IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.7


__ADS_3

Di kamar yang sempit ini, aku terjaga sepanjang malam, aku masih berusaha menenangkan amarahku setelah kejadian kemarin. Aku tidak ingin menemui Aditya. Jam sudah menunjukan pukul 09:00 aku yakin Aditya juga pasti sudah berangkat ke kantor sekarang. Rasanya tubuh lelah karena menangis semalaman, mataku sembab dan terasa kering. Dia memang tidak akan perduli padaku, bahkan dia sama sekali tidak berniat untuk menenangkan ku. Mungkin setelah ini dia akan menceraikan ku. Atau sebelum dia yang melakukan itu, akulah yang harus melakukannya.


Author POV


Herlambang Group


Aditya duduk diruang kerjanya, memikirkan Rumah tangganya dengan Bianca, sementara Kirana terus mencoba menghubunginya sejak pagi tadi.


Hanya saja saat ini dia tidak tahu harus melakukan apa, karena memikirkan Istri yang selama ini dianggapnya kuat dan tangguh itu, menangis semalaman karenanya. 


Pria itu terus berpikir keras. Seharusnya ini mudah karena dia mencintai Kirana, lalu Bianca? Kenapa rasanya sulit. Aditya sendiri tidak dapat mengerti apa arti  Bianca dalam hidupnya. Apa mungkin tanpa sengaja, ia sebenarnya memperdulikan wanita itu?


Krekk… 


Seseorang membuka pintu ruang kerja Aditya tanpa permisi. Matanya menatap tajam kearah pintu yang terbuka perlahan itu, berpikir siapakah orang yang berani melakukanya.


"Sayang" Seseorang di balik pintu itu menyapanya dengan senyum merekah diwajahnya, Aditya masih tidak menunjukan reaksi apapun saat orang itu menyapanya, sampai akhirnya orang itu menghampirinya.


"Apa yang membawamu kesini Kirana ?" Tanyanya.


"Apakah tidak boleh? Kekasihku ada disini, dan aku sangat merindukannya sekarang" Ucap Kirana,  membuat Aditya menjadi merasa bersalah padanya. 


"Tidak sayang, aku hanya terkejut, lakukanlah apapun yang kau inginkan" Aditya menarik wanitanya itu untuk bersandar diperlukannya. 


"Apa kau sedang sibuk, aku menghubungimu sejak tadi? aku merasa kau Abaikan sekarang" Ucap Kirana memanja pada Aditya.


"Maafkan aku, aku tidak memperhatikan ponselku sejak tadi. Apa kau sudah makan?" mengalihkan pembicaraan.


"Belum." Kirana menggelengkan kepalanya.


"Duduklah disini, aku akan meminta William membawa makanan untukmu, kita makan bersama" Ucap Aditya dan mendorong ringan bahu Kirana, menuju Sofa yang berada ditengah diruang kerjanya itu.


Setelah itu Aditya langsung menghubungi William untuk segera datang keruangan nya, beberapa menit kemudian William datang menghampiri Bosnya itu. 


"Ada yang bisa saya bantu tuan? " Tanya William, dia menyadari kehadiran Kirana disana.


"Tolong carikan Aku dan Kirana makan siang sekarang, beli saja di Restoran yang biasa" Titah Aditya, Dan William langsung mengerti kemauan Aditya. 


William segera pergi menjalankan perintah dari Aditya. 


Kenapa Aditya memperlakukan istrinya sepertinya ini, apa kurangnya Bianca,  dia adalah wanita dari keluarga baik-baik. 

__ADS_1


Wanita itu jelas-jelas Aditya sudah berkeluarga,  kenapa Dia masih saja terus menempel pada Aditya, Pikir William dalam hati, tidak membenarkan sikap Aditya dan Kirana. 


William adalah orang yang mengetahui cerita gelap dari, Aditya,Bianca dan Kirana. Bisa dibilang dia adalah saksi bisu, kekejaman Aditya pada Bianca,  dan juga saksi bisu hubungan gelap Aditya dengan Kirana. Terkadang William merasa muak dengan sikap Bos nya itu, karena begitu keterlaluan memperlakukan istrinya, tapi dia tidak memiliki daya, ia hanya bawahan, yang hanya bisa menjalankan perintah atasannya saja. 


Setengah jam kemudian.


William kembali keruangan Aditya, dengan membawa makan siang pesanan tuannya itu.


"Permisi tuan ini pesanan anda" Ucap William.


"Kemari lah, letakan dimeja" Jawab Aditya.


kemudian William segera meletakkannya di atas sana.


"Wil, ayo kita makan bersama !" Seru Aditya, mengajak William bergabung bersamanya dan Kirana.


"Terima kasih tuan, tapi saya sudah makan tadi. Saya permisi keluar saja, meneruskan pekerjaan saya" Jawab William menolak halus ajakan Aditya, dan pamit untuk segera keluar.


Kini hanya ada Aditya dan Kirana disana, namun entah kenapa, Aditya merasa risih dengan kehadiran Kirana kali ini. Sementara itu Kirana, duduk dan membuka satu persatu bungkus makanan untuknya dan Aditya.


"Sayang, ayo makan" Ajak Kirana.


"Tidak. Aku mau makan jika kau juga makan" Kirana memasang wajah cemberut.


"Kau harus makan sayang ! Baiklah ayo kita makan." Aditya selalu tidak bisa menolak permintaan Kirana, dia begitu tidak tahan melihat wanitanya itu cemberut.


Merekapun akhirnya makan bersama.


Apa Bianca sudah makan sekarang? atau masih menguncikan diri dikamar? apa dia baik-baik saja? Apa dia masih marah padaku? Disela kebersamaanya dengan Kirana, entah kenapa pikiran Aditya malah tertuju pada Bianca, dia begitu mengkhawatirkan keadaan wanita itu.


"Adit !".


"Dit".


"Sayang" Panggil kirana.


Aditya tersadar bahwa Kirana sedang berbicara padanya.


"Iya kenapa? kau ngomong apa tadi." Tanya Aditya yang baru tersadar dari lamunan sesaatnya. Kirana mengerutkan dahinya menatap Aditya yang sangat aneh hari ini.


"Apa kau sakit sayang?." Tanya Kirana, menyentuh dahi Aditya.

__ADS_1


"Tidak aku baik-baik saja" Elak Aditya.


"Apa kau tidak suka aku berada disini?" Cetus Kirana.


"Tarik ucapan mu itu, sejak kapan aku tidak menyukai kehadiranmu, aku selalu menginginkanmu setiap saat" Ucap Aditya hanya berusaha menyenangkan hati Kirana.


Aditya kembali menarik Kirana kedalam peluknya.


"Aku mencintaimu Kirana" Ucap Aditya, tapi wanita yang dibayangkannya saat ini adalah Bianca.


"Aku juga mencintaimu Aditya" Bisik Kirana begitu lembut.


Aditya melonggarkan pelukannya dari Kirana, agar bisa menatap wajah cantik kekasihnya itu. Kirana memang wanita yang manis dan cantik, terlebih lagi dia sangat pintar menjaga penampilannya agar terlihat menarik didepan Aditya.


Kirana meraih dagu Aditya mendekat padanya. Tentu saja pria itu mengerti kemauan wanitanya.


Cup.


Aditya menahan dirinya dia hanya memberi kecupan sesaat dibibir wanita itu, dan berusaha menjauhkan dirinya.


Kirana tampak tidak puas sebab Aditya hanya memberinya kecupan sesaat di bibirnya.


"Aku akan melakukanya ditempat lain sayang, ini kantor, tidak baik kita melakukanya disini" Bisik Aditya memberi pengertian pada Kirana.


Sebenarnya Aditya hanya tidak bisa melakukanya sekarang, itu akan menambah rasa bersalahnya pada Bianca saja.


"Aku mengerti Adit, aku percaya padamu, kau tidak akan mungkin menolak ku" Kirana berusaha memahami kekasihnya itu.


"Maafkan aku sayangku" Mohon Aditya lagi.


"Berhenti meminta maaf, aku paham ini kantor bukan tempat untuk bermesraan" Ketus Kirana dan memberi senyum abstrak padanya.


"Adit aku sebaiknya pulang sekarang, aku tidak ingin mengganggumu terlalu lama." Sahut Kirana lagi.


"Baiklah sayang. Aku akan meminta William mengantarkan mu" Ucap Aditya


"Tidak, aku akan pulang sendiri, kau tidak perlu khawatir padaku. Aku baik-baik saja sayang" Menolak tawaran Aditya padanya, sebenarnya Kirana hanya berharap Aditya lah yang mengantarnya pulang, tapi sayangnya prianya itu tidak peka sama sekali dengan kemauannya.


"Baiklah hati-hati sayangku" Aditya sekali lagi mendaratkan kecupan di pucuk kepala Kirana.


Lalu wanita itupun pergi meninggalkannya...

__ADS_1


__ADS_2