IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.26


__ADS_3

Prosesi pemakaman Handoko Herlambang.


17:00.


Sore hari yang kelabu.


Membuat hati menjadi sendu, langit ikut berkabung, menyertai raga seseorang ketempat peristirahatan terakhirnya.


Gelap, hitam, pekat...


Memilukan semua rasa. Kehilangan menjadi semakin terasa dekat.


Kini yang tersisa hanya kenangan yang melekat selamanya dijiwa-jiwa para pencintanya.


Selamat Jalan separuh jiwaku.


Handoko Herlambang.


📍Penjara Wujiaochang


Meskipun tidak bisa mengantarkan Papah keperistirahatan terakhirnya hari ini. Doa Bianca menyertai kepergian Papah. Semoga Papah selalu bahagia ditempat terbaik, bersama Sang Pencipta.


Sejak tadi aku terus termenung, memikirkan betapa hebatnya takdir mempermainkanku. Rasanya baru kemarin aku mendapatkan kebahagiaanku, kini takdir kembali merengutnya dariku.


Ada pepatah yang mengatakan, tidak ada yang abadi dalam hidup ini, semua memiliki masa~nya masing-masing. Kurasa itu memang benar, masa kebahagianku telah habis. Tidak ada yang benar-benar bertahan untuk selamanya, itu hanya omong kosong.


"Sabar ya sayang, Ibu akan menjagamu sebaik mungkin. Tunggu sampai Ayah menjemput kita ya nak." Ucapku dan mengelus-ngelus perutku.


"Tuan Nyonya Bianca, dia sepertinya sangat membutuhkan anda sekarang." Seru William pada Aditya.


"Bagaimana keadaanya?."


"Nyonya sangat terpukul sekali Tuan, saya bahkan melihat Nyonya terus saja menangis. Sepertinya dia sangat sedih karena tuan tidak datang menghampirinya." Jelas William.

__ADS_1


"Kau tahu, ini sesuatu yang berat untuk orang tuaku sekarang, maksudku Mamah, dia masih terus beranggapan Bianca lah dalang pembunuhan Papah. Apa kau tahu? Ini juga berat bagiku, aku kehilangan sosok yang paling berarti dalam hidupku."


"Maafkan saya Tuan. Tetapi bagaimana dengan nyonya Bianca. Apa tuan akan membebaskanya? ." Tanya William.


"Tentu saja. Untuk sementara waktu, dia akan lebih aman berada disana, sampai aku menemukan bukti-bukti untuk membebaskanya. Rekaman cctv ditempat itu sudah dimanipulasi. Aku sangat yakin." Tegas Aditya. Ini membutikan satu hal bahwa Aditya masih yakin, bukan Bianca pelakunya, meskipun semua bukti telah mengarah pada istrinya.


Keesokan harinya


Ini masih terasa seperti mimpi buruk bagiku, semalam aku masih berharap saat terbangun semua akan kembali normal.


"Hei pembunuh, cepat keluar ada seseorang yang ingin menemuimu! ." Seru penjaga sel itu padaku.


"Siapa? ." Tanyaku, aku tidak ingin terlalu berharap bahwa itu adalah Aditya.


"Mana aku tahu, apa aku harus mendata semua orang yang datang kesini untukmu. Dasar gila." Makinya padaku.


Tanpa menjawab aku segera keluar, dan menghampiri sesorang yang ingin menemuiku itu.


"Mamah... " Ucapku, saat menyadari itu adalah mertuaku.


"Mamah dengarkan Bianca... "


"Jangan panggil aku seperti itu lagi. Kau bukan anakku, ******. Kau harus membayar semuanya. Akanku hancurkan kau Bianca. Kau berani melawan keluarga Herlambang. Lihat apa yang bisa kulakukan. Kau telah membangunkan singa yang sedang tidur..." Ucap Ariani dengan nada penuh penekanan dan ancaman.


Hati Ariani sangat hancur mengatakan hal itu, karena dalam lubuk hatinya yang terdalam, dia sangat menyayangi Bianca.


"Bukan aku orangnya. Kau harus mempercayaiku." Seru Bianca. Air matanya mengalir begitu deras. Saat untuk pertama kalinya, Ariani terlihat begitu menakutkan didepannya. Orang yang selama ini dikenalnya sangat ramah dan menyayanginya.


"Berhentilah bersandiwara didepanku. Kumohon akuilah semua perbuatan kejimu itu. Agar suamiku menjadi lebih tenang disana. Dan satu lagi, aku akan meminta Aditya menceraikanmu. Karena mulai hari ini, kau bukan siapa-siapa lagi dikeluaraga Herlambang. Jangan berharap mendapatkan sepeserpun dariku. Keluargamu itu, akan berakhir sebentar lagi." Ucap Ariani. Sebagai penutup pertemuanya dengan Bianca hari itu.


Arian melangkah pergi meninggalkannya, tapi Bianca, tidak bisa hanya tinggal diam saja. Dia mengejar langkah Ariani yang masih berada tak jauh darinya. Dia bersujud dan memohon dibawah kaki Ariani. Menangis, meminta pengampunan atas dosa yang tidak pernah dilakukanya.


"Mah.. dengarkan aku, sungguh bukan aku yang membunuh Papah. Jangan sakiti keluargaku, mereka tidak bersalah. Jika Mamah marah, hukum saja Bianca, tapi Ayah dan Ibu, jangan pernah menyentuh mereka. Bianca sangat mencintai Aditya, jangan pisahkan Bianca dengan Adit, Mah. Aku mohon..." Bianca terisak-isak memhon pada Ariani. Namun wanita paruh baya itu sudah benar-benar muak denganya. Tidak ada satupun kata, yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


*****


"Eric, katakan padaku. Apa ini rencanamu? ." Tebak Kirana.


"Apa maksudmu Kirana? Kau menduduhku melakukanya? ."


"Siapa lagi yang bisa berbuat sekeji itu jika bukan dirimu! ."


"Kau tahu. Sasaranku adalah Aditya dan Bianca...."


"Sampai aku tahu, kau ada dibalik semua kejadian ini, akanku pastikan seumur hidup kau akan berakhir dipenjara.. ." Ancam Kirana.


"Hahahha" Tawa Eric."Aku takut sekali Kirana" Seru, Eric lagi.


"Aku tidak sedang bercanda, aku serius akan melakukanya! ."


"Kirana... Kirana... Kau tahu aku menginginkan wanita itu. Apa kau masih bisa berpikir akulah yang menjebak Bianca? Ada Aktor lain yang melakukanya. Dan aku sangat menyukai permainan orang itu." Ucap Eric.


"Lalu siapa lagi yang menginginkan kehancuran keluarga Herlambang, jika bukan kau! ."


"Itulah yang sedang kucari tahu !." Seru Eric.


Sekarang Kirana yakin, bahwa Eric memang bukanlah dalang dari kematian Handoko Herlambang, Ayah Aditya. Dia memang menginginkan perpisahan Aditya dan Bianca, tapi dia tidak mungkin membuat wanita yang diinginkanya itu, berada dalam situasi yang tidak menguntungkan seperti ini.


Tapi bagi Kirana sendiri, ini adalah kondisi yang menguntungkan untuknya, dengan begini Aditya akan kembali kedalam pelukannya. Karena Bianca adalah pelaku atas pembunuhan Ayahnya.


Sementara Eric, ia harus berusaha lebih keras lagi sekarang, untuk mendapatkan bukti bahwa Bianca tidak bersalah. Setelah semuanya terungkap barulah, dia mengeluarkan senjata pamungkasnya untuk benar-benar memisahkan Aditya dan Bianca. Eric begitu yakin hal yang dimilikinya sekarang akan berhasil menghancurkan pertahanan Bianca.


Hampir seluruh negara digemparkan atas kematian Handoko Herlambang, ditambah lagi pemberitaan negetif yang terus beredar tentang Keluarga Christianto Darmawansa dan Putrinya Bianca, yang kini dicap sebagai seorang pembunuh kejam, yang dengan tega, menghabisi nyawa ayah mertunya sendiri. Begitu banyak komentar-komrntar pedas yang dilayangkan padanya, kutukan, makian dan cacian.


Dan Ariani Gelora, dia diam-diam melakukan pergerakanya sendiri, tanpa sepengetahuan Aditya. Seluruh dana yang selama ini mengalir untuk menyokong perusahan dari Keluarga Darmawansa, dihentikan secara sepihak olehnya. Tentu saja itu hanya berarti satu hal, Perusahan Gios Ji akan segera hancur lebur setelah ini.


"Tuan. Saya mendapat info Nyonya besar, telah berkunjung menemui Nyonya Bianca. Saya berpikir ada sesuatu yang telah terjadi disana! ." Lapor William.

__ADS_1


"Cari tahu apa yang telah terjadi. Aku belum bisa menemuinya sekarng, aku harus cepat menemukan alat bukti untuknya. Temui dia dan katakan, besabarlah sebentar lagi..." Titah Aditya.


Sejak Kematian Handoko Helambang, Aditya tidak pernah berhenti terus mencari segala informasi. Dia bukan hanya harus menemukan dalang utama atas kejadian itu, tapi juga, harus segera membersihkan nama Istrinya dengan segera.


__ADS_2