
Jika ada kebahagian abadi, aku ingin salah satunya adalah untukku dan Aditya.
___________________________________________
📍Herlambang Group
Aditya sudah tiba diperusahan yang beberapa hari ini, diabaikan olehnya. Semua staf sudah siap menyambutnya, apa lagi para karyawan wanita disana, ketika Aditya berada dilobby, hati mereka sudah menjerit-jerit melihat ketampanan bos nya itu.
“Selamat datang tuan.... ” Hormat, semua staf membungkukan badan ketika Aditya mulai melangkah semakin dalam, menuju ruang rapat.
Salah satu staf membukankan pintu Aditya, dan menghantarkanya menuju kursi utama, bagi pemimpin rapat.
📍Garden House
Ting... Tong... (Suara bel berbunyi)
Bianca segera turun untuk membukakan pintu, mungkin saja itu William pikirnya.
Namun sayanganya itu sama sekali bukan William namun seorang wanita yang sedikit tidak asing.
“Halo Bianca.... ”
“Kirana....” Seru Bianca ketika menyadari bahwa itu adalah Kirana, wanita yang selama ini selalu membuatnya penasaran. Namun hari ini dia bisa berhadapan langsung dengan wanita itu.
“Kau mengenalku? Baguslah. Jadi aku tidak perlu memperkenalkan diriku lagi... ”
“Maaf, aku tidak menerima tamu sepertimu.” Tolak Bianca, dan segera menutup pintu.
“Sayang sekali, Bianca, aku datang kemari hanya ingin membuka matamu, tentang pria yang bersamamu itu... ” Seru Kirana, membuat Bianca menahan niatnya untuk segera menutup pintu.
“Apa maksud? Jangan harap aku akan termakan ucapanmu itu. Aditya adalah suamiku. Dan tidak akanku biarkan wanita manapun menggoda suamiku lagi.”
“Jaga ucapanmu, kau bukan lawanku...” Seru Kirana, menyombongkan dirinya.
“Apa kau tidak malu mengatakan itu nona Kirana? Apa kau begitu tergila-gila dengan suamiku, sampai kau menjadi kehilangan akal sehatmu ? Ini rumahku dan Aditya... Atas dasar apa kau berani menginjakan kaki disini. Kami tidak menerima orang rendahan disini, pergilah.. ” Usir Bianca. Dia sudah tidak dapat bersabar lagi sekarang, orang seperti Kirana pantas diperlakukan seperti ini.
“Berani sekali kau Bianca ! Aku sedikit menyesal untuk kejadian dimalam pesta ulang tahunmu? Apa Aditya mengatakan sesuatu padamu.”
“Apa lagi rencanamu?. ”
“Apa kau sudah melihat ini.” Ucap Kirana menunjukan sebuah rekaman pendek, saat Kirana dan Aditya berciuman di atas gedung Shimao, malam saat Bianca dan kedua orang tuanya mencari Aditya. Itu adalah saat acara pemotongan kue.
__ADS_1
Hanya Kirana Dan Aditya yang mengetahui pasti bahwa kejadian yang sebenarnya bukanlah seperti itu. Kirana lah yang melakukanya, sementara Aditya hanya ingin menjelaskan bahwa dia tidak memiliki hasrat dan perasaan apapun lagi pada wanita itu.
“Tidak ini tidak benar !.” Tolak Bianca, menjatuhkan ponsel milik Kirana begitu saja.
“Ya itulah kenyataanya, kau seharusnya sadar, Aditya dan aku saling mencintai Bianca. Bahkan ketika menikah denganmu, dia masih memohon padaku agar tidak meninggalkanya! Jadi sekarang kumohon biarkan kami bahagia karena Aditya hanya mencintaiku. Aditya hanya kasihan padamu. ” Semakin banyak hal yang Kirana ucapakan, semakin hati Bianca terluka.
“Hentikan itu ! Pergi dari sini, kalian semua ! aku tidak dapat mempercayai kalian semua, pergi dari hadapanku. ” Bentak Bianca, mengusir Kirana.
“Baiklah, kurasa tidak ada yang perlu kubicarkan lagi padamu. Bye Bianca. Kuharap kau memikirkanya kembali.. ” Seru Kirana, lalu dengan entengnya beranjak begitu saja.
Kirana bisa tersenyum puas, Bianca benar-benar memakan umpan yang diberikan olehnya. Kali ini dia sangat yakin, Aditya dan Bianca akan berakhir.”
Bianca Pov
Setelah sekian lama aku bertahan, akhirnya semuanya terjawab hari ini, Aditya, Kirana, mereka berdua adalah orang brengsek. Tega-teganya mereka mempermainkanku, bahkan aku telah mengandung anaknya, berani-beraninya dia masih bermain dengan wanita itu. Aku kecewa padamu Aditya, seharusnya jika kau mencintai wanita itu, untuk apa kau menahanku, untuk apa?
Seharusnya aku tahu bahwa kau tidak benar-benar mencintaiku, bodohnya aku termakan permainan kalian.
Begitu banyak penyesalan yang Bianca rasakan dalam dirinya. Dia menangis begitu kencangnya.
Araaghhhh... Aku sangat membencimu...sangat membencimu Aditya... Ucap Bianca, yang mulai histeris, dirumah megah itu.
Sebenarnya apa arti diriku ini? Dia selalu mengatakan mencintaiku. Dia selalu mengatakan menginginkanku, bahkan baru saja dia mengatakan tak ingin jauh dariku.
Apa aku yang terlalu bodoh?
Apa aku yang telalu naif.
Aku memang mencintaimu, tapi kenapa harus aku yang kau korbankan dalam permainan bodohmu.
Anak kita? Apa kau benar-benar menginginkanya? Apa kau benar-benar mencintainya?
Berperan menjadi seorang suami dan calon ayah yang baik. Aku hampir tertipu dengan itu semua, atau bahkan aku memang sudah termakan sandiwara itu.
Sudah cukup. Aku tidak ingin lagi, jika kau ingin bahagia bersama wanita itu, aku akan pergi, sejauh mungkin dari hidupmu.
Hidup dan bersama denganmu adalah hal yang sia-sia.
Begitu banyak cercaan yang Bianca ucapkan untuk Aditya, bahkan tanpa sadar dia sudah melempar cincin pernikahanya begitu saja. Sepertinya ini adalah hari terakhirnya berada disini, tidak perlu berpamitan, tidak perlu kata pepisahan. Kini Bianca sudah membulatkan tekadnya, untuk menggangkat kaki dari istana megahnya ini.
Pada akhirnya, aku tidak akan bisa menjadi pemenang untuk suamiku sendiri. Karena dihatinya hanya ada wanita lain.
__ADS_1
Sementara itu ditempat lain, Kirana menyampaikan pada Eric, bahwa tugasnya sudah selesai, sekarang adalah giliran Eric untuk menyerang Aditya.
📍Gios Ji Group
Tiba-tiba saja Christianto Darmawansa dikejutkan dengan kedatangan Eric, sang penanam modal terbesar diperusahanya.
“Apa yang membawa anda kesini? .” Tanya Christianto tidak ingin berbasa-basi.
Tentu saja itu karena Darmawansa masih ingat peringatan Aditya padanya.
“Sepertinya anda sudah salah paham dengan kedatangan saya tuan Darmawansa!. ” Seru Eric.
“Apa maksudmu?. ”
“Aku tahu menantumu, pasti sudah memperingatkanmu tentangku... ” Seru Eric. “Tapi apa anda tahu mengapa dia melakukan itu tuan? .”
“Apa yang kau inginkan? Aku hanya akan membahas pekerjaan disini... ” Potong Darmawansa.
“Jika ini menyangkut putrimu, apa kau masih tidak ingin mendengarkanya?.” Ucap Eric memancing reaksi Ayah Bianca itu.
“Kenapa dengan putriku, apa yang kau lakukan... ”
“Kau seharusnya menayakan itu pada Aditya, menantumu itu ! Apa putrimu tidak pernah menceritakanya... Baiklah akanku jelaskan, Aditya sudah mengkhianati putrimu tuan!.”
“Apa maksudmu? ”
“Aku punya buktinya, ini lihatlah... ” Tunjuk Eric. Sama halnya dengan Kirana. Eric juga memiliki senjata yang sama denganya. “Apa anda ingat, malam pesta ulang tahun Bianca? Pesta yang merenggut nyawa Handoko Herlambang? Inilah yang dilakukan oleh menantu kesayanganmu itu tuan. Sekarang kau mengerti mengapa dia memintamu menjauhiku, bukan? Itu karena bukti yang ku miliki.”
Tentu saja ucapan itu berhasil membuat Christianto naik pitam, apa lagi itu menyangkut putrinya Bianca, yang telah dikhianati oleh suaminya sendiri. Bagaimana dia tega melihat putri kesayanganya dipermaikan oleh pria seperti itu.
“Maafkan aku membukanya seperti ini tuan, tapi aku tidak ingin putrimu menderita lebih lama lagi... ”
“Tidak kau sudah melakukan hal yang tepat Eric. Aku harus mengambil putriku darinya... ”
Kringg... Kringg... ( Ponsel Christianto berdering) Panggilan dari Istrinya Larasati.
“Halo.... ” Belum sempat Christianto mengucapkan banyak kata, Larasti sudah lebih dulu mengambil kesempatan untuk berbicara.
“Ayah cepat kembali, Bianca disini, Ibu tidak tahu apa yang terjadi denganya. Dia terus menangis. Cepatlah kembali, kumohon... ” Seru Larasati dengan nada penuh kekhawatiran. (Titt. Panggilan diakhiri begitu saja).
“Maaf saya harus kembali sekarang.” Ucap Christianto Darmawansa, kemudian pergi meninggalkan Eric dengan terburu-buru.
Sekarang Eric bisa tertawa puas dalam hatinya. Usahanya menghancurkan Aditya dan mendapatkan Bianca, semakin terbuka lebar sekarang.
__ADS_1
⚫️⚫️⚫️⚫️⚫️⚫️⚫️⚫️⚫️⚫️⚫️⚫️⚫️⚫️⚫️
NB : Buat yang lupa kejadian yang terjadi sebenarnya antara Aditya dan Kirana ada di Episode 24 ya.