
Sudah 2 minggu lamanya kiara bekerja di barr tomi, dia menikmati setiap hari yang di lewatkan bersama teman barunya di barr, kiara sudah mendapatkan uang dengan kerja kerasnya sendiri, dan dengan keringatnya sendiri melalui barr skye, dia bahagia bisa bertumpu pada kakinya sendiri, tida lupa sesekali bella dan sana berkunjung untuk memastikan temannya baik baik saja di barr.
Hari ini semua karyawan di informasikan oleh nyonya sisil akan kedatangan tamu yang sangat penting dan istimewa, semua karyawan diperintahkan untuk jaga sikap dan sopan santun saat nanti siapa saja yang terpanggil melayaninya. Nyonya sisil juga berpesan, agar tida ada yang bicara sedikitpun selain sapaan biasa, tamu ini sangatlah istimewa untuk boss, namun nyonya sisil tidak memberitahukan di kamar nomor berapa tamu istimewa itu berada.
Kiara melepas ketegangan dengan sedikit bercanda bersama teman akrabnya di barr dan berceloteh;
"Hei vio, apa kau tau wajah tamu kita kali ini, apa dia sudah pernah datang sebelumnya? Apa perutnya membuncit seperti yang sering kita lihat di kamar kamar lain seperti kemarin? haha"
Sambil tertawa kecil kiara melontarkan pertanyaan pada teman wanita di sisinya, vio yang sudah akrab sedari pertama kiara bekerja langsung menyeringai dan membalas
"Ah kau benar ki, mungkin rambutnya sudah hilang separuh, atau mungkin gaya rambutnya seperti mangkok, haha aku geli membayangkannya"
Vio membalas celetukan kiara, keduanya tertawa puas karena perihal kecil, suasana mencekam di dalam kamar tamu memang menjadi hal yang kadang menakutkan, namun mereka mereka yang ada disini adalah orang yang terampil dan sudah terlatih menghadapi hal semacam itu.
"Hei aku mendengar cuitan itu, hati hati jika terdengar mami sisil, bisa mati kalian"
Seorang wanita bernama sera menyela di tengah tawa kiara dan vio, dia adalah gadis yang manis berperawakan molek dengan rambut sebahu, menurut kiara sera lebih pantas menjadi seorang pramugari ketimbang berada di barr dan melayani para lelaki hidung belang, dadanya yang berisi dan pinggulnya yang molek membuat semua laki laki yang melihatnya bisa saja menerkam dengan sekali lirik.
"Sera kau mengagetkan saja" ujar vio
"Memang apa yang kau tau tentang tamu ini" ucap kiara
"Aku sudah pernah mengantarkan minuman keruangan nya, kau tau, udara dingin di ruangan itu serasa bertambah 10 kali lipat dari ruangan lain"
"Benarkah kenapa bisa begitu?" ucap vio
"Kau belum pernah dengar aku bergosip dengan yang lain tentang tamu ini, aku benar benar tida akan masuk yang kedua kalinya. Hei vio, kau sudah lama bukan bekerja di sini, kau tau mona, lisa, dan juga sasya, mereka merasakan hal yang sama, mereka menceritakan hal yang sama, lalu mereka bilang mereka tida akan masuk yang kedua kalinya, pun sama dengan apa yang aku rasakan, maka dari itu, setiap nyonya sisil memberitahukan hal ini, mereka langsung mengambil alih orderan di barr atas, dengan berbagai alasan"
Tuturnya panjang lebar dengan raut yang serius dan aga berbisik pada kiara dan vio yang mendengarkan dengan seksama.
__ADS_1
"Lalu apa yg harus kita lakukan sekarang" ucap keduanya dengan kompak.
"Kalian berdoalah jangan sampai kalian masuk kedalam sana, aku tida bisa berbuat apa apa. Aku juga hanya memberitahu pada kalian, aku ingin membantu kalian karena aku rasa kalian anak anak yang baik menurutku"
"Lalu kau, bagaimana kau akan menyelamatkan diri dari tamu itu, sedangkan yang lain sudah ambil posisi ke bar atas, tida mungkin kau akan mengambil jalan yang sama" ucap kiara
"kali ini menjadi ladies penghibur adalah sebuah keberuntungan untu ku, sepertinya di saat seperti ini aku akan memakai jurus ini, tadi aku segera menghubungi laki laki yang ingin membayar ku, dia akan segera menjemput ku, dia adalah tamu langganan ku, aku menyuruhnya mengajak keluar dari barr untuk boking out, tida masalah walaupun dia terlihat lebih tua, yang terpenting aku selamat malam ini"
Tegas sera pada kedua gadis manis di hadapannya.
"Memang semenakut kan apa dia, kenapa semuanya juga terlihat cemas, sepertinya nyonya sisil juga mengatakan agar kita jangan bicara apapun di sana. apa kau tau tampang tamu itu seperti apa, apa kau bisa memberitahu kami secara gamblang keadaan waktu kau di sana, aku kuatir jika aku yang pergi akan melakukan kesalahan" tutur kiara
"Hei aku juga kuatir, malah sekarang bulu kuduk ku teras berdiri semua" sahut vio.
"Ah, tamuku sudah datang, aku tida bisa bicara lagi sekarang, aku harus pergi buru buru, kau berdoalah, dan pastikan tida melakukan kesalahan sekecil apapun"
"Sial kenapa dia pergi" sahut vio
"Aku rasanya ingin cepat pulang vio"
"Jam masih menunjukan pukul 10 ki"
Mereka berdua seperti menerima tamparan mendarat di wajah mulus mereka, keduanya hanya duduk terdiam mematung dengan kaki dan tangan gemetaran seperti orang tida berguna, apa yg selanjutnya akan terjadi malam ini, orang seperti apa yg akan mereka hadapi, entahlah mereka juga masih memikirkannya.
--**--
"Semuanya rapikan pakaian kalian, semua tamu sudah masuk, persiapkan diri kalian untuk menerima pesanan, antarkan sesuai nomor, saya tida akan memberitahukan tamu khusus kita meminta minuman apa, tapi setelah kalian menerima sebuah kertas, kalian harus menyebutkan minuman apa yang dia pesan, lalu kalian akan mengantarkan minuman tersebut ke kamar nomor berapa, setelah itu baru saya akan memberitahukan tamu kita ada di kamar nomor berapa, paham"
"Paham nyonya"
__ADS_1
Semua karyawan menunduk dan mengucapkan kata paham serempak seperti itu.
Lalu selembar kertas kecil di taruh di atas meja, ada 10 karyawan yang sekarang akan di tugaskan memasuki 10 kamar, semua karyawan di mintai mengambil kertas itu, setelah semua mengambil, mereka berjejer kembali, lalu nyonya sisil meminta semuanya membacakan isi dari kertas itu sesuai intruksi tadi, kiara berada di urutan ke 6 untuk membacakan isi kertas itu, semua amat tegang, seketika lidah semua karyawan serasa berat untuk membaca, tangan mereka dingin dan kaku, takut mereka memegang minuman yang di pesan oleh tamu khusus. Termasuk kiara dan vio yang amat ketakuan, bahkan mereka sempat mendengar sekilas cerita dari sera tentang tamu khusus itu. Kiara memohon agar tuhan berpihak padanya kali ini.
Sudah 5 waiters yang menyebutkan minuman apa saja yang di pesan serta mau di hantarkan kemana pesanan itu, namun nyonya sisil belum saja berucap apa apa, sebenarnya apa yang di tunggunya, pikir semua waiters yang belum mengambil giliran membaca, kini giliran kiara menyebutkan apa saja yang di pesan di dalam kertas, dengan gugup kiara mengangkat kertasnya lalu menyebutkan pesanan.
"Pesanan dengan segelas vodka, wiski, dan margarita, lalu di antarkan ke kamar nomor 107 nyonya"
DEG, semua karyawan menoleh ke arah kiara, mereka seakan paham bahwa yang mendapatkan jackpot mengerikan adalah kiara, karena nyonya sisil tersenyum menandakan permainan telah berakhir, dan karena kamar nomor 107 adalah nomor yang di pakai tamu khusus itu tiap kali ia kemari.
"Kalian sudah tau bukan, kiara yang mendapatkan jackpot untuk masuk kamar 107. Barista kalian tau apa yang harus kalian siapkan, lalu kiara beriskap anggun lah dan hantarkan minuman mu dengan manis, jangan lakukan kesalahan sekecil apapun, jangan tegang, rilex seperti biasa, seperti kamu mengantarkan minum ke kamar kamar lain. Dan kamu akan mendapat bonus 10kali lipat dari upahmu satu minggu. Itu adalah bonus untuk yang akan masuk ke kamar 107. Sebelum kiara masuk dan benar benar mengantarkan pesanan, dan sebelum saya pergi meninggalkan kalian, saya akan menawarkan seperti biasa, apakah ada yang mau menggantikan kiara masuk ke kamar tersebut? Tentunya dengan imbalan yang tida sedikit bukan ! Saya akan berhitung sampai 3, jika tida ada yg mengangkat tangan, saya ucapkan selamat pada kiara memenangkan bonus ini. Hitungan akan saya mulai, 1 .. 2 .. 3.. Cukup semua selesai, bekerja dengan baik seperti biasa, selamat malam semuanya"
"Selamat malam nyonya"
Semua pegawai membungkukan badan tanda salam hormat kepada nyonya sisil, pembicaraan yang cukup panjang telah usai. 10 menit waktu yang di miliki kiara untuk mengantar minuman, semua berharap kiara keluar dari ruangan dengan damai.
"Kiara, kami akan membuatkan minumannya sekarang, tolong bersiaplah, 10 menit lagi kau harus berjalan ke kamar 107, jangan melakukan kesalahan sedikitpun"
Ucap barista yang ada di belakang meja bar.
"Ah baik lah ka, aku akan bersiap merapikan pakaian dan rambut ku, aku akan siap dengan 5 menit" ujar kiara
Semua sibuk mengambil bagiannya, namun kiara terus mengoceh dalam hati, entah mengapa semua orang seperti mengisyaratkan kalo semua mendukungnya dari bentuk doa.
Kiara bercermin dalam toilet merapikan pakaian dan juga tatanan rambutnya, dengan seksama dia melihat satu persatu tampilannya tanpa terlewatkan.
"Apa apan, semua seperti mengiringi kepergian ku ke alam kubur, apa mereka sudah gila mengirim aku yang baru 2 minggu bekerja kepada kandang macan itu. Ya tuhan apa ini akhir hidupku yang teragis? Benar benar sempurna skenario mu ini. Cih lihat, aku bahkan malas merapikan baju dan rambutku kali ini. Baiklah mari selesaikan malam panjang ini"
bersambung ...
__ADS_1