HIDUPKU

HIDUPKU
Tawa ejekan untuk yas


__ADS_3

Kiara sudah siap dengan jeans panjang sampai ke tumit, dengan baju ungu muda yang sudah terlihat pudar,stelan baju yang longgar dan sedikit menampakan lehernya yang jenjang, menandakan stelan fashion anak muda kekinian. Kakinya dibalut sepatu hitam polos yang sudah terlihat usang, karena sering dia kenakan. Tas Selempang yang masih terlihat lumayan, dikenakan dengan begitu anggun di samping pinggangnya yang ramping. Rambutnya tida pernah diikat rapih, dengan sengaja kiara selalu menampilkan sisi urakan yang sangat dia sukai dalam fashionnya.


Kiara telah bersiap untuk berangkat ke kampus, suasana hatinya cukup baik dan tida banyak beban pikiran yang dia rasakan pagi ini, tapi ternyata saat kiara keluar rumah yas belum pergi dari rumah untuk ke kantornya, karena terlihat hans ya g masih memangku laptop duduk di ruang depan, lalu karena melihat kiara hans berdiri menyapa kiara.


"Selamat pagi nyonya"


"Hai hans, selamat pagi"


Tida lama yas kemudian menyusul terlihat dari atas anak tangga menuju meja makan.


"Selamat pagi tuan"


Kiara terkehek melihat penampilan yas yang terlihat aneh pagi itu. Suasana semakin seru saat hans pun ikut menyembunyikan tawanya dalam tundukan kepalanya.


"Baguslah kalian mentertawakan ku"


"Kau akan pergi ke kantor dengan busana ini, hahaha, jangan bercanda ini terlihat menggelikan, memangnya kau anak remaja berusia 24 tahun yang akan pergi ke kampus"

__ADS_1


"Aku akan menyiapkan pakaian anda tuan, tunggulah sebentar" timpa hans menyela.


"Tida perlu hans, hari ini aku memang tida akan pergi ke kantor, kau urus saja semua pekerjaanku. Aku akan pergi mengantarkan dia (menujuk kiara) ke kampusnya, dan aku akan menyamar menjadi mahasiswa tingkat akhir untuk mengetahui kegiatan apa saja yang dia lakukan di kampusnya"


Raut wajah kiara berubah menjadi masam, menjadi serius padahal beberapa detik yang lalu dia masih tertawa melihat kegilaan yas.


"Kau sudah gila apa. Apa kata semua orang nanti jika mereka tau kau bukanlah salah satu mahasiswa, dan lagi apa kata mereka jika aku bersamamu, kau sungguh cari mati"


"Hans lihat penampilanku, apa aku terlihat tua, apa aku tida pantas mengenakan celana jenas dengan stelan hoddie ku, sepatuku juga terlihat lebih trendi dibanding kau, gayamu norak sekali, semua terlihat usang bagiku, kau juga harus ingat usiaku tepat seperti yang kau katakan, 24 TAHUN. kau paham"


"Sungguh gila. Aku tida mau, aku akan pergi sendiri, hans tolong tahan dia. benar benar tida waras manusia ini"


"Heii aku akan mengacau di kampusmu jika kau tida memenuhi permintaanku"


"Mengacaulah sesukamu"


Kiara semakin tida perduli dengan teriakan yas yang mengancamnya, dia semakin menjauh dengan langakah kakinya dan akan mendekati pintu.

__ADS_1


"Baiklah jika kau ingin. aku akan memutusakan kerjasama untuk tenaga kerja yang akan mendaftar di kantorku. Hans segeralah buat keputusan tertulis itu, aku yakin akan ada hal menarik lainnya jika dia terus keras kepala"


"Baik tuan"


Sambut hans dengan senang.


Kiara terhenti dari langkahnya tepat di depan pintu, dia yakin yas tida akan main main dengan perkataanya, semua tida akan berubah bagi kiara walaupun yas telah dekat dengannya, kekuasaan akan selalu menjadi penawaran yang menjanjikan untuk mengancam.


Kiara membalikan badan, menatap dengan kesal pada yas.


"Baiklah, apa yang kau inginkan"


Yas tersenyum menyeringai kan bibirnya tanda kemenangan melawan kiara.


"Tunggu aku, kita berangkat bersama ke kampusmu, aku akan kembali sebentar lagi"


Yas menaiki anak tangga kembali, menuju kamarnya entah apa yang dia rencanakan.

__ADS_1


Hans benar benar menggelengkan kepala dan menahan tawanya untuk sahabatnya kali ini, benar benar totalitas yang sempurna untuk si pejuang cinta.


Bersambung ...


__ADS_2