
Kiara tida lagi memikirkan antara dua orang yang tadi siang berkelahi entah karena apa, setau semua orang yang melihatnya, ini samasekali tida ada kaitannya dengan kiara, jadi dia tida dibebani oleh pertanyaan dari orang orang di kampus.
Seorang dosen yang berada di kelasnya yang juga melihat kejadian tida terpuji itu langsung mencari tahu siapa pria yang tengah unjuk gigi untuk mencari ketenaran di kampusnya, namun hasilnya benar benar nihil, tida ada seorangpun yang mengenal laki laki tampan yang menyamar jadi mahasiswa tersebut.
Kiara Pun dipanggil keruangan nya untuk memberikan keterangan barangkali dia mengetahui sesuatu karena pada saat kejadian dia yang berada paling dekat dengan deff.
"Kau benar benar tida mengenalnya?"
"Saya yakin 100%"
"Saya sungguh heran, mengapa dia sampai melakukan perkelahian itu, tapi keadaan deff juga baik baik saja, dia sepertinya tida benar benar akan menghabisi deff"
"Bagaimana anda bisa tau?"
"Deff mengabari ku, laki laki tadi benar membawanya ke rumah sakit untuk berobat. Deff menyuruhku melupakan kejadian tadi pagi, aku pikir ini suatu kejadian yang janggal"
"Ku pikir deff dan laki laki itu saling mengenal. Mungkin juga mereka sedang bertengkar kecil tadi pagi, wajar bukan jika berkelahi, mereka itukan laki laki"
"Kau ada benarnya juga"
"Jika tida ada sesuatu yang akan ditanyakan lagi, aku akan permisi"
__ADS_1
"Baiklah, terimakasih atas waktumu"
Dosen mempercayai bahwa kiara tida mengenal yas dengan baik, dan dia segera melupakan kejadian tida menyenangkan yang terjadi di dalam kelasnya.
--**--
Hari sudah hampir gelap, kiara sekarang berada di posisi sangat bingung, dia akan pulang ke rumah, akan tetapi takut yas melakukan sesuatu yang mengerikan terhadapnya, dia tida pulang pun harus kemana perginya, dan lagi yas pasti juga akan mencarinya. Situasinya benar benar kacau hari ini. Namun saat kiara sedang berjalan menuju halte, ponselnya berdering menandakan ada sebuah pesan masuk.
'Apa aku bisa bertemu denganmu? Aku butuh waktu untuk bicara'
'Apa keadaan mu baik baik saja, apa kau terluka parah?'
'Kau ada dimana? biar aku jemput, aku akan mengajakmu makan'
'Kau tunggu aku jika begitu, beri aku 15 menit untuk menemui mu di depan rumah tuan yas'
'Kau sudah gila?'
Pesan terkahir kiara hanya dilihat oleh deff, dia sengaja tida membalasnya sebab dia akan tetap menemui kiara. Tuan yas sudah memberi izin, jadi dia tida lagi harus bersembunyi untuk menemui kiara, tuan yas pun sepertinya sudah mengetahui perasaan antara keduanya, jadi pernyataan untuk bersaing secara sehat dan menunggu layaknya seorang pria sejati telah yas lakukan untuk cintanya.
--*--
__ADS_1
Kiara sudah berjalan kaki menyusuri tiap tiap jalan dari halte secara perlahan. Langkah kakinya tetap akan pergi menuju rumah tuan yas walaupun dia tau akan ada deff yang menunggu.
*Ini harus di selesaikan, tida akan ada lagi yang harus lari dari kisah yang rumit ini*
Hatinya terus bertanya dan menguatkan, tentang hal hal apa saja yang akan terjadi bila deff dan dirinya saling bicara dan di ketahui oleh tuan yas.
"Kau terlambat? Apa kau sengaja memperlambat langkah kakimu?"
"Kau sudah gila? Bagaimana jika yas tau kau ada disini? Pergilah kita akan bicara lain kali"
"Aku tida ingin lain kali, aku tida punya banyak waktu untuk kita bicara, aku ingin semuanya jelas saat ini juga"
"Jadi apa mau mu?"
"Aku ingin mendengar jawaban atas pertanyaan ku?"
"Pertanyaan?"
"Tentang hatimu. Apa kau mencintau ku?"
Kiara dan deff bicara sangat serius di halaman depan dekat gerbang rumah yas, tanpa keduanya sadari ternyata yas menyaksikan gerak gerik keduanya di atas kamar tidurnya di balkon. Yas tida sengaja ingin melihat keadaan luar rumah namun entah kebetulan seperti apa yas melihat hal yang benar benar membuat hatinya kembali bergejolak ingin melakukan sesuatu.
__ADS_1
Bersambung ...