IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.57


__ADS_3

Aditya POV.


Entah sejak kapan tapi setiap kali melihatmu


aku merasa kita sudah ditakdirkan bersama. Mungkin aku hanya sedang keliru.


Kehilangan...


Telah banyak yang hilang. Aku tidak mengatakan bahwa itu adalah dirimu lagi, mungkin akulah yang kehilangan tujuan hidupku.


...


“Apa yang kau pikirkan... ” Vivie menyadarkan Aditya, sejak melihat Bianca dan Jonathan pergi, ia menjadi pendiam dan tidak cerewet lagi.


“Aku harus pergi. William akan datang kesini menjemputmu.” Aditya meninggalkan Viviean begitu saja. Tidak ada yang dapat dilakukan Viviean selain membiarkan orang itu tetap pergi.


Sementara Bianca dan Jonathan.


“Maafkan aku Bianca, apa tanganmu sakit?.” Tanya Jo, karena dia merasa sudah sedikit kasar menarik tangan wanita itu.


“Tidak Jo, aku baik-baik saja. Terima kasih sudah membawaku menjauh dari tempat itu.” Sepertinya Bianca sama sekali tidak keberatan dengan perlakuan Jo. Karena Itu bukan apa-apa dibanding dengan perlakuan Aditya padanya dulu.

__ADS_1


“Kurasa kita harus kembali sekarang.. ” Ajak Jonathan.


“Maaf mengecewakanmu.. ” Bianca menjadi begitu menyesal karena membuat hari yang seharusnya bisa mereka nikmati tidak berarti lagi untuk saat ini.


“Hei, dengarkan aku. Tidak ada yang perlu untuk dimaafkan. Itu bukan salahmu.” Jonathan meyakinkan Bianca.


“Tapi karena aku semua jadi berantakan. Kau pasti sangat kecewa sekarang.”


“Aku akan sangat kecewa lagi, jika kau bersedih Bianca. Jadi sekarang lebih baik kita pulang. Mungkin hanya Minyo yang bisa membuatmu lebih baik sekarang... ” Ucap Jonathan, dari semua orang, Jo paling mengerti bahwa kekuatan Bianca selama ini berasal dari putranya.


“Ya kau benar, aku benar-benar membutuhkannya saat ini.. ” Sesaat Bianca jadi merasa begitu merindukan Minyo.


Dari kejauhan Aditya yang seharusnya sudah meninggalkan tempat itu, malah dibuat bertahan lebih lama untuk melihat Bianca dengan kekasih barunya.


“Ternyata kau benar-benar sudah melupakanku Bianca.” Gumam Aditya.


\*\*\*\*\*



“Apa yang terjadi, mengapa Aditya tiba-tiba meninggalkanmu... ” William memang segera datang beberapa menit setelah mendapat pesan dari Aditya untuk menemani Viviean.

__ADS_1


“Apa kau sedang bersandiwara di depanku? Bukankah kau sudah mengetahui bahwa wanita itu berada disini...?. ” Tanpa memperjelas ucapannya, tentu saja William mengerti siapa yang dimaksud oleh Viviean.


“Sejak kapan kau mengetahuinya.. ” William sedikit terkejut.


“Sejak aku merasa bahwa kota Beijing begitu sempit sekarang...” Ucap Vivie begitu serius.


“Benarkah? Tentu saja bukan kota ini yang terlalu kecil,Beijing tetap lah kota besar Viviean. Aditya dan Bianca... Sampai saat inipun, aku tidak benar-benar mengerti apa yang diinginkan kedua orang itu.”


“Maksudmu?. ” Tanya Viviean berusaha mencerna ucapan William yang terdengar sangat ambigu.


“Sejak awal aku sudah bisa menebak. Bukankah sudah kukatakan padamu, untuk berhenti mengharapkannya ! Bahkan sampai detik ini, aku sangat yakin kedua orang itu masih saling mencintai. Hanya saja mereka terlalu keras kepala untuk menyadarinya.”


“Sebenarnya apa yang terjadi? Bianca... Kupikir hanya wanita bodoh yang bisa mencampakkan pria terhormat seperti Aditya.”


“Jika aku dirimu, aku juga akan berpikir seperti itu. Tapi jika kau berada diposisi Bianca, maka pergi adalah jalan terakhir yang harus kau pilih. Ada sisi gelap dan terang antara Aditya dan Bianca yang tidak kau ketahui. Tapi aku.... tentu saja aku tahu segalanya.”


“Beritahu aku segalanya.. ” Pinta Vivie.


“Aku tahu kau mencintai Aditya, Viviean... Dan kau pasti sangat berharap Aditya akan membalas perasaanmu suatu saat nanti.” William menjeda perkataanya beberapa saat, Kemudian melanjutkannya kembali.


“Aku tidak ingin menjelaskan apapun tentang mereka. Tapi percayalah, kurasa sampai kapanpun kau berharap, Aditya tidak akan pernah mencintaimu. Ini sudah sudah 5 tahun perpisahan kedua orang itu. Menurutmu apakah tuan besar sepertinya tidak bisa mendapatkan lebih dari itu, jika dia memang benar-benar ingin, mungkin Aditya sudah hidup bahagia sekarang, denganmu atau wanita lain. Tapi lihat satu-satunya wanita yang diinginkannya mungkin hanya Bianca, bukan kau atau siapapun.. ” Ungkap William.

__ADS_1


“Dengarkan ini, aku tidak ingin mematahkan hatimu. Tapi ini demi kebaikanmu dan demi kebahagianmu. Kau tidak mungkin menikah dengan pria yang tidak mencintaimu.”


“Cukup William... Aku sudah mendengarkan semuanya. Kau benar! Tapi aku tidak akan melepaskan Aditya. Jika dia ingin melanjutkan ini semua, aku juga akan melanjutkannya. Aku akan tetap menikah, sekalipun tidak dicintai, setidaknya dengan memilikinya aku akan bahagia... ” Viviean tetap bersikeras, meskipun dalam hati ia merasa mungkin itu adalah keputusan yang bodoh. Tapi apa boleh buat, untuk cinta apapun akan dilakukan.


__ADS_2