
Mendadak saja Kirana muncul didepan public dan memberikan klarifikasi.
“Nona apa benar tuan Aditya dan anda memilik hubungan spesial… ”
“Dari berita yang kami dapatkan,apa benar kalian sudah lama menjalin hubungan? ”
“Bagaimana hubungan rumah tangga Tuan Aditya dan Istrinya. Apa anda tahu nona Kirana… ”
Begitu banyak awak media yang berusaha mendapatkan informasi dari Kirana.
“Soal berita itu, saya sama sekali tidak tahu siapa yang menyebarkanya. Saya adalah korban, saya tidak tahu siapa yang dengan tega menyebarkanya… ”
“Jadi benar? Kalian memiliki hubungan dekat nyonya… ”
“Kami memang sudah lama saling mengenal. Kumohon, saya tidak ingin memberi klarifikasi apapun tentang hubungan saya dengan Aditya...Yang perlu masyarakat dan publik ketahui, saya juga korban disini… ” Seru Kirana.
Sekarang semua akan tahu, siapa aku dan Aditya. Yang perlu kulakukan sekarang, hanya menunggu Aditya datang padaku.
Sementara itu Aditya sudah berada di Garden House. Dan benar, Bianca tak ada lagi disana. Hanya ada 1 hal yang Bianca tinggalkan untuknya, Yaitu cincin pernikahan mereka, entah kenapa itu tergeletak begitu saja dilantai, seolah benda itu tak berarti bagi pemiliknya lagi.
(Ting 1 pesan masuk keponsel Aditya).
To. Aditya.
Tuan Eric, dia berada di klub Venax. Saya rasa sebentar lagi nona Kirana juga akan menyusul ketempat ini.
To. William
Pastikan kalian mengawasinya. Aku akan kesana secepatnya.
Dengan gerak cepat Aditya segera bersiap ke klub Venax. Dia sudah tidak sabar menghabisi kedua orang itu.
Drettt.... Drettt... Drettt... ( Ponsel Aditya berdering) disana tertera nama Mamah. Entah apa lagi yang akan Ariani katakan pada Aditya. Tapi dia yakin bahwa Ariani juga sudah menadapat berita itu.
“Halo.... Aku sedang ada urusan sekarang, nantiku telpon kembali.... ”
“Apa yang kau lakukan Aditya? Apa berita itu benar? Keteraluan sekali. Istrimu sedang hamil, tapi kau melakukan itu.... ” Bentak Ariani, pada putranya.
“Berita itu, itu memang aku, tapi bukan begitu kejadian yang sebenarnya. Aditya harus menyelesaikan semuanya sekarang jika mau menyelamatkan pernikahan Aditya....” Jelas Aditya.
“Aku mempercayaimu, tapi bagaimana dengan Bianca. Pergilah, kuharap kau tidak melakukan kesalahan sepertiku nak... ” Seru Ariani. Tentu saja dia adalah orang yang paling mengerti putranya. Dan Aditya, dia tidak mungkin melakukanya dengan sengaja.
Sementara itu, dikediaman Christianto Darmawansa.
Tanpa sepengetahuan Darmawansa dan Larasati. Bianca pergi meninggalkan rumah. Dengan pikirian yang dirundung kegelisahan dan kesedihan, dia menyusuri jalan gelap itu sendirian. Sepertinya langit juga ikut berduka untuk apa yang dialaminya, tiba-tiba saja hujan turun begitu derasnya.
Namun sepertinya wanita itu, sama sekali tidak memperdulikan tubuhnya yang sudah basah kuyup dibawah langit gelap malam itu.
Dia terus berjalan, tanpa arah tujuan yang jelas.
Kenapa harus aku....?
__ADS_1
Takdir macam apa ini...?
Kenapa Tuhan sangat tidak adil...
Kenapa harus Aditya? Kenapa harus suamiku.
Mengapa orang yang kucintai sepenuh hati. Tega melakukan ini ? Kenapa....Kenapaaaa...
📍Klub Venax
Aditya tiba ditempat itu dengan cepat. Tanpa berlama-lama lagi dia langsung menghampiri kedua orang yang sudah menggangu hidupnya itu.
Brugghhh...
Brugghhh...
Aditya memukul keras wajah Eric. Kirana yang juga ada disana terkejut dengan kehadiran Aditya.
“Aaaaahhhhh..... ” Teriak Kirana.
Eric kembali bangkit dan membalas perbuatan Aditya. Brughh... Eric menjatuhkan pukulan pada wajah Aditya.
“Hei siapa ini, apa ini suami yang telah berselingkuh dibelakang istrinya itu... ” Olok Eric.
“Brengsek kau... ” Ucap Aditya, mencengkram kuat leher Eric.
Dangan cepat Eric mengambil botol, dan memecahkanya. Kemudian mengambil beberapa serpihan untuk melukai Aditya. Namun bukan menusuk Aditya, keadaan malah berbalik, Aditya lah yang akhirnya berhasil menancapkan benda itu tepat pada dada kiri Eric. Seketika saja pria yang sejak tadi melakukan perlawanan itu, terjatuh dengan penuh kesakitan.
“Aditya apa yang kau lakukan ! Kau akan membunuhnya...! ” Teriak Kirana.
“Tutup mulutmu, apa kau ingin menyusulnya juga Kirana? Kau sudah melewati batasmu. Sekarang aku benar-benar tidak akan menggangapmu siapapun lagi dihidupku....” Aditya mendekati Kirana. Dia menarik kasar rambut wanita itu.
“Lepaskan aku.. ” Pinta Kirana, melemah.
“Aku sudah memperingatkanmu. Tapi sepertinya kau sangat berani sekali, nyalimu sangat besar Kirana...” Geram Aditya. “Berani sekali kau...cihhh.... ”
“Aku melakukan ini, karena aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Tidak bisakah kau mengerti itu... ” Bujuk Kirana.
“Cintaa...Cinta... Cinta... Aku tidak mencintaimu. Itukah alasanmu menyerangku? Bodoh... Murahan... Ini kata yang pantas untukmu. Dihidupku, seumur hidup, akan kugunakan untuk hanya membencimu Kirana. Kau melakukan hal yang salah... ” Bentak Aditya.
Plak... Tamparan keras Aditya berikan pada Kirana. Sekarang Kirana benar-benar menyesal, melakukan itu pada Aditya dan Bianca. Kini pria itu benar-benar menjadi 1000 kali menakutkan dari sebelumnya.
“Kumohon lepaskan aku, sakit... itu sakit Aditya... ” Tangis Kirana.
“Bahkan ini tidak sebanding dengan sakit yang dirasakan Bianca...”
Drett... Drett... Drett.... tiba-tiba saja Ponsel Aditya kembali berdering, sebelum dia menghabisi Kirana.
Panggialan dari Ayah (Christianto Darmawansa).
__ADS_1
“Kau bawa kemana putriku Aditya... ” Bentak Darmawansa. Yang sama sekali tidak dimengerti oleh Aditya.
“Bianca... Aku tidak membawanya kemana-mana ayah.. dimana dia...?. ” Tanya Aditya yang kini menjadi panik.
“Brengsek... jika sampai terjadi sesuatu pada putriku... kau adalah orang pertama yang kudatangi.... ” Tutup Darmawansa. Setelah dia yakin bahwa Bianca memang tidak bersama Aditya.
“Halo... Ayah... Dimana Bianca.... ”
Tut.... Tut... Tut... Tut... panggilan diakhiri.
“Kau beruntung hari ini Kirana, aku melepaskanmu dengan cara seperti ini. ” Seru Aditya, kemudian berlari keluar dari klub malam itu.
Kini Kirana hanya bisa meratapi dirinya yang malang itu. Bukannya mendapatkan cintanya kembali, Aditya malah bersumpah akan membencinya seumur hidupnya.
Namun dia juga tidak bisa terus menangis, Eric harus cepat menadapat pertolongan, jika tidak dia akan mati konyol, kehabisan darah ditempat ini.
“Eric... Bertahanlah, aku akan membawamu kerumah sakit sekarang....” Seru Kirana, kemudian memanggil beberapa orang untuk membantunya.
Sementara itu Aditya.
Entah kemana Bianca pergi sekarang. Dia yakin Bianca mungkin tidak akan jauh dari kediaman Darmawansa. Mobilnya terus melaju, ditengah cuaca buruk malam ini.
Malam ini hujan turun begitu deras, bagaimana jika wanita itu sedang kehujanan dan basah kuyup sekarang.
Sayang... Dimana kau sekarang? Tunggu aku Bianca.
Titttttt.......
“Aaaaaaaaarggghhhhh..... ” Suara teriakan
Brakkk.....Brakk.... (Suara benturan yang sangat keras)
Suara keramaian dimana-mana.
“Cepat panggil Ambulan sekarang ! ! ! .”
“Orang ini sekarat.... ”
(Terjadi kecelakaan di Jalan Pandof, seorang pria sedang berada diantara hidup dan mati sekarang.....)
Seharusnya kau memang tidak bertemu dengan pria sepertiku.
Wanita baik, kau berhak bahagia.
Dikehidupan selanjutnya, kuharap kau akan menemui pria yang jauh lebih mencintaimu dari cintaku padamu. Dia akan menjagamu dan bayi kita dengan baik...
Bianca maafkan aku.
Jika ada kesempatan kedua untukku bisa melihatmu lagi. Akanku buat kisah yang 1000 kali lebih baik dari semua yang pernah kita lewati diwaktu yang singkat ini.
__ADS_1