
Yas telah sampai di kantornya, dan benar saja atas dugaan hans bahwa tuan yohans sudang menunggu kedatangan yas siang itu, ini memang sesuai rencana yas dia akan sedikit berleha leha menghabiskan waktu yang tida penting seperti bangun terlambat, perjalanan yang memakan waktu dan sedikit mengabaikan kedatangan ayahnya deff.
"Selamat pagi tuan yas"
"Aah tuan yohans, selamat pagi, maaf sudah membuat anda menunggu"
"Tida masalah tuan, saya merasa terhormat bisa bertemu dengan anda"
"Baiklah, silahkan masuk dan mari berbicara dengan hangat di dalam"
"Silahkan tuan"
Yohans kala itu masuk terlebih dahulu kedalam ruangan, disusul oleh yas yang akan segera memulai pembicaraan, namun dirinya teringat sesuatu, ya bahwa hari ini adalah kepulangan kiara dari RS, yas membalikan badan dan kembali keluar ruangan untuk menemui hans agar hans dapat menjemput kiara dan menyuruhnya untuk berdiam di rumah, hari ini mungkin yas akan sibuk dan banyak pekerjaan, sehingga tida dapat membawa kiara pulang bersama dirinya.
"Hans, kau harus menjemput gadis itu, belikan buket bunga, dan beritahu dia jika aku sedikit sibuk, suruh dia menunggu di rumah walau sampai larut malam, aku akan mencoba mengobrol dengannya"
"Baik tuan"
"Aku akan segera menemui yonas tida ada waktu lagi"
Yas kembali berjalan cepat memasuki ruangan pribadinya yang kala itu sudah ada yohans di dalam sedang melihat lihat seisi ruangan dengan kagum.
"Ekhm"
"Saya sangat bangga karena dapat memasuki ruangan anda tuan, saya memang sering berkunjung ke kantor pusat, namun baru kali ini saya memasuki ruangan anda, semua sering tertahan dan di handle oleh sekertaris anda, saya adalah orang yang beruntung"
"Duduklah"
__ADS_1
"Terimakasih tuan"
"Aku tida akan berbasa basi"
"Silahkan tuan"
"Kau mempunyai anak satu satunya bukan"
"Benar tuan"
"Dia bernama deffan, masih sebagai seorang mahasiswa di usianya yang ke 23 tahun, ini adalah tahun terakhirnya, kamu sangat mendisiplinkan anakmu, sampai dia selalu mempunyai nilai yang bagus di setiap ujiannya"
"Terimakasih tuan, anda mengenal dengan baik putra saya"
"Benar, bahkan lebih baik daripada ayahnya"
"Maaf tuan"
"Tapi aku menyuruhnya untuk belajar lebih giat agar bisa ber-infes ide di perusahaan anda tuan, bahkan saya berencana mengirimnya keluar untuk lebih mematangkan kemampuan yang dia miliki"
"Aku sudah mengaturnya, tida ada yang sulit untuk ku"
Yas kemudian menyodorkan foto seorang gadis yang sangat cantik kepada yohans sebagai tanda yas sudah merencanakan perjodohan ini.
"Aku seperti mengenalnya"
"Tentu, dia adalah seorang model dan juga koki yang hebat, dia juga pernah menjadi seorang arsitek yang sangat handal untuk mendukung usaha kedua orang tuanya saat membangun hottel RINET"
__ADS_1
"A , dii, benarkah, apakah ini mungkin"
Yohans benar benar menutup mulutnya karena keterkejutan ini.
"Namanya RISTI, anak tunggal dari tuan riswan dan ny.netti, dia satu satunya nya pewaris hottel dan bisnis property kedua orang tuanya"
"Tapi bagaimana mungkin mereka akan menyetujui perjodohan ini"
Belum sempat yas menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh yohans, tiba tiba ponselnya berdering, dan dilihatnya ternyata panggilan itu dari hans.
"Maaf aku harus menerima panggilan ini dahulu"
"Silahkan tuan"
Tanpa yas sadari ternyata yohans sangat kegirangan dan benar benar bahagia atas apa yang di dengarnya, benarkah tuan yas akan membantunya mengenai perjodohan ini, apakah ini awal dari kesuksesan yang ia harapkan ?
Saat yohans sedang asik dengan kebahagiaanya, yas menerima panggilan dari hans yang sudah menunggu sedari tadi.
"Hans katakan apa yang terjadi?"
"Dia tida ada di RS tuan, dia sudah pergi beberapa jam lebih awal, maafkan aku terlambat menjemputnya"
"Sudahlah, cari saja dia, kau jangan menyalahkan dirimu sendiri, dia tida akan jauh dari RS, temukan dia sebelum aku kembali ke rumah, aku akan mengurus pertemuan pertemuan selanjutnya, aku mengandalkan mu hans"
"Baiklah tuan, aku akan menemukannya dengan segera"
"Baiklah"
__ADS_1
Tut tut tut. Panggilan itu berakhir begitu saja, tida banyak yang mereka bicarakan, yas sadar masih banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan saat ini.
Bersambung ...