HIDUPKU

HIDUPKU
Obrolan


__ADS_3

Hari sudah beranjak pagi, kiara sadar bahwa dirinya tertidur semalam karena merasa lelah, tubuhnya sudah kembali fit dan dia sudah siap untuk pergi ke kampus, namun dia menengok ponselnya terlebih dulu, apakah ada sebuah pesan atau sebuah panggilan dari pujaan hatinya deff, ternyata tida ada satupun notifikasi dari seseorang yang bernama deff.


Dia bangun dari kasurnya, segera mengambil handuk dan akan bersiap untuk mandi, sudah beberapa hari jen yang selalu menyiapkan kudapan untuk diantarkan ke kamar tuannya.


Kali ini kiara akan berangkat pagi pagi sekali, walau tida ada kelas dia ingin sekali menghirup udara segar di sekitaran kampus dengan suasana hati yang baik, lalu setelah semuanya selesai, kiara bergegas keluar kamar dan ternyata dia tida menemukan siapapun di luar.


"Kemana perginya orang orang dalam rumah, seperti ditelan bumi saja. Hans biasanya sudah duduk sembari memangku laptopnya, tapi pagi ini jen pun tida ada di disini"


"Selamat pagi nyonya"


Sapa jen yang kebetulan turun dari kamar yas.


"Astaga, jen kau membuatku kaget, kupikir kau sedang keluar"


"Hari ini keadaan tuan masih kurang baik, hans meminta tuan untuk tetap beristirahat, lalu dia pergi pagi pagi sekali meninggalkan rumah"


"Benarkah? Apakah dia masih tertidur dengan suhu badan yang masih panas? Tapi kurasa kemarin dia sudan cukup membaik"


"Tuan meminta anda untuk datang ke kamarnya sebelum anda pergi"


"Benarkah, mau apa dia"

__ADS_1


"Saya tida berani menanyakan itu nyonya"


"Aku tau jen, aku hanya sedang menerka sebenarnya apa yang ingin dia bicarakan"


"Apa anda bertengkar kemarin"


"Tida, dia baik padaku"


"Syukurlah, aku akan pergi mengurus yang lain jika begitu nyonya"


"Baiklah, aku akan pergi ke kamarnya, akhir akhir ini dia juga cukup baik padaku, aku tida perlu takut padanya"


Satu persatu anak tangga mulai dia lewati, dengan perasaan bertanya apa yang sebenarnya diingkan yas darinya, kiara samasekali tida berpikir ada yang aneh dari kemarin, lantas jika yas marah Kiara pun akan sangat marah karena dia tida mengetahui hal apa yang dia tidak disukai.


Kiara mengetuk pintu perlahan, takut membangunkan seseorang didalam kamar itu, tida butuh waktu lama pintu sudah terbuka dan betapa kagetnya ternyata yas masih berdiri dibalik pintu ketika kiara masuk kedalam kamar.


"Astaga, apa yang kau lakukan"


"Membukakan pintu, karena kau mengetuk pintunya jadi kubuka kan"


"Maksudku kenapa kau terus berdiri setelah pintunya terbuka, harusnya kau tida perlu menyandi pintu kamarmu agar kau tida repot repot membukakan pintu kamar ini untuk orang lain. bagaimanapun tida akan ada pencuri masuk kedalam kamarmu, ada banyak penjaga diluar bukan?"

__ADS_1


"Kau benar, tapi aku tida akan nyaman jika pintu ini terus terbuka dan siapapun bisa masuk sesuka hati mereka"


"Astaga"


Kiara menyunggingkan bibirnya tanda dia tida senang dan merasa kesal pada yas, apa yang dia bicarakan samasekali tida masuk akal menurut kiara, tapi baiklah ini adalah rumahnya dan ini adalah kamar berharganya, jadi apapun itu dia berhak atas segalanya.


Yas menjauhi kiara yang masih berdiri kaku, dia pergi membuka pintu kamarnya dan bersantai di balkon, menghirup udara segar pagi hari dengan perasaan tenang dan tida memikirkan pekerjaan kantornya.


"Apa apan sih si brengsek itu, jen bilang dia ingin berbicara, lalu dia meninggalkan aku mematung disini dan seenaknya pergi ke balkon untuk bersantai, memangnya aku tida punya kesibukan lain apa"


Semakin kesal dan jengkel kiara pada yas, karena percuma rasanya kiara menggerutu, dia tida mengutarakan dengan lantang dan yas tida dapat mengerti apa yang wanita inginkan.


"Kau akan pergi kemana sepagi ini?"


Tanya yas pada kiara tanpa memperlihatkan wajah dirinya karena membelakangi kiara yang jauh dekat pintu kamar.


Kiara mendekatkan diri merasa dia tida ingin berdebat dan hanya akan menjawab pertanyaan yas dengan singkat dan tanpa berteriak.


"Aku akan pergi ke kampus untuk merasakan udara segar, aku butuh suasana hati yang baik agar aku bisa menyiapkan sidang skripsi dengan baik"


"Kau akan menyesal jika hari ini pergi ke kampus, diamlah di rumah dan rawat aku seperti kemarin, rasanya aku masih demam sebab berendam semalaman karena dipaksa oleh seseorang"

__ADS_1


Kiara langsung membelalakkan kedua bola matanya mendengar perkataan yas yang memang benar adanya, dia ingin sekali menendang yas agar jatuh kebawah kolam renang dibawahnya, kesal mendengar yas berbicara menyudutkan kiara sehingga kiara hanya mampu menggerutu dalam hatinya.


Bersambung ...


__ADS_2