IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
BAB 116 - Gaun


__ADS_3

Ayu kelelahan dengan kegiatan jalan-jalan hari ini, ia merasa tidak enak hati karena Bobby yang menjaga Ethan menyiapkan makan malam bahkan menyeka tubuh putranya.  Tapi Ayu benar-benar tidak sanggup harus memasak malam ini apa lagi keduanya baru pindah ke apartemen, semakin banyak tugas yang Ayu pegang.


“Sayang, kamu tidur, tapi mandi dulu ya nanti gatal karena keringat. Ingat kan kamar kita di mana?” peluk Bobby dari belakang, menciumi tengkuk istrinya.


“Eh i-iya aku tahu, mana mungkin lupa.” Gugup Ayu, tentu saja Ayu hapal apartemen ini karena untuk pertama kali mereka melakukannya di dalam kamar pribadi Bobby, kejadian yang lebih dari satu tahun lamanya, di mana awal segala rasa sakit.


Ayu melangkah masuk ke dalam, memperhatikan seisi kamar dan ia berharap awal kebahagiaan rumah tangganya pun di mulai dari apartemen ini.


Setiap sudut kamar begitu nyata dalam ingatan Ayu, menjadi saksi bodohnya dia menerima semua kata-kata manis seorang Bobby Armend.


“Semoga kamu benar-benar berubah Bobby.” Gumam Ayu masuk kamar mandi untuk melepas lengket di tubuhnya.


Cukup waktu sepuluh menit bagi Ayu, sekarang ia kesulitan mencari pakaian karena belum sempat merapikan dalam lemari. Ayu membuka koper satu persatu, akhirnya menemukan piyama.


Tapi entah kenapa koper kecil milik suaminya sangat menyita perhatian, bahkan Ayu gatal ingin membukanya.


Sebelum memeriksa, Ayu lebih dulu memastikan keberadaan Bobby dan mengunci pintu. Berpacu dengan waktu, dia membuka koper silver sang suami.


Sekilas tidak ada yang aneh isinya hanya pakaian pria. Namun ada bagian yang menggembung di balik resleting, jemari Ayu menggesernya perlahan dan menemukan sesuatu dari dalam sana.


Sesaat dia tersenyum melihat gaun cantik berwarna dusty pink. Ayu benar-benar percaya diri kalau gaun itu adalah oleh-oleh untuknya dari suami tercinta. Tapi semakin diamati lekat-lekat, merk pada pakaian yang tidak asing, iya bahkan rasanya sangat akrab.


Kepala Ayu mengingat jauh ke belakang, tiba-tiba air mata luruh. Ayu ingat merk ‘CCq’ ini salah satu brand milik Clarissa Dominique.


“Ternyata kamu memang tidak pernah berubah Bob, kenapa Ayu? Kamu bodoh sekali untuk kedua kalinya percaya dengan pria itu. Bodoh.” Maki Ayu pada diri sendiri, memukul bagian dadanya. Dengan gesit ia memakai baju dan merapikan semua barang, membawa dua koper miliknya dan Ethan.


Klek


Pintu kamar terbuka

__ADS_1


“Lihat itu Mama. Sayang Ethan mengantuk.” Kata Bobby terus tersenyum tanpa dosa dan rasa bersalah.


Seribu langkah Ayu mendekat mengambil Ethan dari suaminya, dengan derai air mata dan amarah dalam dada, wanita ini berjalan menarik dua koper menuju pintu keluar.


“Sayang. Ayu, hey ada apa ini? Ayu berhenti. Baby stop! Katakan apa yang terjadi?” Bobby menahan kepergian istrinya. Dia bingung kenapa Ayu tampak marah dan tidak mau menurut sama sekali.


“Aku setuju dengan syarat perceraian dari kamu Bob, lepaskan aku dan Ethan. Aku memang perempuan Bodoh, sebaiknya kamu kejar dia dan bahagia dengannya.” Tangis Ayu pecah, suaranya pun penuh penekanan.


“Maksudnya?” Bobby masih belum paham, apa yang menyebabkan istrinya berubah.


“Kalian bertemu iya kan? Kamu dan … dan dia … ibu dari anak kamu, iya kan? Kamu bohong Bobby, semua kata-katamu itu palsu. Kamu tidak pernah berubah.” Hardik Ayu, bahkan melupakan Ethan yang memperhatikan ibunya marah.


“Sayang, aku bisa jelaskan semuanya. Itu bukan seperti dalam pikiran kamu.” Terang Bobby berusaha menenangkan istrinya yang dilahap api cemburu.


Namun Ayu tidak terkendali, sampai menangis histeris. Hatinya yang baru sembuh kembali terluka dan itu karena alasan yang sama.


“Kamu pembohong dan pemain yang sangat handal Bobby.” Ucap Ayu, tubuhny bergetar dan tidak mau mendengar penjelasan apapun.


“Ayu dengarkan aku, lihat aku sayang … aku akui memang benar bertemu dengan Clarissa beberapa hari sebelum aku pulang –“ Pria ini mulai menjelaskan bagaimana keduanya bisa bertemu.


Bobby yang baru selesai meeting di cafe tidak sengaja melihat Clarissa, begitupun sebaliknya. Mereka berdua memutuskan bertukar kabar, hanya sebentar tidak lebih dari sepuluh menit. Clarissa pun mengajak Bobby ke salah satu store dalam mall, memberikan gaun cantik untuk Ayu sebagai tanda maaf, karena merusak rumah tangganya, dan bodohnya ia menerima benda itu.


Setelah pertemuan mereka sama sekali tidak saling kontak atau bertemu kembali, Bobby dan Clarissa memutuskan untuk melupakan masa lalu dan masing-masing menjalani hidup baru.


Tidak ada satupun yang Bobby tutupi, tapi Ayu terlanjur terluka dan menulikan pendengarannya.


“Ayu, aku mohon percaya. Maaf kemarin tidak bilang apapun, bahkan aku berniat membuang gaun itu. Benar Ayu kamu harus percaya. Aku bukan Bobby yang dulu lagi.” Tegas Putra kedua Leo Armend.


Namun karena pengalaman buruk membuat Ayu tidak mudah termakan bujuk rayu. Wanita ini hanya menangis menumpahkan segala kepedihan.

__ADS_1


“Ayu aku mohon percaya, jangan seperti ini. Aku memang salah seharusnya jujur, tapi … tapi itu semua karena aku takut. Takut kamu marah dan pergi lagi, aku belum sempat membuang gaun itu atau memberikannya pada orang lain.” Bobby begitu memohon tanpa henti, demi apapun dia sama sekali tidak memiliki perasaan lagi untuk Clarissa.


“Kalau begitu buang sekarang juga. Berikan bajunya, kalau kamu yang melakukannya aku tidak yakin.” Pungkas Ayu Jelita menengadahkan tangan.


Bobby pun bergegas mengambil gaun dari dalam koper yang kini telah terbuka, ia menyesal. Seharusnya dari awal memang jujur. Mungkin tidak akan seperti ini, membuat istrinya tenggelam dalam ribuan prasangka.


“Ini sayang, terserah mau kamu apakan.” Ucap Bobby lemas.


Detik ini juga Ayu berdiri dan keluar apartemen, menuju lobby, memberikannya kepada seorang petugas keamanan wanita.


Ayu masih memiliki akal sehat daripada dibuang lebih baik untuk orang yang membutuhkan. Setidaknya lebih bermanfaat, dan bukan berakhir dalam tempat sampah.


“Terima kasih Bu Ayu, saya mimpi apa dapat baju bagus dan mahal.” Bahagianya petugas keamanan itu.


“Iya sama-sama”


Selesai memberikan gaun yang menyayat hati, Ayu Jelita kembali masuk apartemen. Membawa Ethan ke dalam kamar, mengunci pintu, untuk malam ini tidak mau melihat wajah suaminya.


“Ayu. Sayang aku bagaimana?” Teriak Bobby mencegah pintu yang tertutup rapat.


Baru satu hari ia menikmati rumah tangganya utuh, tidur di atas ranjang yang sama, satu selimut dengan putra mereka ditengah-tengah. Tapi hari kedua ini benar-benar sial bagi Bobby.


“Bagus Bobby, akibat otakmu yang bodoh semua masalah datang lagi.” Caci Maki Bobby pada dirinya.


Sebenarnya ada satu kamar lagi tapi semua perlengkapan bahkan ponsel ada di dalam kamar utama, akhirnya Bobby memilih tidur di atas sofa bed.


TBC


 

__ADS_1


__ADS_2