
Sekertaris hans berencana menemui kiara hari ini, dia akan menggunakan cara yang akan menyudutkan kiara nantinya, jika kiara benar benar akan menolak pernikahan itu, sekertaris hans sangat bersemangat hari ini, dia akan segera menemukan perempuan yang akan menjadi penghibur tuannya dikala dia murka.
Kiara saat ini sedang berada di sebuah mall untuk mencari udara segar, dia juga berjanji akan bertemu dengan sana dan bella disini setelah mreka usai melaksanakan kegiatan kampus mreka.
"Sepertinya 10 menit lagi mreka akan sampai, aaaah lega sekali rasanya, bebas, segar, dan tenang sekali disini, pundakku pun terasa jauh lebih ringan rasanya"
Saat dia sedang berargumen pada dirinya sendiri dia terkejut ada seseorang di depannya dengan senyum yanv tentu sangat menakutkan.
Kiara sempat ingin lari, namun rencananya di gagalkan karena ada seseorang berperawakan besar yang juga sperti akan menghadangnya, kiara kemudian terdiam di tempanya melihat apa yang akan sekertaris hans lakukan padanya.
"Nona tolong ikutlah aku sebentar ke sebuah kedai minuman, aku ingin berbicara dengan anda"
"Apa kemarin kurang jelas pembicaraanku? Apa kau belum juga mengerti tentang penolakanku, jadi apalagi yang ingin kau bicarakan"
"Nyona sebaiknya kau hati hati, pelankan suaramu dan ikutlah aku dengan tenang jika tida ingin terjadi sesuatu dengan mu"
"Jika begitu bicarakanlah disini, aku tida ingin pergi kemanapun"
"Ah jadi rupanya nyonya sangat menyukai jika pembicaraan kita di dengar oleh orang lain, baiklah jika begitu, tapi bukankah ini sangat bertolak belakang dengan pembicaraanmu kemarin?"
"Jangan coba coba mengancam ku yah, aku tida takut dengan mu. Haha, aku akan berteriak jika kau melakukan sesuatu terhadapku"
"Benarkah, mari kita lihat dari sudut pandangku, kondisimu sekarang, pakaianmu lusuh, wajahmu ta terawat, rambut mu berantakan, siapa yang akan menduga aku mengganggumu, dan sebaliknya jika aku mengatakan kau mengambil sesuatu miliku, semua org tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja"
"Cih, licik sekali pikiranmu. pandai sekali kau membaca situasi, dasar menyebalkan. Tapi Baiklah kau memang berkata benar kali ini, aku memang akan terpojok jika begitu, Jadi mari kita selesaikan secara baik baik"
"Silahlan ikut aku nyonya"
Hans menuntun jalan, diikuti langkah kiara dari belakang yang disusul oleh 2 org berperawakan besar dibelakangnya, membuat kiara merasa tida nyaman dalam situasi itu.
Sudah sekitar 15 langkah hans melangkahkan kakinya, namun tiba tiba kiara berargumen.
__ADS_1
"Mmm permisi sekertaris hans, aku akan menghubungi ke2 temanku terlebih dahulu, tadi aku berjanji menemuinya disini, jika mreka menungguku aku akan merasa bersalah, jadi tolong biarkan aku ketoilet sebentar untuk menghubungi mereka, kau tau disini cukup berisik rasanya"
"Kau tida usah repot repot menghubungi mereka nyonya, aku sudah menghubunginya terlebih dahulu, bahwa kau tida bisa menunggu mereka karena suatu alasan, jadi tetaplah berjalan dan ikuti aku saja nyonya"
"Hei bagaimana mungkin, bagaimana kau tau tentang nomor ponsel mereka? Apa kau bercanda"
"Bagiku itu adalah pekerjaan yang sangat mudah nyonya, percayalah, mreka tidak akan datang menemuimu walau kau berdiri semalaman disini"
Kiara hanya diam dan menggerutu dalam hati.
*Ah benar benar sialan orang ini, dia pintar sekali menyudutkan aku, apa apaan ini, seperti aku pembantunya sajah yang harus mengikuti segala peraturan yang dia ucapkan, benar benar menjijikan*
Kiara masih sajah berjalan mengikuti langkah kaki hans yang berada di depannya, dia seperti tida dapat berkutik sekarang, dan hans hanya tersenyum bangga karena rasanya telah memenangkan peperangan kali ini, setelah kemarin hans benar benat kesal dibuat oleh pembicaraan kiara yang begitu menyindir tuan nya.
Kini kedua orang itu tengah duduk berhadapan disebuah kedai dalam mall yang tida cukup ramai, itulah mengapa hans mengajaknya kesini, membuat hans lebih leluasa mengancam kiara nantinya, dan membuat kiara merasa terpojok bahkan hans berharap kiara takut terhadapnya kali ini.
"Anda tau jika keramaian ini tida memperhatikan anda sekarang"
"Apa yang ingin kau bicarakan sekarang hans, terus terang sajah dan katakan dengan jelas"
"Jangan bertele tele hans, aku tida punya banyak waktu, aku juga tida suka berbasa basi dengan orang sepertimu, jadi langsung sajah pada intinya hans"
"Hmh (hans menyeringaikan sudut bibirnya) kau sungguh hebat nyonya, dengan situasi seperti inipun kau masih sangat berani dengan perkataanmu"
"jangan berbicara formal denganku, kau lebih tua dariku, tapi aku memanggilmu hans, jangan panggil aku nyonya aku bukan majikanmu"
"Tapi sepertinya panggilan ini akan terus saya lontarkan terhadapmu nyonya, karena memang kau akan menjadi majikanku sebentar lagi"
"Cih, kau sudah gila ya, apa yang kau maksud dengan perkataanmu. Sekarang katakan apa maksudmu ingin berbicara denganku"
"Aku akan memaksamu menikah dengan tuan yas nyonya"
__ADS_1
"Hahahha, apa kau kurang kerjaan hans berbicara begitu padaku, apa tuan mu itu sudah hilang akal, aku menikah dengannya? Hahah kau pikir aku bodoh. Kau tau jika aku mengiyakan apa yang dia perintahkan, aku hanya akan dijadikan sampah olehnya, sungguh gila. sudahlah aku tida ingin lagi berbicara denganmu. Aku menolaknya dengan sangat keras, kau mengerti"
Kiara kemudian bangkit dari kursinya bermaksud ingin meninggalkan hans dari kedai itu, namun hans segera mencegah itu dengan perkataannya.
"Tunggu nyonya, kau seharusnya berfikir dengan tenang apa yang ingin kau putuskan nantinya. Maaf aku harus memberitahukanmu sesuatu agar kau tida terlalu angkuh nyonya. Mungkin ini terdengar sedikit mengancam, tapi aku akan tetap memakainya. Kau tau sekarang ini semua orang tida memperhatikanmu, kau tau sekarang kuliahmu berjalan dengan baik dan hidupmu seakan merasa terbebas dari masalah. Kau salah besar nyonya, dari sejak malam itu semua mesalah baru saja di mulai. Tuan yas tida akan benar benar melepaskanmu, akan ku jelaskan aturan mainnya, kau kenal dengan defan, bella , sana dan juga tomi bukan ? Aku ingin melihat seberapa mreka membencimu apabila mreka tau kau akan jadi sumber masalah dalam hidup mreka"
"Apa yg kau maksud hans, aku benar benar tida menyukaimu sekarang"
"Kau tau ayah defan adalah wakil direktur dari cabang perusahaan okezone yg di pimpin oleh tuan yas, baginya sangat mudah untuk menghempas segelintir orang dari sisinya, tapi yang membuat menarik adalah, aku akan membuat berita yang akan mengatakan bahwa 'pemuda bernama defan telah menghamili seorang wanita bernama kiara' tuan yas akan dengan mudah membuat keputusan itu, kau tau defan akan mati bunuh diri karena mendapat tamparan batin dari ayahnya yang sangat sentimental terhadap kesalahan anaknya, bukan hanya itu, kau juga akan malu setengah mati jika berjalan keluar dari rumahmu hanya untuk sekedar bernafas, yang lebih menyakitkan defan akan membencimu seumur hidupnya"
"Beraninya hans kau mengancamku, bagaimana kau bisa melakukan itu terhadapku hans"
Dengan nada sedikit marah kiara menocba untuk tetap tenang agar hans benar benar hanya bergurau pada saat itu.
"Saya juga akan melakukan hal yg mungkin membuat anda di benci teman teman anda nyonya, setelah pemberitaan naik, teman teman anda mungkin akan menggelengkan kepalanya karena jelas jelas mreka tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu.
Kau tentu tau ibu dari sana adalah jajaran staf penting di sebuah bank besar milik tuan yas, dengan mudah dia akan di pindah tugaskan keluar negri untuk waktu yang lama, agar tida dapat bertemu dengan anaknya lagi.
Lalu tuan yas akan membatalkan kerjasama antara tuan tomi yg menyewa gedungnya untuk sebuah barr.
Kemudian ada ayah dari bella yang bekerja sebagai dokter bedah. Bagaimana jika tuan yas membuat pemberitaan bahwa ayah bella melakukan pembedahan ilegal untuk mencari keuntungan pribadi.
Semua itu akan terjadi nyonya bila anda berani menolak perintah tuan yas"
"Apa kau benar benar sudah gila hans. mengorek informasi pribadi seseorang adalah hal tida baik, kau sepertinya sedang menjadi anjing setia, kau dengan sigap selalu menuruti perintah tuanmu, dasar brengsek"
Hans hanya tersenyum melihat kekesalan kiara yang sudah di ubun ubun. Hans sudah selesai bicara rupanya, kali ini rencananya berjalan dengan mulus membuat kiara geram setengah mati, hans berniat untuk beranjak dari tempat itu namun sebelum dia benar benar pergi, dia menaruh kartu nama di atas meja yang di sodorkan kepada kiara.
"Datanglah kerumah tuan yas sebelum matahari terbit, pikirkan baik baik apa yang akan terjadi besok jika anda belum membuat keputusan. Memohonlah kepada tuas yas untuk membatalkan semua rencana itu dan menyetujui menikah dengannya. Lalu jika anda tida menemui tuan yas lebih dari pukul 10 malam, satu persatu yang saya sampaikan akan terjadi nantinya"
Kiara hanya menatap hans dengan tatapan kosong, lalu mendengarkan dengan seksama dan jelas apa yang di sebutkan hans mungkinkah akan terjadi nantinya.
__ADS_1
Hans kemudian pamit meninggalkan kiara, dia tersenyum puas melihat kiara yang bercucuran keringat dingin dengan wajah pucat pasinya, lalu apa yang sekarang akan kiara rencanakan, mengapa masalah bertubi tubi menimpanya?
bersambung ...