IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.52


__ADS_3

Untuk sesaat aku merasa seolah mati rasa dan sekarang terasa begitu sakit.


Aku ingin bertanya, mengapa? Namun aku tak melakukannya, itu tak penting lagi. Karena tak akan ada yang akan berubah. Nyatanya kita memang sudah berpisah. Meskipun rasanya begitu terpuruk menjalani hidup tanpamu.


Kadang aku berharap, kau merasakan sakit yang lebih dariku. Apa itu pikiran yang buruk?


Bagaimana kau tak bisa tidur karena ku, dan berteriak, bahwa kau tak bisa melewati hari ini tanpaku.


Aku merasa begitu terpuruk tanpamu, aku tersiksa saat aku mendengar tentang dirimu dan keadaanmu.


Bagaimana hatiku merindukanmu disaat aku membencimu, apa tahu rasanya? Bertingkah seolah sedang baik-baik saja,dengan hati yang hancur berantakan.


Jika kau menemukan aku yang seperti itu, berpura-puralah bahwa kau tidak melihatnya, jangan mengasihani ku hanya karena, kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu.


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


🔸Author Pov🔸


Karena hari ini Larasati diperbolehkan untuk pulang. Bianca memutuskan untuk membuat pesta kecil untuk kepulangan ibunya. Pagi-pagi sekali wanita itu sudah bersiap untuk mencari bahan-bahan untuk dimasak. Sementara Jonathan dan Minyo, ditugaskan untuk menjemput ayah dan ibu di Khong Hospital.


📍Go Supermarket


Bianca masih sedang berkeliling, sambil melihat-lihat daftar belanjaan yang ditulis olehnya.

__ADS_1


“Apa kau sedang mencari sesuatu nona.. ” Lagi-lagi suara yang begitu tak asing menyapanya.


“Kau !!! .” Ucap Bianca lantang. “Aku harus pergi dari sini. Sudahku peringatkan jangan menampakkan wajah di depanku lagi, aku benci melihatmu.”


“Bencilah sampai kau kembali mencintaiku lagi... ” Seru Aditya. Kemudian menarik Bianca lebih jauh, untuk membicarakan hal yang harus dibicarakan.


“Berhentilah. Bergurau denganku. Sebenarnya apa yang kau inginkan? Kau sudah menghancurkan hidupku, mimpiku, semua harapanku? Apa itu belum cukup.”


“Tidak bisakah kita membicarakannya dulu? Kau pergi begitu saja meninggalkanku, apa kau lupa itu?.”


“Kau tahu jelas alasanku pergi darimu. Apa kau juga lupa itu. Kenapa Adit? Apa sekarang perempuan itu mencampakkan mu?.”


“Perempuan mana yang kau maksud Bianca. Kaulah yang mencampakkan ku. Tidak ada wanita manapun bisa melakukan itu padaku, kecuali dirimu. ” Ucap Aditya, mencengkram kuat tangan Bianca.



“Aku lebih sakit dari ini. Istriku meninggalkanku tanpa memberiku kesempatan untuk menjelaskan apapun. Kau egois Bianca.” Bentak Aditya.


“Aku egois? Kau pikir wanita mana yang tidak akan marah, jika pria yang benar-benar sangat dipercayainya olehnya, menyentuh wanita lain? Apa itu perlu untuk dijelaskan? Apa itu bukan kau ?.” Tanya Bianca. “Jawab Aditya. Kau tidak bisa menjawabnya bukan? Karena memang kau pengkhianatnya. Kau memang menginginkan kehancuran ku. Dan kau sudah berhasil, lalu apa lagi sekarang.”


“Itulah kelemahan mu. Kenapa kau tidak bisa mempercayaiku? Kenapa begitu mudah bagimu mempercayai orang lain, dibanding aku, yang adalah suamimu sendiri.. ”


“Hentikan, tidak ada yang perlu kau jelaskan, kita sudah berakhir. Kau dan aku, kita bukan siapa-siapa lagi sekarang. Aku membencimu Aditya, setiap kali kau muncul aku semakin membencimu.” Ujar Bianca, seketika saja tangis itu pecah dihadapan Aditya. Entah karena menyesal atau karena telah membuat Bianca menangis, perlahan-lahan cengkram itu dilepaskan begitu saja oleh Aditya.

__ADS_1


“Baiklah. Pergilah jika memang menginginkan itu. Aku akan berhenti sampai disini. Namun kau harus tahu satu hal Bianca, aku ingin putra ku... Anak yang bersamamu dia adalah anak ku bukan? Aku akan mengambilnya.” Tandas Aditya.


“Tidak kau tidak akan bisa mengambilnya...Minyo hanya milikku.”


“Jadi namanya Minyo. Kau tahu aku Bianca, aku bisa mendapatkan segalanya dengan mudah, begitu juga dengan putraku itu.” Ancam Aditya.


“Kau mengancamku... Apa yang kau inginkan? Kau tidak boleh melakukan itu, hanya dia satu-satunya yang kumiliki... ”


“Kau tahu apa yang kuinginkan. Besok malam datanglah ke Garden House, jika kau masih ingin melihat Minyo, sebelum aku benar-benar mengambilnya.” Titah Aditya.


“Apa kau gila. Aku tidak mungkin ketempat itu lagi, tidak akan pernah... ”Tolak Bianca.


“Ya aku sudah gila. Tapi kau harus tahu, kekuatanmu dan keluargamu tidak akan pernah bisa mengalahkan keluarga Herlambang Bianca. Minyo, sudah pasti akan jatuh ketanganku. Aku tidak pernah bermain-main dengan ucapanku, kau tahu itu... ” Tandas Aditya, kemudian meninggalkan Bianca begitu saja.


“Maafkan aku Bianca, maaf membuat mu menangis, tapi hanya itu cara satu-satunya untuk membuatmu tetap berada disisiku.. ” Gumam Aditya dalam hati.


Namun tentu saja dia tidak mungkin meninggalkan Bianca begitu saja tanpa pengawasan.


“Awasi dia, pastikan dia aman dan selamat sampai ke tempat tujuanya. ” Titah Aditya kepada beberapa bodyguard yang ikut bersamanya.


“Baik Tuan.... ”


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2