
Yas sudah sangat cemas dengan keadaan kiara, sudah selarut ini dia belum juga kembali, tapi hans muak lagi² harus mencari keberadaan mahluk hidup yg entah dirinya akan bepergian kemana.
"Hans ini sudah lebih dari 30 menit sejak kita menunggu, tapi dia belum juga kembali, kau seharusnya mencari dia seperi kemarin"
"Tenanglah, kau ini sungguh mrepotkan, kita tunggu sajah sampai 24 jam, jika dia belum kembali baru aku akan mencarinya dan melapor polisi"
"Kau sudah gila apa, kenapa harus menunggu 24 jam, apa yg akan terjadi jika selama itu ketika kita hanya diam dirumah tida mencarinya, mungkin dia sudah tewas dari 5 menit yg lalu"
"Aku tida diam, kau juga tida diam, aku melacak ponselnya sedang mencari tahu keberadaanya, tapi kau dengar sendiri kan ponselnya mati ketika duhubungi, kau juga daritadi hanya mengomel, bikin pusing sajah"
"Aaah kepa*at kau hans, cepat temukan dia"
Yas benar² gelisah dan tida dapat mengontrol dirinya sendiri, dia terus memikirkan apa yg sebenarnya terjadi dengan wanitanya sampai² selarut ini dia masih belum kembali.
Namun ketika keadaan benar² panik dan rusuh oleh ocehan yas, pintu utama terbuka, yas dan hans melihat kearah pintu memastikan siapa yg datang selarut ini, dan ternyata dia adalah kiara dengan wajah lesunya.
"Kau"
Yas memberikan ucapanya yg hanya sekata dan membuat kiara terbengong di depan pintu.
__ADS_1
*apa yg sedang dia lakukan selarut ini, apa dia akan memarahiku karena pulang terlambat, aaah sial apalagi penderitaan yg akan ku hadapi*
Kiara memperlihatkan ekspresi matanya yg benar² malas melihat kedua org di hadapannya karena takut membuat keributan selarut ini.
Lain halnya dengan hans yg segera bangkit dan membungkukan badan menyapa kedatangan kiara dengan ramah.
"Selamat malam nyonya" sapa hans.
Tapi ini sungguh tida terduga, yas berjalan sedikir cepat menghampiri kiara dan langsung memeluknya dengan erat.
"Kau baik² sajah, kau tida terluka"
Hans benar² melihat kekonyolan itu, cinta memang membuat yas jadi menjijikan dan bodoh pikirnya.
"Ada apa denganmu, kenapa memeluku begitu erat dengan tiba²"
Yas segera melepaskan pelukannya dari tubuh kiara, karena tersadar dengan menahan rasa malu. Ekspresi hans benar² menahan tawa yg seakan akan ingin meledak kapan saja.
"Maafkan aku, aku hanyaaa.
__ADS_1
Sudahlah lupakan, kau sudah kembali dan keadaanmu baik² sajah"
Kiara berlalu meninggalkan yas dengan rasa canggungnya sambil berkata ;
"Lainkali tida usah mencemaskanku, kau juga tida perlu menungguku di depan pintu agar bisa memeluku, otakmu itu benar² tida beres"
Hans lagi² harus menahan tawa didepan kiara, padahal tubuhnya merasa sangat tergelitik dengan suasana yg terjadi antara yas dan kiara. Yas yg mendengar ocehan kiara yg berlalu meninggalkannya membelalakan mata menahan rasa yg sungguh² sangat memalukan.
Kiara sudah berlalu kedalam kamarnya, dan terdengan dia menguncikan pintu pertanda tida mau ada yg mengganggu.
Ini kesempatan hans untuk tertawa sebebasnya karena kiara sudah berlalu, menertawakan dengan puas dan iba, menertawakan yas yg masih mematung ditinggalkan dengan kejam oleh kiara.
"Kau sudah puas tertawa, sekarang biarkan aku yg memukulmu"
Kini yas kesal dengan tingkah hans yg terus mentertawakan dirinya yg di acuhkan dan di abaikan oleh kiara.
---*---
Yas berlalu meninggalkan hans sendirian di lantai bawah setelah dia puas bergelut dengan hans. yas segera menaiki tangga menuju kamarnya dengan wajah masamnya.
__ADS_1
Bersambung ..