HIDUPKU

HIDUPKU
Bayang bayang ketakutan


__ADS_3

Mobil milik yas kini melaju menuju kediamannya, Waktu sudah menunjukan tengah malam, yas baru akan sampai di rumahnya sekitar pukul 01 dini hari, keadaan tubuhnya sudah terlihat sangat kelelahan dengan tugas tugas yang menumpuk dalam pekerjaannya, tida ada bahu dan pundak yang lebih kuat dibanding laki laki manapun menurut hans selain boss sekaligus sahabatnya yas, dia begitu tegar dengan keadaan dan takdir yang selalu dia hadapi setiap harinya.


"Hans, besok kau jemput wanita itu, bawa dia ke rumah, aku akan berbicara dengannya"


"Jangan terlalu keras memikirkan sesuatu, pekerjaanmu sudah cukup membuatmu penat, kali ini saja jangan buat kiara dalam keadaan tersudut"


"Hans, kenapa akhir akhir ini kau selalu membelanya"


"Karena aku sangat mengerti hati seorang manusia bernama yas, kau sebenarnya suka padanya bukan"


"Tolong hans, aku sedang lelah sekali, kau tida melihat kepalaku sudah sangat berat sampai di sandarkan seperti ini"


"Maka dari itu, jangan tambah beban apapun yang akan membuat kau berfikir keras lagi"


"Hans kau sudah atur pertemuan makan malam dengan ayahnya deff"


"Sudah, mereka dengan senang hati akan membicarakan hal ini"

__ADS_1


"Baguslah, aku ingin memberi pelajaran pada laki laki bernama deff, berani beraninya dia mengganggu yang telah menjadi milik ku"


"Kau boleh gunakan kekuasaan mu atas amarah mu, tapi jangan lupakan masalah kiara, menghadapi seorang wanita harus dengan perasaan yas"


"Tunggu! Kau jatuh cinta hans! padanya? Cih"


"Yas, aku sedang menyetir, jangan sampai aku menurunkan mu di jalan"


"Heii, akan ku pecat kau jadi sekertaris ku"


"Baiklah, aku akan mengundurkan diri terlebih dahulu, dan kau tau jika itu benar benar terjadi, tida akan ada sekertaris sepertiku lagi di muka bumi ini, sekertaris yang kau miliki selain tampan dia juga cerdas, pandai beladiri dan bertarung, serta memiliki ¼ kekuasaan yang di takuti di seluruh negri"


--**--


Di ruang rawat kiara masih tenggelam dalam lamunannya, dia terus memikirkan deff dan perkataan yas kala itu.


"Seharusnya aku membayangkan wajah tampan deff saja, kenapa dalam otaku hanya ada wajah iblis itu, kenapa wajahnya dan mulutnya yang mengancam membuat aku menjadi sakit kepala begini, ah tuhan derita apa lagi yang terus kau berikan dalam hidupku, aku lelah"

__ADS_1


Kiara terus saja memukul mukulkan kepalanya agar dia tida terngiang dengan suara yas kala itu, ingin rasanya kiara menghentikan waktu saat deff ingin mendekatkan bibir manisnya menuju bibir dirinya.


"Kenapa jadi seperti ini, ah aku akan gila rasanya"


•kau ingin kita bercerai, baiklah


•ingatlah surat perjanjiannya


•kau ingin mendekam dalam sel selama 6 bulan jika terus menginginkan perceraian


•Hak, baiklah akan ku jelaskan hak ku sebagai suami sah mu


•apa kau ingin melihat kekacauan dalam keluarga deff, itu sangat mudah untuk ku


•sabarlah untuk waktu 6 bulan lagi


Semua pertanyaan itu selalu muncul dalam pikirannya, sampai kiara tida bisa memejamkan mata sedikitpun, membayangkan yas yang tiba tiba nanti akan datang membunuhnya, kiara yang selalu memikirkan betapa mengerikannya laki laki itu, betapa takutnya kiara jika membayangkan tanpa ragu yas mencekiknya sampai kiara tida bisa bernafas untuk beberapa waktu. Ketakutan itu amat mendalam dalam benak kiara, dirinya lelah, ingin sekali memejamkan mata untuk hari esok yang lebih indah namun sudah sepagi ini dirinya masih berkeringat dingin mengingat setiap detail ancaman dari yas pada saat itu.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2