
Bertahanlah Bianca, bersabarlah...
Begitulah Bianca terus menguatkan dirinya. Entah kenapa serangan datang bertubi-tubi dalam hidupnya.
Aditya yang entah kemana.
Kini datang lagi satu masalah, Ariani tiba-tiba saja memberi peringatan sekaligus ancaman untuknya. Sampai kapan dia akan terus bertahan, jika sekarang tidak ada satupun orang yang berpihak padanya.
Ayah dan Ibu, Kira-Kira apa yang terjadi pada mereka saat ini. Aku hanya berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk pada mereka. Entah kenapa mereka belum menjengukku hingga hari ini.
"Nyonya" seseorang datang menghampiriku.
"William.. Apa yang kau lakukan disini? ."
"Saya datang atas perintah Tuan Aditya. Tenanglah Nyonya, saya sudah mendapat ijin untuk langsung menghampiri anda disini! ."
"Apa aku benar-benar telihat seperti penjahat, dibalik jeruji besi ini William? ."
"Maafkan saya Nyonya" Ucap William menundukan kepalanya.
"Tidak jangan seperti itu. Aku bahkan tidak layak untuk kau panggil dengan sebutan Nyonya lagi sekarang!" Sambungku.
"Anda adalah Nyonya Aditya. Jangan lupakan itu ! Tuan menitipkan pesan untukmu, dia ingin anda bersabar Nyonya, jadi bertahanlah" Jelas William." Nyonya Besar, masih sangat terpukul dengan kepergian Tuan, jadi mohon anda mengerti" Tambah Willam.
" Tapi Mamah... membenciku sekarang" Ucapku lirih." Bagaimana dengan Ayah dan Ibuku, apa mereka baik-baik saja? Dimana mereka, kenapa mereka tidak datang mengunjungiku?."
"Orang tua anda sedang kami asingkan sekarang Nyonya, Tuan Aditya takut, akan resiko terburuk jika mereka keluar kedepan publik sekarang! ."
"Berjanjilah Will, pastikan Ayah dan Ibuku baik-baik saja, tolong jaga mereka" Pintahku.
"Baik" Jawab William, menyanggupi keinginanku.
Herlambang Group
Suasana kantor hari ini begitu berbeda dari biasanya, semua staf masih ikut berkabung atas kepergian Handoko Herlambang. Meski tidak mengubah rutinitas yang ada. Namun kepergian pendiri Herlambang Group adalah pukulan keras bagi semua orang. Tidak heran mereka begitu merasa kehilangan.
__ADS_1
Dan kini orang baik itu hanya bisa mereka kenang dalam hati.
Sementara itu ...
Aditya masih disibukan dengan penyelidikan bersama beberapa timnya, ada beberapa daftar orang yang kemungkinan memiliki andil besar dalam kejadian di Shimao Wonderland malam itu. Dari beberapa nama itu, Eric Wijaya juga termasuk salah satu diantaranya. Aditya mengarahkan semua orang-orangnya itu, untuk mengamati setiap pergerakan orang-orang tersebut.
Kirana, dia adalah satu orang yang mungkin tahu, apakah Eric terlibat dalam pembunahan ayahnya. Tentu saja, ia bisa memanfaatkan Kirana saat ini, demi menyelamatkan Bianca, apapun akan dilakukan Aditya.
*****
Restoran Vallen Xiu
"Aditya, apa kau merindukanku sekarang? Tiba-tiba saja kau mengajaku ketempat ini, ada apa? ."
"Tentu saja. Sekarang aku menyadari bahwa kau adalah wanita yang paling tepat untukku, Kirana" Ucap Aditya. Meskipun dalam hatinya, semua yang dikatakan, sangat bertolak belakang dengan hatinya. "Tentu saja yang aku Rindukan adalah Istriku" Batin Aditya.
"Kita memang telah digariskan untuk bersama sayang. Akhirnya wanita licik itu menunjukan jati dirinya yang sebenarnya! ."
"Berhentilah membicarakanya" Pinta Aditya. Karena dia begitu merindukan wanita itu.
Tentu saja tidak seperti itu. Berpisah denganmu adalah hal yang palingku syukuri, lagi-lagi Aditya berkeluh dalam hatinya.
"Apa kau tidak mau memaafkanku" Tanya Aditya. Dia enggan mengatakan bahwa dia menyesal untuk hal yang tak pernah disesali olehnya.
"Tidak sayang, aku sudah memaafkanmu" Ucap Kirana.
"Makanlah, aku sudah memesan makanan favoritmu Kirana" Ajak Aditya.
Ditengah santapan makan siang mereka, Aditya berusaha menyisipkan beberapa pertanyaan untuk Kirana.
"Sayang. Apa malam itu kau datang bersama Eric" Tanya Aditya, memulai penyelidikanya.
"Benar. Tapi kau jangan cemburu. Aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya sayang ! " Ungkap Kirana. Tentu saja bukan jawaban seperti itu yang Aditya harapkan.
"Lalu, mengapa kau menerima ajak Pria itu? ."
__ADS_1
"Apa kau melakukan ini karena ingin mencari informasi tentang Eric? " Tanya Kirana, mencurigai setiap pertanyaan Aditya padanya.
"Tidak bukan seperti itu. Baiklah lupakan saja Kirana! " Seru Aditya, agar wanita itu tidak semakin mencurigainya.
"Bicarakanlah hal-hal tentang kita saja sayang, aku lebih menyukainya" Jelas Kirana lagi.
Dalam hati Aditya hanya bisa berkata, dibanding berbicara tentang itu, aku lebih tertarik untuk membahas Eric, bodoh.
Sekarang makan siang itu menjadi sia-sia bagi Aditya, dia tidak mendapatakan hal yang dia inginkan dari Kirana. Tapi Aditya bertekad akan terus mencoba menggali sesuatu dari wanita yang ada dihadapanya itu.
Dari kejauhan.
Sesorang dengan sengaja mengambil foto kebersamaan Aditya dan Kirana ditempat itu. Entah untuk tujuan apa. Namun orang misterius itu begitu puas mendapatkanya, lalu kemudian pergi dan menjauh dengan segera.
Ditempat lain...
"Tuan, ada sedikit titik terang dari kasus nona Bianca."
"Apa itu? Apa orang itu sudah ditemukan? ."
"Belum Tuan namun kemungkinan besar bukti mengarah pada orang itu, dari sepak terjangnya bersama Herlambang Group saya yakin dialah orangnya! ."
"Siapa dia? Apa tujuannya..." Eric terus menggali informasi.
"Joe Morrent dia adalah anak angkat dari Ryan Herlambang, saudara kandung dari mendiang Tuan Handoko, yang tidak lain adalah sepupu Aditya. Hubungan keluarga itu memang dikabarkan tidak harmonis, dari info yang saya dapatkan Joe Morrent dan keluarganya begitu ingin menguasai Herlambang Group. Sejauh ini hanya itu Tuan."
"Bagus. Pastikan kita menemukan orang itu sebelum Aditya ! Cari orang itu sampai ketemu dan bawa dia kemari, dengan semua bukti-bukti otentik untuk membebaskan Bianca" Titah Eric.
Eric Wijaya entah untuk alasan apa dia terus, mencari bukti untuk membebaskan Bianca. Dia hanya berpikir bahwa dia memang sangat terobsesi dengan wanita itu. Hanya karena sebuah ketidaksengajaan di Lost Heaven, bisa membuat Eric melakukan sejauh ini. Yang sebenarnya adalah dia benar-benar jatuh cinta pada wanita bersuami itu sejak pandangan pertamanya.
Bahkan setelah mendengar Herlambang Group menghentikan aliran dana pada Perusahan Gios Ji milik Ayah Bianca, Eric mengambil kesempatan itu untuk bisa masuk kedalam keluaraga Darmawansa. Sekarang Tanpa Herlambang Group pun Gios Ji bisa tetap berdiri. Itu semua adalah berkat Eric Wijaya. Dialah sang pahlawan bagi Bianca sekarang, dan Aditya dia hanya suami yang tidak berguna.
Eric sangat yakin Bianca akan segera jatuh kepelukanya sebentar lagi. Dan Suami bodohnya itu, akan menyesal dan menderita seumur hidupnya.
Setelah ini. Akulah Pria yang pantas mendamping dan mencintainya.
__ADS_1