
Joe Morrent, sudah dipastikan dia bukanlah keturunan Herlambang sesungguhnya. Anak angkat tetaplah anak angkat. Dan Ryan Herlambang, dia adalah orang yang sangat serakah, bukan tanpa alasan, dia diasingkan sendiri oleh keluarganya. Dia adalah pelaku penggelapan dana diperusahan Herlambang Group 10 tahun silam, sebesar hampir 150 triliun, beruntung karena kebaikan hati mendiang Handoko, dia bisa terlepas dari jeratan hukum.
Namun yang bersalah tetaplah, bersalah, dia harus berlapang dada saat ditendang keluar dari Perusahan besar itu untuk selamanya. Namanya sudah menjadi daftar hitam dalam keluarga Herlambang.
"Aditya, Mamah mau kalian bercerai! Kau dan Bianca. Cerikan dia segera..."
"Tidak, aku tidak bisa menceraikanya! "
"Harus Adit, Mamah, tidak ingin Ada penolakan. Apa kau lupa, dia menghabiskanya nyawa Papah didepan mata kita. Dia tidak baik Aditya... "
"Bukan dia pelakunya, Aditya yakin Bianca sama sekali tidak bersalah... "
"Kau bisa menemukan wanita yang seribu kali lebih pantas darinya, tinggalkan dia demi Mamah... "
"Apa kau lupa? Kalianlah yang memintaku menikahinya. Sekarang saat Aditya sudah menikahi wanita itu. Mamah meminta Adit meninggalkanya! Apa itu tidak terlalu kejam untuknya. Bukan Bianca orang jahat itu... "
"Bahkan dia telah mencuci otakmu untuk membangkang dariku".
"Mah.. dengarkan Aditya. Aku sangat menyayangimu. Tapi Aditya sangat mencintai Bianca. Kuharap kau bisa mengerti"
"Baik. Kalau begitu jangan menggangapku orang tuamu lagi sekarang"
Masalah terus berdatangan, bagaimana aku bisa menghadapinya satu persatu. Belum selesai dengan masalah Bianca, sekarang orang tuaku malah meminta kami untuk berpisah. Dua orang yang sangat berarti dalam hidupku berada dikondisi yang paling terendah dalam hidup mereka.
•••••
Satu hari kembali terlewati namun belum ada titik terang dari kasus Bianca. Sementara Eric sudah bergerak selangkah dari Aditya. Dia hanya harus mencari Joe Morrent sekarang, tapi keberadaan orang itu entah dimana. Sangat sulit sekali melacak keberadaannya.
Markas Nitara
Brakkkk... Suara gebrakan yang sangat keras.
"Aku ingin kalian mencari keberadaan Joe Morrent. Dia telah hilang dari peredaran. Aku yakin dia juga bisa menjadi salah satu tersangka" Titiah Aditya. "Dan Eric Wijaya aku tidak mau tahu, informasikan segala garak-geriknya sekecil apapun segera laporkan! Apa kalian mengerti! "
"Siap. Tuan.... ".
Drett.. Drett.... panggilan dari Kirana. Apa lagi yang diinginkan wanita ini sekarang, aku tidak bisa mendapatkan informasi apapun darinya, dia tidak berguna lagi sekarang. ( Tit. Aditya menolak panggilan dari Kirana).
__ADS_1
Ting satu pesan masuk disana tertulis nama Kirana.
Aditya, ayo kita keluar. Aku merindukanmu.
Tentu saja Aditya tidak menghiraukan pesan itu, sudah cukup bermain dengan Kirana, perempuan itu tidak dapat membantunya sama sekali.
Sementara itu dipenjara Wujiaochang.
Bianca tampak berantakan sekali, tidak ada yang datang mengunjunginya. Termasuk Aditya. Orang yang paling dinanti-nantikan olehnya. Pikirannya semakin kacau sekarang. Dia mulai berpikir bahwa inilah akhir hidupnya. Untuk selamanya dia akan berada disini, tanpa cinta dan tanpa keluarga.
Dia juga semakin putus asa, ditambah lagi orang-orang disini sangat menakutkan dan kejam padanya. Tempat yang sangat mengerikan, dia bahkan tidak pernah bermimpi berada ditempat seperti ini.
"Hei Nyonya besar... Katakan padaku mengapa kau membunuh mertuamu sendiri?"
"Aku tahu terkadang mertua itu memang sangat menyebalkan. Kau sangat luar biasa melakukanya"
"Aku tidak melakukanya..." Elakku.
"Hahahha... " Semua orang tertawa. "Jika kau tidak melakukanya kau tidak mungkin berada disini seperti kami. Kau ini pintar sekali bersandiwara" Sahut seorang wanita, sepertinya dia adalah pemimpin para penjahat-penjahat dalam sel ini, semua orang takut padanya.
"Mana keluargamu, mereka tidak menjengukmu bukan? Kau tahu, perlahan-lahan mereka akan melupakanmu, sampai kau membusuk disinipun, kurasa mereka tidak akan datang lagi..."
"Aku tidak ingin membuatmu kecewa Nyonya. Itulah yang terjadi pada kami. Mungkin saja suamimu akan menikah lagi setelah ini, bahkan suami-suami kami disini juga melakukan hal itu" Serunya lagi.
Bagaimana jika itu benar, bagaimana jika mereka benar-benar melupakanku. Aditya dia pasti tidak ingin malu memiliki istri sepertiku lagi. Dia akan menikah dan hidup bahagia dengan keluarga barunya. Lalu Aku dan kandunganku, bagaimana dengan kami. 🥀
"Hentikan itu semua, itu tidak benar... " Tolakku. Meskipun aku benar-benar mengkhawatirkan itu sekarang.
📍Suite Hotel Bugs Moran
Joe Morrent Pov
Untuk sementara hanya tempat ini yang bisa menjadi persembunyianku, paling tidak sampai Istri Aditya itu benar-benar telah ditetapkan menjadi tersangka. Wanita bodoh itu, telah menyelamatkanku.
Aditya dia pasti tidak akan tinggal diam sekarang. Si bodoh Aditya! Sekarang kau tahu siapa yang kau lawan! Aku juga pasti akan melenyapkanmu, sama seperti Ayahmu mati ditanganku.
"Joe Morrent ada disini, cepatlah datang sebelum orang itu menghilang lagi"
__ADS_1
"Baiklah aku akan segera kesana pastikan dia tetap disana! "
"Baik Tuan. Ku pastikan dia tidak akan kemana-mana.
"Siapakan mobil dan kerahkan semua orang ke Bugs Moran, Joe Morrent sudah ditemukan" Titah Aditya.
Suite Hotel Bugs Moran.
Semua orang-orang Aditya sudah menggelilingi tempat itu. Aditya melangkah langsung menuju kamar 3018, kamar yang ditempati oleh Joe.
Brakkk...
Aditya merobohkan pintu itu dengan sekali tendangan.
"Jangan bergerak" Semua orang mengarahkan senjata kearah Joe, yang sedang berbaring diatas tempat tidurnya.
"Hei, apa-apaan ini? Aditya apa ini? "Tanya Joe, seolah tidak mengetahui apapun.
"Jangan berdahlil ikut dengaku"
Joe Morrent ikut tanpa perlawanan. Karena dia sangat tahu Aditya bisa dengan mudah membunuhnya disini. Joe tidak ingin mati konyol, sebelum mendapatkan apapun.
Sementara di perusahaan Eric mendapatkan kabar yang tidak menyenangkan, anak buahnya kalah cepat dengan Aditya. Joe Morrent sudah ditemukan. Kini kesempatannya menjadi pahlawan untuk Bianca semakin kecil.
"Si bajíngan Aditya itu. Aku tidak bisa meremehkanya! Pergerakanya lebih cepat dari dugaanku".
"Tuan Eric, apa kita harus melakukan serangan. Joe Morrent telah dibawah ke Nitara sekarang".
"Tidak. Ini terlalu beresiko untuk kita. Tempat itu terlalu berbahaya. Aku masih punya plan B untuk mendapatkan Bianca. Tanpa Joe" Seru Eric.
Aku sudah menyiapkan beberapa kartu untuk menghadapi Aditya. Kita tunggu saja sampai waktunya datang, satu persatu kartu akanku buka. Lihat saja apa dia bisa melawannya.
Kirana dia adalah alat yang paling berguna untukku. Memanfaatkan wanita yang sedang patah itu sangat mudah.
Hariku tanpamu. Aku diam- diam menangis, apa yang harus kulakukan? Katakan padaku bahwa aku hanya perlu menunggu sebentar. Bahwa ketika hari berlalu dan besok datang kau akan kembali padaku. (Kirana Gabriella)
__ADS_1
___________ 🥀 🥀 🥀 🥀 🥀_______________