IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.62


__ADS_3

Aditya Bisakah kau mendengarkan suaraku ini? tidakkah kau tahu bahwa hatiku ini begitu putus asa.


Hatiku terasa sakiti setiap hari, persis seperti saat ini.


Aku hanya menyimpannya dihatiku dan hidup seperti ini setiap harinya. Aku menjalani hidupku tanpa bisa mengatakan apapun.


Berkali-kali aku memanggilmu seperti orang gila, sama sepertimu aku juga hampir gila hidup seperti ini. Sejauh ini aku menjalani hidupku disini. Perasaanku padamu sampai saat ini masih belum berubah. Perasaan rindu ini tak mau menghilang.


Walau hatiku aku mengatakan ini berakhir.


Dihatiku masih tersisa tempat untukmu


Hatiku hidup seperti ini setiap harinya.


Aku tahu bahwa aku akan dilukai olehmu jika aku terus hidup seperti ini.


Aku mengaku bahwa aku mencintaimu, aku ada disini. Aku kan tetap ada disini dan selalu ada disini, menjalani hidupku sendiri.


 🖤~ 🖤~ 🖤~ 🖤~ 🖤~ 🖤~ 🖤~ 🖤~ 🖤


📍Kediaman Darmawansa.


“Sampai kapan kau akan menangis Bianca?.” Tanpa suara Larasati masuk kekamar tidur putrinya.


“Ibu...”


“Ya ibu tahu. Aditya lagi?.” Tebak Larasati, tentu saja tebakannya tak pernah meleset. siapa lagi yang bisa membuat putrinya seperti ini.


“Awalnya aku pikir dengan membawamu kembali ketempat ini, kau bisa berdamai dengan masa lalumu Bianca ! Sekarang aku menyesalinya, tidak seharusnya kau berada disini. Seoul memang kota asing, tapi menurutku kau jauh lebih baik disana.”


“Ibu. Maafkan aku. Aku tahu kalian sangat berusaha membahagiakanku dengan segalanya. Sejujurnya Bianca bahagia dengan semua yang telah Bianca miliki. Tapi entah kenapa, ada sesuatu yang masih terasa kosong dihati ini. Kebahagian ini, entah kenapa semuanya tidak sama seperti saat aku bersama Aditya. Apa itu salah ibu? Beritahu aku jika rasa itu adalah keliru. Bianca tidak bisa benar-benar menghilangkan Aditya. Bianca masih sangat mencintai Aditya.” Bianca menangis, dia benar-benar tidak bisa membendung semua sendiri. Larasati, hanya dia orang satu-satunya yang memahami bagaiman hatinya saat ini.


“Tapi ini sudah sangat lama. Terlalu terlambat jika mengatakan itu sekarang.”

__ADS_1


“Apa Aditya menahanmu?.”


Bianca mengangukan kepalanya.


“Lalu, apa yang kau takutkan. Aditya dan dirimu masih memiliki rasa yang sama. Kenapa kau tidak menerimanya. Ibu rasa tidak ada kata terlambat untuk cinta Bianca. Bahkan beribu tahun sekalipun, jika hanya namamu yang bisa bertahan dalam hatinya, seharusnya kau tahu... Artinya pria itu benar-benar mencintaimu. Kau masih punya waktu beberapa jam lagi Bianca, lakukan apa yang benar-benar kau inginkan. Apapun itu ibu akan mendukungmu..” Larasati menyerahkan semua keputusan pada Bianca.


“Jonathan... Dia pria baik bu, dia juga mencintaiku. Bukankah sejak awal kau sangat ingin aku bersamanya. Bagaimana bisa aku menyakiti pria itu, sejujurnya sekarang Bianca tidak mengerti perasaan seperti apa yang sebenarnya Bianca miliki untuk Jo. Tapi disaat keadaan terasa tak begitu baik, Jo adalah satu-satunya orang yang muncul dikepala Bianca.”


“Ibu tidak tahu sayang. Hanya kau yang bisa memastikan bagaimana hatimu merasakan semuanya.” Ujar Larasati.


“Bianca rasa.... Bianca harus bertemu dengan Jonathan sekarang.” Bianca menghapus air matanya.


“Pergilah, dia mungkin sedang berada dikamarnya...”


Bianca benar-benar pergi dan meninggalkan Larasati. Saat melihat putrinya pergi Larasati menyimpulkan senyum dari sudut bibirnya , kemudian menggelengkan kepala, yang entah apa artinya.


Sekarang Bianca sudah berdiri tepat di depan pintu kamar Jo, yang tertutup rapat.


Apa yang harus kulakukan, bagaimana jika dia sudah tidur... Aku akan menggangunya. Bianca mulai ragu, tapi ia tetap harus bertemu Jonathan malam ini.


“Ya Masuklah...” Sahut Jonathan dari dalam.


Krek. Bianca membuka pintu perlahan, kemudian masuk.


“Bianca...” Jonathan begitu tidak percaya bahwa wanita itu datang sendiri padanya, ditengah malam seperti ini.


“Jo. Apa aku mengganggumu ?.” Bianca tampak gugup, dia menarik beberapa helai rambutnya kemudian menarikannya kebelakang telinga.


“Tidak. Ada apa Bianca...?.”


“Tidak. Aku hanya ingin melihatmu. Entah kenapa aku memikirkanmu. Aku ingin melihatmu.”


“Apa itu artinya kau merindukanku?.” Jonathan begitu senang dengan ucapan jujur dari Bianca.

__ADS_1


“Aku tidak tahu...” Bianca menunduk, karena dia benar-benar tidak tahu, apa mau hatinya.


“Kemarilah... Duduk disini..” Jo, meminta Bianca datang padanya. Dan duduk dipangkuannya.


Dengan ragu Bianca tetap melakukanya.


Deg.


Deg.


Deg.


Inilah yang tak Bianca mengerti, terkadang saat bersama Jonathan. Dadanya juga bisa berdebar seperti ini. Seperti saat dia bersama Aditya.


“Apa yang kau inginkan Bianca.”


Tanpa menjawab sekarang Bianca melingkarkan tangannya dileher Jonathan.


“Aku tidak tahu.” Jawab Bianca.


Wajah Jo semakin dekat, Bianca tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Ia memejamkan mata, saat Bibir Jonathan menyentuh bibirnya. Ciuman yang awalnya hanya sebuah sentuhan bibir biasa. Kini perlahan-lahan berubah menjadi ******n.


Ini adalah ciuman pertama Bianca dan Jonathan.


Jo mengisap bibir Bianca dengan penuh penghayatan. Pertama bibir atas, kemudian pidah ke bibir bawah, semuanya Jo lahap. Dan sepertinya wanita itu sangat menikmati semuanya.


“Rasnya memang sangat berbeda. Aku benar-benar tidak menemukan sesuatu dari sentuhan Jonathan.” Batin Bianca.


“Aku mencintaimu Bianca... Aku mencintaimu.” Bayangan saat Aditya mengatakan kalimat itu begitu jelas, bahkan saat Bianca masih memejamkan matanya, Aditya masih bisa muncul.


Bianca mendorong tubuhnya perlahan dari Jonathan, agar pria itu mengakhiri ciuman mereka.


“Ada apa...” Tanya Jo.

__ADS_1


“Maafkan aku Jo. Aku tidak bisa melakukanya.” Bianca segera melepas diri dari pangkuan Jonathan.


Bersambung...


__ADS_2