IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.42


__ADS_3

5 Tahun kemudian. 


Waktu yang cukup panjang dan tentunya menggubah banyak hal. Termasuk kehidupanku.


📍Winsle County Town House, Gyeonggi-do, Seoul.


“Bianca...Mana Minyo?. ” Tanya Larasati. 


“Dia sedang bermain bersama ayah dan Jonathan didepan..”


“Apa? Benarkah Jonathan berada disini?.”


“Iya dia datang. Katanya sangat merindukan Minyo…”


“Kurasa dia memang sangat mencintai putramu itu…” Seru Larasati begitu senang. “Menurut ibu dia pria yang baik, bagaimana menurutmu?.” 


“Menurutku, siapapun yang menyayangi putraku, adalah orang baik.”


“Minyo. Kurasa dia sangat mencintai Jonathan, Minyo bahkan memanggilnya daddy. Apa tidak sebaiknya...”


“Jangan ibu. Bianca dan Minyo bisa sendiri.” Seruku. 


“Kau tidak boleh egois Bianca. Lihat Jonathan sangat tulus padamu dan putramu. Apa lagi yang kau tunggu nak…” Seru ibuku, begitu berharap aku mau menikah dengan Jonathan. 


Aku mengerti Jonathan sudah begitu baik padaku dan juga Minyo. Tapi sayangnya perasaanku, belum bisa terbuka bagi siapapun sekarang. Dan juga sejujurnya bayangan pria itu masih ada dipikiranku. seharusnya bertahun-tahun cukup untuk menghapusnya, namun saat Minyo ada, bayangan Aditya kembali datang, pria kecil yang ada bersamaku ini, dari sisi manapun, dia persis seperti rupa ayahnya. Tapi aku yakin pria kecil yangku miliki ini, jauh lebih baik dibanding Aditya.  


“Mamii… ”Suara manja Minyo memanggilku. 


“Iya sayang. Kemarilah...Ada apa? Bukankah kau sedang bermain dengan uncle Jo?.”


“Stttsss… Aku sedang bermain petak umpet dengan daddy.. ” Jawabnya. 


“Kemarilah, kau akan aman bersembunyi disini sayang… ” Ajakku. Kaki mungilnya segera berlari kearahku. 

__ADS_1


“Minyo…Dimana kau… ?Aku tahu kau pasti berada disini.” Seru Jonathan. “Bibi, Bianca!  Apa kau melihat anak manis itu… ?.” Tanyanya, seolah benar-benar tidak melihat Minyo. 


“Tidak, aku sama sekali tidak meilhatnya,  benarkan bu… ” Tanyaku.


“Ya Minyo tidak ada disini… ”Jawab ibuku. Mengikuti permain yang berlangsung. 


“Baiklah kalau begitu aku akan mencari ketempat lain…”


Tiba-tiba saja Minyo keluar dari persembunyiannya. 


“Daddy… Aku disini.” Ucapnya dan tertawa lepas penuh kemenangan. 


“Daddy kalah lagi…” Seru Jonathan kemudian datang dan mengangkat tubuh mungil Minyo. 


“Ibu akan membawa makanan ringan untuk kalian… ”Seru ibuku,  kemudian meninggalkan kami bertiga bersama. 


“Daddy, kau payah. Aku selalu menang darimu.” 


“Minyo, panggil dia uncle Jo sayang… ” Pintaku. Aku hanya tidak ingin orang-orang menjadi salah paham jika anakku terus memanggilnya daddy. 


“Berhentilah bercanda Jo… Aku ini seorang wanita beranak satu.” Seruku,  sambil terkekeh. 


“Itu bukan masalah Bianca. Apapun statusmu, dimataku kau adalah seorang wanita yang menggagumkan, dan Minyo, dia anak baik dan aku sangat menyayanginya… ” Ungakap jonathan padaku. 


“Mami,  Daddy… Menikah itu apa?.” Tanya Minyo polos kepada kami. 


Aku dan Jonathan tersentak dengan pertanyaan putraku itu, bagaimana kami mejelaskan apa itu menikah, dengan bahasa yang lebih mudah dipahami olehnya. 


“Menikah itu, saat seorang pria dan wanita yang saling mencintai, mereka akan tinggal bersama, hidup bersama, melakukan semuanya bersama-sama, sayang… ”Jelasku. 


“Sepertinya itu menyenangkan mamii. Apakah mami tidak ingin menikah?.”Tanya Minyo polos. “Kau ini terlalu banyak tanya.” Ucapku kemudian menggelitik tubuh mungil putraku itu. 


Awalnya mami rasa menikah itu memang hal yang menyenangkan nak. Tapi sayangnya orang yang mami cintai, membuat makna dari pernikahan itu hancur. Batin Bianca.

__ADS_1


“Ehmmm. Ehmmm.... ”Deheman Ibuku. “Minyo kemarilah ikut nenek. Ada sesuatu yang spesial untukmu.. ” Panggil ibuku. Aku tahu itu hanya agar aku dan Jonathan lebih leluasa berbicara sekarang.


Setelah Minyo dan ibu pergi, sekarang tinggalah aku dan Jonathan....


“ Maaf.... ”


“Tidak kau tidak salah Jo... Aku sudah mengatakan padamu, aku belum siap untuk memulai sesuatu dengan siapapun sekarang...Proritas ku hanya Minyo.”


“Aku akan selalu menunggumu Bianca. Kita tidak perlu terburu-buru...”


“Terima kasih Jo... Aku senang kau ada disini, kau membuatku dan Minyo memiliki semangat.” Seruku.


Tiba-tiba saja, Jonathan meraih tanganku dan menggengamnya erat.


“Aku akan selalu ada untukmu dan Minyo. Aku mencintaimu Bianca... ” Ungkap Jonathan.


“Kau tahu Jo !! Kadang kau juga bisa membuat dadaku berdebar-debar, saat kau mengatakan hal itu. Kadang aku juga berpikir, mungkin aku juga bisa mencintaimu. Tapi melihat betapa baiknya dirimu, aku merasa kau bisa menemukan yang jauh lebih baik dariku... ”


“Kau sudah mewakili semua yang terbaik Bianca. Aku sudah menemukan itu, didirimu...” Ucap Jonathan. Aku hanya dapat tersenyum dan menggangukan kepala.


“Apa malam ini kau ada acara Bianca?.” Tambahnya lagi.


“Tidak, ada apa? Apa kau ingin mengajakku kesuatu tempat... ” Tebakku.


“Sepertinya aku tidak perlu menjelaskannya lagi. ” Serunya sambil terkekeh.


“Baiklah, kemana kau akan membawaku?.”


“Kau akan tahu nanti, jam 7 aku akan datang menjemputmu... ” Jelas Jonathan, membuatku semakin penasaran.


 


\*

__ADS_1


 


__ADS_2