
Pagi ini kiara terbangun dengan dering alarm yang biasa membangunkannya, walaupun dirinya merasa enggan bangun namun janjinya kepada jen tida dapat dia ingkari, bagaimanapun jen telah banyak membantu untuk dirinya, dia dibolehkan keluar tanpa harus banyak berdebat.
Kiara bangun dari tempat tidur, matanya sembab karena banyak menangis, kiara sadar bahwa semalam dia tida berganti pakaian ketika hendak tidur, kiara langsung mencari ponsel dan tasnya, ingin melihat ada jadwal apa hari ini di kampus, ketika dia menemukan dimana ponselnya langsung saja kiara mengambilnya dan membuka ponsel itu, tida di sangka ada sebuah pesan masuk dari nomor tida di kenal yang isinya
>ki kau baik baik saja bukan? Aku tida bisa tidur dengan tenang karena mencemaskan mu, harusnya aku tida membiarkanmu masuk kedalam rumah sendiri, tapi disisi lain aku takut tuan yas mengetahuinya, maafkan aku, lain kali pasti kita akan makan malam
Deff<
Pesan singkat itu membuat bulu kuduk kiara merinding, apakah dia tida salah membaca atau memang ini benar benar deff yang mengirimkan pesan terhadap dirinya. ternyata deff tida marah dan malah menghawatirkan keadaan kiara, sontak kiara yang pagi itu masih dalam keadaan sedih langsung bahagia setengah mati karena ternyata laki laki yang disukainya samasekali tida salah paham terhadapnya.
*Def tida marah, dia malah menghawatirkan aku, ya tuhan aku sudah sangat mengecewakannya tapi dia malah memilih baik seperti ini, aku seperti benar benar sedang jatuh cinta*
Kiara terus saja bergumam dalam hatinya seperti orang tida waras, dia juga menampakan senyum di bibirnya dengan manis, jantungnya benar benar bekerja dengan baik, sampai ketika dia pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan jen terkejut dengan keadaan wajahnya yang memerah.
"Nyonya jika kau merasa kurang baik biarkan saya yang melakukannya"
__ADS_1
"Ayolah jen, kau selalu mengatakan itu setiap pagi, aku baik baik saja, bahkan aku lebih baik dari sebelumnya, biar aku yg mengantarkan kudapan ini, kau hanya perlu menunggu"
"Baiklah jika ini mau mu, tapi apa tida sebaiknya anda mengganti pakaian anda terlebih dahulu, saya cemas tuan yas tida suka melihat itu"
"Astaga, kau benar jen, aku akan kembali sebentar lagi, aku harus mengganti pakaianku dulu, terimakasih jen"
Dengan terburu buru kiara lari kedalam kamar dan langsung memilih pakaian santai untuk di kenakan, lalu dengan secepat kilat dirinya telah mengganti pakaian dan langsung keluar dari kamar menuju dapur.
"Kau benar benar selalu menyelematkan ku jen"
"Anda hanya belum terbiasa saja, itu bukan apa apa"
"Mungkin karena anda banyak menangis nyonya, istirahatlah di rumah aku akan memberikan krim mata untuk anda nantinya"
"Terimakasih jen, tapi aku benar benar tida dapat diam di rumah, aku harus pergi nanti. Jen apa tuan yas akan marah karena semalam aku menepis tangannya dengan kasar, ya tuhan kau tau aku selalu melakukan hal bodoh yang membahayakan diriku"
__ADS_1
"Berhati hatilah nyonya, jangan sampai kau mencelakai dirimu"
"Ah aku mengerti. Jen aku akan memeriksakan keadaan tubuhku, tuan yas menanyakan apakah aku mengandung anaknya atau tida"
"Baiklah, akan saya siapkan dokter untuk anda"
"Haha kau bercanda, pakai tes kehamilan instan saja jen, tida usah repot begitu, jika nanti hasilnya aku memang sedang hamil barulah kita pergi ke dokter untuk benar benar memastikan"
"Tetapi akan lebih akurat jika dokter yang menanganinya nyonya"
"Jen, apakah tuan yas akan segera menceraikan aku, selama ini dia hanya memperdulikan aku hamil atau tida, dia samasekali tida perduli dengan pernikahannya, atau pun aku"
"Maaf nyonya ini sudah waktunya anda mengantarkan kudapan ke kamar tuan"
"Kau benar, aku akan pergi dulu"
__ADS_1
Dengan sedikit terburu buru kiara pergi menuju kamar tuan yass membawa teh hijau dan roti selai kacangnya, suasana hatinya benar benar membaik pagi ini, entahlah keajaiban cinta memang selalu dahsyat merubah seseorang.
Bersambung ..