IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.11


__ADS_3

Kirana memutar kursi kerjanya ke sembarang arah, ia masih terus memikirkan ketakutannya, akan hubungannya dengan Aditya.


Sekarang yang ia hanya ingin Aditya meninggalkan Istrinya itu secepatnya, tapi bagaimana caranya? apakah Aditya akan mengabulkan permintaanya, sejauh ini Aditya tidak pernah bisa menolak apapun permintaan Kirana.


Kirana memutuskan menghubungi kekasihnya itu, untuk membicarakan tentang hubungan mereka.Ia sangat percaya diri bisa meyakinkan Aditya untuk menceriakan Bianca, diraihnya ponsel miliknya dan langsung menghubungi Aditya, tak perlu menunggu lama panggilan tersebut langsung dijawab oleh prianya itu.


"Halo sayang!" Aditya menjawab.


"Apa kau sibuk? aku ingin membicarakan hal penting denganmu sayang!." Ucap Kirana.


"Katakanlah ada apa?."


"Apa kau mencintaiku Aditya?."


"Apa yang kau katakan ini? Tentu saja aku mencintaimu." Ucap Aditya.


"Baguslah. Aku tahu kau pasti sangat mencintaiku. Karena kau mencintaiku, aku ingin kau melakukan sesuatu untukku." Kirana memancing Aditya untuk mengabulkan keinginannya.


"Apapun akan kulakukan untukmu. Katakan lah apa yang harus kulakukan." Seru Aditya.


"Aku ingin kau menceriakan Istrimu secepatnya Adit ! Aku muak jika kau terus bersama dengannya. Aku tidak ingin hanya menjadi kekasihmu saja, jadikan aku satu-satunya sekarang, nikahi aku." Pinta Kirana.


"Ada apa dengan mu sekarang Kirana? Aku tidak mungkin melakukan itu, Ayah dan ibuku tidak Akan menyetujuinya." Tolak Aditya, yang masih tidak percaya dengan permintaan Kirana padanya.


"Katakan saja pada Istrimu jika kau mencintaiku. Dan minta dia menceraikan mu. Maka ayah dan ibumu tidak akan mempermasalahkannya lagi."


"Ide mu sangat buruk Kirana! jika kau pikir itu akan membuatnya meninggalkanku, kau salah."


"Apa maksudmu Aditya? Apa kau jatuh cinta padanya?."


"Aku mencintaimu, tapi ku mohon jangan membawa Bianca dalam hubungan kita. Apa yang kulakukan selama ini masih belum cukup untuk mu?Dengan selalu membuatmu di sisiku. Apa itu belum cukup sayang?." Tanya Aditya.


"Ayolah Adit, apa susah nya meninggalkannya."


"Sayang mengertilah, Istriku tidak akan semudah itu melepaskan ku, jika dia mau mungkin sudah sejak dulu ia melakukanya. Kumohon Kirana sayang, mengertilah posisi ku sekarang."


"Baiklah kita pikirkan cara lain, untuk membuat Bianca menceraikan mu. Aku melakukan ini karena, aku sangat mencintaimu Aditya. Aku ingin kau hanya milikku saja. Kau mengerti itu kan?."


"Aku paham perasaanmu. Tetaplah seperti ini, maka kita akan baik-baik saja Kirana." Ucap Aditya lagi.

__ADS_1


"Aku merindukanmu." Seru Kirana.


"Aku lebih merindukanmu, jaga dirimu. Besok lusa aku janji akan meluangkan waktuku untukmu. Apa kau senang sekarang?."


"Janji?."


"Aku berjanji." Ucap Aditya berjanji.


"Baiklah aku percaya padamu. Terima kasih sayang."


"Hmm... Ya sudah. Aku akan menghubungimu nanti, aku masih ada pekerjaan sekarang. Aku tutup dulu." Tutup Aditya.


(Aditya langsung mengakhiri pembicaraan mereka di telfon).


Bak petir disiang bolong, Aditya semakin merasa terhimpit akan keadaan, Kirana yang selama ini tidak pernah mempermasalahkan adanya Bianca, kini mulai menuntut agar Aditya segera melepaskan istrinya itu.


Tentu saja untuk sekarang Aditya tidak akan melakukan hal itu.


Kirana bisa meminta apapun padaku, kecuali satu hal, yaitu berpisah dengan Bianca, Aku tidak akan menceraikannya, aku tidak bisa.....


Sementara itu di Garden House


Aku kembali ke kamar ku, tidak maksudku Kamarku dan Aditya atau Kamar Aditya yang dijadikan sebagai kamar kami bersama sekarang, kedengarannya sangat aneh bukan...


Apa aku harus memindahkan baju-bajuku ke lemari Aditya sekarang, aku sangat bingung, haruskah aku melakukanya.


Mataku menelusuri setiap sudut kamar Aditya yang begitu luas dan tertata dengan rapi, berbeda sekali dengan kamarku sebelumnya, hampir setahun aku ditempatkan Aditya di kamar tidur yang lebih cocok disebut gudang.


Jika mengingatnya, aku masih belum percaya bahwa ini adalah kenyataan, terlalu banyak kenangan buruk yang Aditya ciptakan dalam hidupku, lalu kini semua mendadak saja berubah, itu sulit dipercaya....


......................


Ah... kira-kira berapa lama lagi suamiku akan pulang, aku tidak sabar, ingin segera melihatnya.


Bianca begitu ingin melihat suaminya sekarang, tapi untuk saat ini ia rasa itu mustahil, karena Aditya selalu kembali saat hari sudah mulai petang.


Sambil menunggu Aditya, Bianca bangkit menuju ke kamar mandi membersihkan dirinya, akibat seharian bekerja membereskan rumah mewah itu.


Bianca POV

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Aku keluar dengan handuk yang melilit di tubuhku, aku mengambil piyama putih dan dengan cepat memakainya. lalu kembali merebahkan diri di atas kasur empuk milik Aditya.


Lelah, aku memutuskan untuk memejamkan mata sejenak, dan tertidur.


Hari sudah semakin sore sekarang, kurasa aku benar-benar tertidur pulas sejak tadi siang. Tapi ada yang aneh dengan tidurku sekarang, aku meraba kasur kurasakan tanganku menyentuh kulit seseorang. Aku mengerjapkan pandanganku, membuka mata perlahan, benar saja, sekarang ada Aditya yang berbaring di sampingku. Sejak kapan dia berada disana?


Belum sepenuhnya kesadaran ku kembali tubuhku sudah didekap lagi olehnya.


"Adit kau mengagetkan ku" Ucapku yang memang terkejut dengan kehadirannya.


"Maafkan aku sayang! kau tidur begitu pulas, aku tidak ingin membangunkan mu" Ucap Aditya menyesali perbuatannya.


"Sejak kapan kau datang? " Aku kembali bertanya padanya, memastikan jika dia tidak memperhatikanku sejak tadi.


"Entahlah, kurasa sudah sejak tadi" Ujarnya, aku hanya berpikir satu hal sekarang, Aditya pasti memperhatikanku sejak tadi, entah Bagaimana rupa ku, pasti sangat memalukan.


"Apa kau memperhatikanku tidur sejak tadi?" Tanya ku meyakinkan dugaan ku kembali


"Tentu saja ! " Ujarnya.


"Kau pasti sangat puas mentertawakan wajahku kan Aditya."


"Sttttss... Kau sangat cantik Bianca, bahkan saat tidur sekalipun kau tetap cantik" Ucapnya membuatku semakin berdebar-debar. Aku tidak ingin terlihat gugup didepan Adit, aku berusaha membalas ucapannya.


"Mulutmu begitu manis Suamiku, aku takut kau mengatakannya pada semua wanita lagi!. "


"Percayalah hanya kau yang mendapatkannya sekarang" Ucap Aditya meyakinkanku.


Secepat kilat Aditya menyambar bibirku dan melahapnya, Aditya selalu melakukanya tiba-tiba bahkan saat aku belum benar-benar siap. Aditya ******* dan mengigit bibir bawahku lembut, apa lagi yang akan terjadi sekarang, Aditya menuntut tanganku memeluk lehernya, aku merasakan dadaku terus berdebar-debar.


"Terima kasih Istriku" Ucapnya lalu kembali memeluk tubuhku erat.


"Berjanjilah sayang, apapun yang terjadi jangan pernah berpikir untuk menjauh dan meninggalkanku" Pinta Aditya.


"I promise... " Ucapku.


Aku melihat Aditya tersenyum dengan jawabanku, aku bisa merasakan betapa tulusnya dia mengatakan hal itu padaku.


Bagaimanapun aku juga tidak akan mampu berpisah darinya, Aditya seharusnya tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, karena aku sangat mencintainya.

__ADS_1


__ADS_2