HIDUPKU

HIDUPKU
Rencana jen


__ADS_3

Jen mencoba menenangkan kiara agar dia tetap berfikir jernih jika ingin melakukan sesuatu. Yas mungkin orang yang benar benar berbahaya jika di hadapi dengan kekuasaan, namun jen berfikir bahwa hanya kebaikan yang akan meluluhkan yas yang kokoh dan angkuh.


"Tenanglah nyonya"


"Jen bagaimana aku bisa tenang, kau yang memberitahuku sendiri tentang semua ini, aku melahirkan darah dagingnya aku akan hancur, aku tida melahirkan anak ini pun aku akan tetap hancur, lalu aku harus setenang apa?"


"Nyonya, kau bisa membuat tuan yas mempertimbangkan kembali akan hal ini asal kau mau berusaha"


"Berusaha seperti apapun akan percuma hasilnya jika dia tida pernah melihat aku layaknya manusia"


"Jika begitu buatlah tuan yas melihatmu sebagai manusia, Berusahalah agar tuan yas benar benar mencintaimu, lalu menginginkanmu ada dalam hidupnya"


"APA? Apa kau sudah gila jen. Dia yang bukan manusia, mengapa aku yang harus dilihat sebagai manusia? Siapa yang akan rela memberikan hati untuknya? iblis pun akan berfikir berulangkali untuk memberikan hati padanya"


"Anda pasti bisa nyonya karena anda adalah manusia, iblis tida akan mungkin bisa karena iblis tida mempunyai hati. Tuan yas adalah manusia, bagaimanapun dia memiliki hati yang perlu di perlakukan dengan penuh cinta"

__ADS_1


Kiara benar benar bingung akan perkataan jen kali ini. Jen menyuruhnya agar dia mendekati hati yang angkuh itu, memberikannya cinta dan kebahagiaan yang sesungguhnya, tapi bagaimana mungkin kiara dapat memecahkan kemustahilan ini.


"Nyonya aku akan membantumu, sekarang kau hanya perlu menuruti kata kata ku"


Jen sudah mempersiapkan apa yang harus kiara lakukan kali ini, dia sudah mengatur rencana dan strategi yang juga dirasa kuat untuk melawan kokohnya ke angkuhhan hati tuan yas. Jen masih punya sedikit harapan pada kiara agar dia benar benar bekerja keras untuk membuat tuan yas jatuh cinta padanya.


Kali ini jen akan mengambil langkah awal untuk membuat kiara cerdas. Bukan karena dia benar benar bodoh, tentu saja, jen ingin membuat kiara di kenal para deretan orang orang yang sejajar dengan tuan yas, membuat kiara merasa bahwa dia adalah gadis yang sempurna untuk di dapatkan, dan beruntung jika di miliki. Jen akan mengajari kiara cara bermuka dua dengan manis didepan orang orang yang menginginkan kekuasaan.


"Jen apa yang harus aku lakukan kali ini"


"Lalu apa hubungannya dengan ku"


"Tuan yogishima sudah memiliki istri sebelumnya, tentu saja dari pernikahannya yang pertama. Namun dari pernikahannya dia tida mempunyai anak, dan model itu sudah membuat rencana akan memiliki anak darinya"


"Apa tuan yogisihma sudah menceraikan istrinya yang pertama?"

__ADS_1


"Nyonya, ini adalah masalah jabatan dan uang, istrinya yang pertama tida akan pernah mau di ceraikan, dia akan tetap menerima dengan hati yang lapang jika suaminya tetap berselingkuh di belakangnya. Asal dia tetap memiliki saldo di ATM nya, tetap bisa bergabung dengan asosiasi orang orang terkaya di kota ini, dan tetap memiliki nama atas saham hotel suaminya. Lalu yang akan anda bicarakan bukan soal perceraian antara tuan yogishima dan istrinya yang pertama, anda harus mengerti perbincangan apa yang akan di sukai model itu ketika bersama anda"


"Aku tida terlalu suka mengobrol, aku akan banyak diam"


"Lalu tuan yas akan mencekik mu kembali setelah sampai di rumah?"


"Kau gila, itu sungguh mengerikan jen. Memangnya aku mengerti apa soal rumah tangga orang. Aku sendiri saja baru menikah 2 hari yang lalu, itupun dengan sangat terpaksa"


"Ini bukan soal rumah tangga seseorang nyonya. Tetapi tentang kepuasan seorang wanita demi uang"


"Lalu apa yang harus aku lakukan"


Kiara benar benar harus belajar banyak untuk menghadapi situasi seperti ini, jen memang ada untuk mendampingi kiara yang memang tida pernah memahami dunia konglomerat yang seperti mengharuskan seseorang tidak jujur pada dirinya sendiri dengan segala peraturan yang telah ada.


Tidak usah membenci seseorang secara berlebihan, cukup alakadarnya cukup pada porsinya, agar ketika kau mencintainya kau tida perlu mengingat betapa kau sangat memalukan karena pernah berjanji akan selalu membencinya.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2