IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.60


__ADS_3

“Ya dalam minggu ini saya dan Aditya akan mengelar acara pernikahan kami... Soal tempat, tentu saja calon suamiku sudah menyiapkannya dengan baik... Acara ini akan dibuat tidak terlalu berlebihan, hanya akan ada keluarga dan beberapa rekan bisnis saja.” Wawancara Viviean dengan beberapa stasiun sedang disiarkan secara langsung hari ini.


TIT! Bianca mematikan televisi, hampir semua channel televisi di Beijing hanya tentang Aditya dan Viviean.


Sementara yang lain sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan semua hal untuk keberangkatan mereka besok, Bianca malah tidak bisa melakukan apa-apa. Entah kenapa hati yang tadinya sangat begitu yakin untuk segera pergi dari kota ini, mendadak benar-benar tidak ingin pergi sekarang.


“Minyo... ” Bianca mencari keberadaan putra kecilnya itu.


“Iya mami... ” Anak itu muncul dibalik pintu kamar Bianca yang terbuka.


“Apa kau lelah sayang... ” Tanya Bianca.


“Tidak mami... Apa mami sakit... ” Tanyanya lembut, pria kecil itu sangat perhatian sekali pada Bianca.


“Tidak mami baik-baik saja. Apa Minyo mau menemani mami, berjalan-jalan... ”


“Bersama daddy?. ” Tentu saja yang dimaksud Minyo adalah Jonathan.


“Tidak jangan bersama uncel Jo, hanya kau dan diriku.. ” Ajak Bianca meyakinkan putranya.


“Baiklah...” Ucap Minyo bersemangat.


Entah kemana langkah Bianca akan membawa putranya. Namun malam ini, dia sangat ingin menghabiskan beberapa jam dari sekarang untuk mengenang kota ini, sebelum akhirnya pergi.


“Mami kenapa kita tidak tinggal disini saja...”


“Apa kau tidak ingin kembali ke seoul. Apa kau tidak rindu dengan Jenny gadis cantik dikelas mu itu...” Goda Bianca.

__ADS_1


“Mami, jangan menggodaku seperti itu.”


“Tapi mami... Dimanapun kau ingin,aku akan ikut bersamamu... Seoul ataupun Beijing, dimana saja asal itu bisa membuatmu bahagia.” Kenapa disetiap ucapan Minyo selalu saja berhasil menyentuh hati Bianca.


“Sayang. Apa mami boleh bertanya. Apa kau sangat menyukai uncel Jo...”


“Ya, Daddy adalah orang yang keren,dia bisa melakukan banyak hal yang keren mami..”


“Baiklah... Kalau begitu mami akan menikah dengan uncel Jo...” Seru Bianca membelai lembut rambut tebal putranya itu.


“Tapi mami. Jika kau menikah dengan Daddy. Lalu bagaimana dengan papiii... bukankah kau bilang dia hanya berada ditempat yang jauh. Bagaimana kalau papi kembali... Apa artinya aku akan memiliki Daddy dan Papi...”


“Jika aku menikah maka Daddy mu hanya Jonathan, dan papi....”


“Dan papi apa mami?.” Tanya Minyo.


“Mami kenapa sebelum tidur kau selalu menangis?.”


“Mami tidak pernah menangis...”


“Baiklah ayo kita pulang, cuaca jadi semakin dingin...” Bianca seolah mengabaikan ucapan putranya.


“Apa itu karena papi. Apa papi orang jahat mami. Kenapa dia membuat mu menangis.”


“Minyo dengarkan mami... Papi sama sekali tidak jahat, dia orang baik, walaupun dia memang terlihat menakutkan,tapi mami tahu sekarang papi mu, tidaklah semenakutkan itu, dia hanya berusaha menjaga sesuatu yang dimilikinya, dengan caranya sendiri. Papi mu orang baik sayang...”


“Wow... Kurasa papi adalah orang yang keren..” Takjub Minyo.

__ADS_1


“Ya dia sangat keren. Sekeren dirimu.” Puji Bianca.


“Aku akan berdoa dimanapun papi sekarang, semoga di selalu bahagia. Ayo mami kita berdoa untuk papi...”


Bianca POV .


Aku tidak tahu, seharusnya malam ini adalah malam perpisahanku dan Minyo dengan kota ini, entah akankah ada waktu untukku bisa kembali tempat ini lagi.


Sekarang aku tahu, jauh dilubuk hati putra kecilku ini, dia tetaplah anak yang membutuhkan sosok Ayah. Beberapa hal kecil membuatnya begitu nampak sangat ingin tahu seperti apa rupa dan bentuk ayahnya.


Apa aku ibu yang jahat? Aku merasa mampu hidup asal putraku ada bersamaku, tapi bagaimana dengannya? Apa dia mampu hidup hanya dengan seorang ibu?


Tuhan. Apa langkahku salah ?


Apa memisahkannya dengan Aditya adalah salah ?


Aku ingin pergi. Apa itu benar? Kenyataanya putraku benar, dimanapun aku berada, aku sama sekali tidak berhasil menghilangkan apapun tentangnya.


Bianca menghentikan Taksi, untuk mereka tumpangi.


“Jalan Royal Garden pak...” Pinta Bianca.


“Baik Nyonya...” Ucap supir itu.


“Mami kita akan pergi kemana? Bukankah katamu kita harus pulang...” Tanya Minyo.


“Kita akan berkunjung kerumah teman baik mami sebentar. Bukankah mami sudah mengajarimu, jika kita mau pergi, maka kita harus berpamitan...” Bianca menjelaskan dengan sebaik mungkin pada putranya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2