IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.53


__ADS_3

Keesokan harinya. Hampir sepanjang malam Bianca terjaga dari tidurnya. Dia masih memikirkan ancaman Aditya. Bianca terus berpikir bagaimana jika Aditya bersungguh-sungguh akan mengambil Minyo.


“Sayang apa yang kau pikirkan... ” Tanya Larasati yang sejak tadi memperhatikan bahwa putrinya itu sedang melamun kan sesuatu.


“Ibu... Kenapa kau kemari, ibu harus beristirahat tidak boleh banyak bergerak.”


“Tidak, ibu akan semakin sakit jika berbaring terus Bianca... Katakan pada ibu, apa kau sudah siap bertunangan dengan Jonathan?.” Larasati masih ingin memastikan Perasaan Bianca yang sebenarnya.


“Ya Bianca yakin, Jo adalah orang yang tepat untuk Bianca dan Minyo.. ” Jawab Bianca. Meskipun wajahnya berkata hal yang sebaliknya.


“Baiklah. Hanya kau yang bisa menentukan kebahagiaanmu.” Ujar Larasati, ia tidak ingin mengatakan apapun lagi, dia yakin Bianca lebih tahu apa yang harus dia lakukan sekarang. “Oya nak, kata Jo malam ini kau akan keluar. Kau mau kemana sayang?. ” Tanya Larasati. Karena menurutnya Bianca bukan orang yang terlalu suka untuk keluar jika tanpa alasan yang jelas.


“Soal itu... Bianca.. Akan bertemu kawan lama Bianca bu, kami baru bertemu beberapa hari lalu, dan dia mengajakku kami untuk berkumpul.” Ucap Bianca berdahlil.


“Kawan lama? setahu ibu kau tidak punya banyak kawan. Apa kah itu Helen atau Mendy?. ” Tanya Larasati.


“Hmmmm.. Hel.. enn.... Ya helen bu.. ” Bianca menjawab dengan terbata-bata. Karena dia tidak mungkin mengatakan ingin bertemu dengan Aditya.

__ADS_1


“Ya baiklah...” Ucap Larasati, memberi senyum simpul, karena dia tahu bahwa Bianca sedang berbohong padanya.


Malam hari nya....


📍Garden House


Setelah sekian lama meninggalkan istana nya bersama Aditya. Akhirnya Bianca kembali menginjakan kakinya ditempat ini lagi. Namun tentu saja dia datang tidak sebagai tuan rumah, tetapi sebagai tamu yang datang karena keterpaksaan.


“ Apa yang kau inginkan aku sudah berada disini? Kau harus menepati janjimu, tidak akan mengambil Minyo dariku.”


“ Buatkan makan malam untuk kita... ” Titah Aditya.


“ Pergilah, tapi jangan menyesal , jika besok kau tidak bersama putramu lagi. ” Aditya kembali menahan Bianca dengan ancaman yang sama.


Bianca berbalik arah menuju dapur. Melangkah dengan langkah berat.


Bianca Pov

__ADS_1


Tidak ada yang berbeda sedikitpun dari rumah ini, sejak awal hingga hari ini, aku kembali ketempat ini.


Cara Aditya menata dan meletakan sesuatu masih sama seperti saat aku menatanya dulu.


“Apa yang kau pikirkan Bianca, apa kau merindukan tempat ini.” Aditya berhasil membuatku sadar dari pikiran sesaatku itu.


“Merindukanya ? Aku bahkan lupa bahwa aku pernah berada disini! .”


“Benarkah, tapi sepertinya kau masih sangat tahu, dimana kau dan aku biasa meletakan semuanya.” Ucap Aditya. Menatap meja yang membatasinya dan diriku. “Bumbu-bumbu itu, letaknya masih sama bukan?.” Aditya kembali bertanya.


“Pergilah aku tidak suka diganggu.”


“Baiklah, aku hanya berjaga-jaga agar kau tidak sedang berusaha meracuni makananku.” Ucap Aditya sambil tersenyum.


“Pergilah Aditya... ” Usirku.


“Baiklah aku akan menunggumu. Buatkan sesuatu yang spesial untukku. Makanan mu akan menentukan, tindakan apa yang akan ku ambil selanjutnya.” Ucapnya kemudian pergi meninggalkanku.

__ADS_1


Jika bukan karena Minyo, aku tidak mungkin melakukan ini. Aku tahu kau sengaja melakukan ini padaku, Aditya? Aku tidak perduli, asal putraku tetap bersamaku. Di injak-injak sekalipun aku tidak akan mundur.


__ADS_2