apakah anda sudah bersiap nyonya?"


Hans mencoba bersuara agar seseorang yang didalam mendengarkan dan segera membukakan pintu. Lalu Jen dengan santai menarik gagang pintu dan mempersilahkan kiara untuk keluar kamar.


"Hans bagaimana penampilanku"


"Sungguh aku sampai tidak mengenalimu nyonya"


"Aku akan bersikap baik padamu untuk hari ini karena kau telah memujiku"


"Tuan Yas sudah menunggu anda nyonya"


"Baiklah"


Kiara tersenyum manis pada hans, menunjukan bahwa suasana hatinya sedang sangat baik dan tidak akan mungkin jika kiara berbuat hal yang macam macam.


Yas melihat kiara berjalan kearahnya yang sedang duduk menunggu diruang tamu. Yas tampak terlihat sangat terkejut melihat kiara yang benar benar sempurna, gaun yang dia pilihkan ternyata memang benar benar sangat serasi dan seakan akan diciptakan untuk tubuh Kiara yang indah. Sekarang dua sejoli itu tampak serasi seperti sepasang suami istri sungguhan.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2