
Kini kiara telah sampai di rumah arka, rupanya arka sedang tida ada di rumah, ibu nya juga tida terlihat ada didalam.
*Apa yang harus aku lakukan, disini tida ada orang*
Disisi lain disebuah ruangan dalam kantor, yass sedang melamun dan memikirkan suatu hal yang sangat membuatnya terganggu.
Tiba tiba yas menelfon hans agar dia masuk kedalam ruangannya.
"Iya tuan, ada yang bisa saya bantu"
"Hans duduklah"
Hans kemudian melakukan apa yang tuannya perintahkan, dalam hatinya dia berfikir apalagi yang sekarang akan dilakukan tuannya.
"Hans apakah kau pernah berteman dengan seorang wanita"
*Hah, wanita? Harus aku jawab apa pertanyaan ini*
"Tentu tuan"
__ADS_1
"Benarkah?"
*Bersumpah Lah tuan, jangan sampai kau menanyakan siapa perempuan itu, aku pun hanya menjawabnya dengan sedikit pertimbangan, apa yang sebenarnya terjadi*
"Sebagian pria biasanya ada yang mempunyai seorang teman wanita, maksud ku mereka benar benar berteman, seperti sana adiknya tuan tomi, dia berteman dengan nyonya kiara dan bella sudah dari sejak lama"
"Kau benar hans. tapi untuk berteman apa yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu. Mm. Maksudku jika seorang pria ingin berteman dengan seorang wanita hal apa atau harus bagaimana melakukan sesuatu halnya?"
*K e p a r a t, mengapa seumur hidupku aku hanya belajar dan menuruti kata ayahku, aku tida tau bahwa berteman dengan seorang wanita akan di pertanyakan nantinya*
"mereka biasa menghabiskan waktu bersama, seperti makan, nongkrong, dan jalan jalan. Atau jika mereka pergi akan selalu terlihat bersama"
Yas berpikir sejenak dan mengangguk anggukan kepalanya, tanda dia sudah lumayan mengerti akan penjelasan yang diberikan sekertaris nya, namun yas masih ragu harus memulainya dari mana.
Yas malah bergurau dalam lamunannya, dia sibuk memikirkan apa yang telah dikatakan oleh hans, dia merasa ini adalah kesempatan yang bagus untuknya.
--**--
Kembali kepada deff yang ternyata dia telah mengikuti kiara sedari tadi ketika kiara berlari dari kelas, sampai deff melihat kiara ternyata akan menemui arka, hatinya benar benar merasa kecewa akan kiara, dia tida menyangka bahwa apa yang dilihatnya kemarin adalah benar, yaitu pemandangan bahwa arka menyukai kiara, dan sekarang deff menyimpulkan bahwa kiara pun menyukai arka.
__ADS_1
Dalam mobil deff terus memperhatikan kiara dan bergumam,
"Jadi ini adalah alasan penolakan mu untuk makan malam itu ki, kau berbagi kesedihanmu dengan dia, yang entah kau sudah mengenalnya berapa lama. Kau seperti memberiku kesempatan dan banyak ruang didalam hatimu lalu kau benar benar menolaknya dengan cara seperti ini. Baiklah jika ini mau mu, aku akan berhenti menyukaimu"
Deff pergi meninggalkan pandangannya pada kiara yang tengah terduduk di kursi depan rumah arka.
Tanpa kiara sadari dia sudah cukup lama menunggu, namun tida ada tanda tanda kemunculan dari arka sedikitpun, akhirnya kiara memutuskan untuk pergi dari rumah itu dan berniat akan kembali ke rumah yass saja.
Kiara berada dalam perjalanan pulang, ternyata di tengah keheningan dalam mobil umum itu ponselnya berdering cukup keras sehingga membuat dirinya segera mengangkat panggilan masuk itu.
"Halo"
"Nyonya ini saya sekertaris hans"
"Hans. Ada apa, mengapa kau tiba tiba menelfon ku"
"Nyonya tuan hans menginginkan anda untuk menemaninya makan malam diluar"
"Kenapa mendadak begini, seharusnya kau memberitahuku lebih awal, jika aku menolaknya apakah dia tida akan marah padaku. aku sedikit lelah hari ini"
__ADS_1
Mobil melaju cukup kencang karena jalanan tida begitu ramai jika dilihat, kiara akan segera turun di halte berikutnya, dirinya memutuskan untuk menghentikan pembicaraan dengan hans di telfon dan akan pulang menuju rumah dengan sedikit berjalan kaki.
Bersambung ...