
Dengan perlahan kiara masuk kedalam kamar itu, menaruh nampan di atas meja dan melakukan kegiatan seperti biasa. Entah mengapa Kiara sangat senang melakukan pekerjaan ini, sampai semua segera terselesaikan dengan cepat, hanya tinggal menunggu tuan yas bangun dari tidurnya, dengan santai kiara memilihkan stelan jas berwarna coklat tua untuk tuan yas hari ini, dasi dengan warna coklat polkadot yg mendominasi, membuat semua terlihat serasi untuk dipakai.
Alarm telah berbunyi, kiara tida lagi kaget, dia sudah mengetahui ini akan terjadi. Tuan yas terbangun dari tidurnya dan melihat ada kiara yang sedang mempersiapkan perlengkapan kerjanya, tuan yas bangun untuk mengambil secangkir teh hijau itu, dia melihat kiara sangat periang pagi ini, dengan keheranan tuan yas hanya memperhatikan kelakuan gadis itu dari belakang.
*Aneh sekali dia ini, tadi malam dia menangis seperti menyerah dengan hidupnya, dan pagi ini dengan riang dia membawa senyum itu di bibirnya, apa sebenarnya yang membuat dia bisa seperti itu, benar benar gadis aneh*
"Selamat pagi tuan yas, apa tidurmu nyenak?"
"Eumh, yah tidurku sangat nyenyak, bagaimana denganmu"
"Aku juga tidur nyenyak, apakah hari ini kau akan meeting, aku sengaja memilihkan dasi berwarna mendominasi coklat polkadot, agar terlihat aga santai, apa kau menyukainya, jika tida aku akan mengganti dengan warna lain"
"Terserah kau saja, semuanya sama jika di pakai. Aku sudah selesai dengan teh ku, aku harus mandi"
"Baiklah"
Yas benar benar tida habis pikir dengan kelakuan kiara, bagaimana bisa gadis itu tersenyum lebar dengan sangat singkat, bagaimana bisa dia melupakan semua penderitaan hidupnya hanya dengan semalam, apa ini adalah kamuflase untuk mengelabui semua org.
__ADS_1
*Sudahlah aku tida akan memperdulikan dia*
Yas berjalan dengan santai ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu kiara terus saja menyiapkan apa yang perlu di siapkan untuk tuan yas.
Setelah 10 menit tuan yas keluar dari kamar mandi, dia siap untuk memakai bajunya, dan seperti biasa kiara memunggunginya dan tida melihat ketika yas sedang berpakaian, setelahnya selesai kiara meraih dasi yang telah di pilihnya untuk di pakaikan kepada tuan yas.
"Kau baik baik saja"
"Eumh, aku baik, apa kau membutuhkan sesuatu tuan?"
"Apa kau sudah bisa membuatkan bubur untuk ku"
Yas sengaja tida menjawab pertanyaan dari kiara, dia merasa pertanyaan bodoh itu tida perlu di jawab olehnya, dan kiara hanya melirik tuan yas dengan sudut matanya menandakan bahwa dirinya kesal karena pertanyaannya tida di jawab.
"Ini sudah selesai, aku akan keluar"
"Aku juga sudah, kita akan keluar bersama"
__ADS_1
"Baiklah tuan"
"Mmm, kau boleh memanggilku yas, kita seumuran, aku tida mau semua orang salah faham karena kau terus memanggilku tuan, aku takut mereka menyangka kau pelayan ku, jadi panggilah aku yass"
"Ah"
"Aku akan keluar, jadi cepatlah kau ikuti aku dari belakang, pintunya akan otomatis terkunci jika sudah tertutup"
"Ah baiklah"
*Apa yang sebenarnya dia katakan, siapa yang akan menyangka aku pelayannya, bukankah memang benar jika selama ini aku hanya jadi pelayannya, jadi dia mau dia anggap apa oleh semua orang mengenai hubungan dengan diriku ini dasar aneh*
Kiara segera mengikuti langkah kaki yas dari belakang, dia merasa tida akan memanggil yas dengan namanya sendiri, ini akan terasa aneh dan canggung jika di lakukan.
Hans sudah berdiri dibawah tangga bersama dengan jen, mereka menunggu tuan yas keluar untuk sarapan.
Tuan yas duduk di kursinya dengan semangkuk bubur yang masih hangat untuk di makan, tiba tiba kiara berdalih pada hans dengan berbisik
__ADS_1
"Hans terimakasih untuk semalam, kau sudah repot repot menggendongku untuk berbaring di kamar"
Bersambung ...