
Pagi itu kira tersadar dari tidurnya, keadaanya sudah cukup membaik bahkan kakinya sudah dapat di gerakan perlahan. Kiara melihat ke sekitar, namun tida menemukan seorang pun di dalam kamarnya, ini kali pertama dia berada di rumah sakit dengan kamar VIP.
"Benar benar manusia menjengkelkan. Benarkah aku hanya menjadi seorang noda baginya, tidakkah dia merasa kasihan kepada diriku yang malang, alangkah bahagianya hati ini mendapatkan dia yang akan datang meminta maaf dan menyesali perbuatannya, semua hanya khayalan belaka, muak sekali aku dengan keadaan seperti ini, dulu aku adalah wanita yang tangguh dan kuat, berani berbicara dengan lantang jika aku benar. Ah keadaab ini membuatku gila"
Suara langkah kaki itu terdengar seperti mendekati kamar kiara, dengan perlahan suara pintu mulai terbuka sedikit demi sedikit, kiara penasaran dan memperhatikan siapa yang datang dari balik pintu itu, kemudian seorang suster menyapanya dengan sangat ramah.
"Selamat pagi nyonya, bagaimana keadaanmu"
Suster itu menyapa dengan hangat dan sopan, dia memeriksa keadaan kaki kiara yang telah di perban, tangannya di pegang oleh suster itu, suster mengatakan akan memeriksa keadaan darahnya, apakah masih normal atau sangat rendah.
"Aku akan memeriksa yang lain, apa ada keluhan yang ingin di sampaikan"
"Ah tida, terimakasih"
"Baiklah, anda akan sembuh total dalam 2 hari, bengkaknya pun sudah hilang, aku juga sudah menyuntikan obat nyeri, istirahatlah, serta makan yang baik"
__ADS_1
"Terimakasih suster"
Suster itu tersenyum manis dan meninggalkan kamar rawat kiara, tida beberapa lama perutnya seakan minta di isi sesuatu, dengan senang hati kiara mengambil makanan yang ada di atas meja, namun jaraknya terlalu jauh, butuh sedikit geseran badan untuk sampai meraih mangkok bubur itu.
"Biar ku bantu"
Sontak kiara sangat terkejut akan kehadiran suara itu, dia mengambilkan nampan berisi semangkok bubur, beberapa buah, dan juga air mineral, lalu di letakan nya nampan itu di atas pangkuan paha kiara.
"Makanlah, aku tida akan mengganggumu"
*Kau punya hak apa untuk menggangguku*
(Menggelengkan kepala) *Jangan menggangguku sialan, kau yang bilang barusan bukan*
"Apa kau menginginkan yang lain, biar hans yang akan mengantarkannya nanti"
__ADS_1
"Bagaimana jika kau yang membelikannya, aku ingin sekali makan sesuatu yang manis setelah menghabiskan bubur ini"
"Aaah, baiklah, aku akan keluar sebentar, biar hans yang menjagamu"
*Apa yang telah ku katakan, ini benar benar gila! Apa aku terlalu lancang mengatakan ini, tapi sungguh dia tida marah, dia menurutinya kali ini*
Yas pergi melangkahkan kaki, meninggalkan kiara dengan semangkuk bubur di nampannya, lalu meminta agar hans masuk kedalam kamar rawat agar kiara ada yang menemani.
Entah mengapa suasana hati yas saat ini sangat tenang, bahkan dia rela berjalan dan menuruti permintaan kiara.
"Nyonya kenapa kau meminta tuan yas yang membelikan sesuatu itu, kau bisa menyuruhku untuk pergi"
"Hans diamlah, jika dia tida meminta maaf atas apa yang telah dia lakukan, biarkan dia sedikit menurut, itu sebagai balasan ataupun pengganti maafnya"
Hans hanya terdiam, dan kiara segera menghabiskan sisa bubur yang ada di dalam mangkuk dengan lahap, kemudian melanjutkan berbicara pada hans.
__ADS_1
"Kau tau, aku benar benar membencinya hans, kapan semua ini akan berakhir? Kau tolonglah bantu aku, buat dia sadar dengan apa yang telah dia perbuat, aku tida mengandung anaknya, dan itu mungkin keberuntungan untuk ku agar aku tida bertahan sejauh yang dia pikirkan, aku tida akan membeberkan perbuatannya karena itupun akan membuatku sangat rugi, aku pun tida akan menuntut apa apa terhadapnya, aku hanya akan meminta satu hal, tolong biarkan aku bebas menjalani hidupku yang sebelumnya damai, aku hanya akan meminta satu hal itu, aku akan memberitahunya dan akan meminta agar dia meninggalkan aku secepatnya. kau tau hans hidup dengan nya bagaikan di neraka"
Bersambung ...