IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.22


__ADS_3

Satu hari kembali terlewati.


Hari yang selalu dipenuhi kebahagian, dan cinta sebagai pemanis didalamnya.


Sebuah hebusan nafas hangat kurasakan berhembus dengan lembut dileherku. Kurasa sejak semalam Aditya terus memelukku. Perlahan-lahan kucoba lepaskan pelukanya dari tubuhku, tapi entah kenapa, rasanya sulit sekali, Adit seperti menahannya, agar aku tidak melepaskan diri dari pelukanya. Jelas-jelas Aditya sedang tidur, tapi mengapa tenaganya besar sekali. Setelah beberapa menit mencoba, akhirnya aku menyerah.


"Apa kau sudah kehabisan tenanga sayang?" Aditya. Tentu saja dia sudah bangun, bodohnya aku tidak menyadari itu.


"Astaga, Adit, kau menipuku lagi"


"Hah. Aku baru saja bangun Bianca!"


"Aku tahu kau berbohong, Ayo buka matamu sekarang!" Kesalku, melihatnya masih memejamkan mata sambil tersenyum menahan tawa dibibirnya.


"Tidak mau, aku takut melihat wajahmu ketika sedang marah" Ledek Aditya.


"Adittt..." kesalku lagi.


"Aku bercanda sayang! "Aditya membuka matanya perlahan dan tersenyum kearahku yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya.


Saat melihat pria itu tersenyum rasa kesalku lenyap begitu saja. Cup sebuah kecupan sekilas dijatuhkanya dibibirku.


"Jangan marah lagi sayangku!" Pintanya


"Aku tidak marah, aku hanya sedikit kesal padamu!" Jawabku. Cup satu kecupan diberikan Aditya padaku lagi.


"Adit hentikan" Kali ini aku benar-benar kesal padanya.


"Jika kau marah aku akan meredahkannya dengan cara ini sayang" Ucap Aditya. Dan kembali menyatuhkan bibirku dengan bibirnya, matanya menatap lekat kearah pandanganku. Aku tidak dapat menolak, karena aku juga menginginkanya.


Setelah malam hari.


Kini pagi hariku, juga harus kembali dilelahkan dengan aktivitas olahraga pagi kami diatas tempat tidur ini.


Kenapa kami menjadi sangat betah sekali berlama-lama ditempat tidur sekarang? 🌬


"Sayang apa kau lapar?"


"Lapar sekali" Jawab Aditya menyadari kekosongan perutnya.


Aku segera bangkit dan mengikat rambut panjangku.


"Tunggulah sebentar aku akan membuat makanan untuk kita" Ucapku, dan beranjak meninggalkanya. Belum beberapa menit aku kembali lagi kekamar.


"Sayang aku lupa persediaan makanan kita sudah habis"


"Kalau begitu ayo kita makan diluar" Ajak Aditya.


"Kalau begitu aku mandi dulu"ucapku segera melangkah menuju kamar mandi. Tapi Aditya malah menangkap tanganku.

__ADS_1


"Kau pikir hanya kau saja yang mau mandi, aku juga mau sayang" Ucapnya.


"Ya sudah duluan saja!" Seruku mengalah.


"Tidak! Kau ikut bersamaku, kita mandi bersama!"


"Tidak aku tidak mau"Tolakku, tapi Aditya memaksa, dan membopong tubuhku bersamanya kekamar mandi. Seperti dugaanku mandi hanya alibinya, lihat saja sekarang Aditya kembali menyentuhku lagi dibawah guyuran air yang mengalir.  


"Tidak disangka desahanmu dibawah air mengalir seperti ini sangat mengoda sayang" Bisik Aditya lembut.  🚿 🚿 🚿


"Arrgghh. Adit" Desahku menyebut namanya.


*****


Jing De La Restoran.


Aditya Pov


Aku membawa istriku ketempat ini untuk makan pagi kami, yang sudah beralih menjadi makan siang, ini karena sekarang sudah pukul satu siang.


Kurasa Bianca sangat kelaparan, dia memesan banyak menu untuk kami, entahlah beberapa hari ini selera makannya memang cukup tinggi. Mungkin saja itu karena dia juga sangat kelaparan pagi ini.


"Sayang apa kau yakin akan menghabiskan semuanya" Tanyaku. Setelah pesanan kami datang dan tertata rapi diatas meja. Aku bisa menghitung ada 5 lauk berbeda diatas meja, dan itu pesanan Bianca semua.


"Iya Adit, aku begitu ingin mencicipi semuanya. Apa, kau takut aku gendut sayang?" Tanyanya dengan ragu.


"Tentu saja bukan seperti itu, maksudku. Makanlah apapun yang kau suka sayang" Ucapku, agar dia kembali melanjutkan makannya.


Aku dan Bianca telah menyelesaikan makan siang kami. Dan coba tebak, Bianca benar-benar menghabiskan semua makanan itu, luar biasa sekali istriku ini, pikirku kagum.


Selanjutnya adalah membeli persedian untuk dirumah, karena supermarket tidak terlalu jauh dari tempat kami sekarang, aku dan Bianca memutuskan untuk berjalan kaki saja.


Jari-jari tangan kami saling mengunci, teriknya siang tidak menjadi masalah bagi kami, berjalan dibawahnya.


Beberapa orang yang menyadari itu adalah CEO Herlambang Group dan Istrinya. Ramai-ramai berkumpul membicarakan kedua pasangan suami-istri itu.


"*Hei liat itu tuan Aditya bersama Istrinya!."


"Hah. mana-mana."


"Astaga. Mereka adalah pasangan yang sempurna, tampan dan cantik."


"Sepertinya gosip yang selama ini beredar itu tidak benar."


"Iya benar. Mereka tampaknya bahagia."


"Romantis sekali, berbelanja bersama."


"Tuan Aditya memang suami idaman ya."

__ADS_1


"Nyonya Aditya juga telihat ramah sekali ya."


"Aduh senyumnya manis sekali*."


"Sayang sepertinya orang-orang itu membicarakan kita" Bisik Bianca padaku.


"Sudah biarkan saja sayang. Abaikan mereka. Hei apa kau suka ini?" Tanyaku, mengambil satu buah apel.


"Iya tapi kali ini aku tidak begitu ingin. Aku ingin jeruk saja"


"Tapi itu asam, bukankah kau tidak suka?"


"Tapi aku mau jeruk sayang!" Ucap Bianca manja.


"Baiklah jeruk, kita ambil jeruk ya" Ucapku menuruti kemauanya.


"Daging sudah, sayur sudah, susu sudah, buah sudah, kira-kira apa lagi ya sayang?" Tanyanya.


"Kerasa sudah cukup. Bukankah bumbu-bumbu dapur masih lengkap?."


"Ya sudah ayo kita bawa ke kasir sayang" Ajak Bianca, dan menggandeng tanganku. Istriku ini sangat sulit ditebak, sikapnya menjadi manja sekarang, aneh sekali. Tapi aku menyukainya.


"Halo Tuan dan Nyonya" Sapa penjaga kasir itu pada kami.


"Iya halo bibi" Sahut Bianca menjawab. Sementara aku hanya membalasnya dengan senyum singkat.


"Apa ini untuk stok Nyonya? " Tanyanya lagi, sambil menghitung belanjan kami satu persatu.


"Tentu saja! "


"Wah Sepertinya Nyonya hobi sekali memasak, tidak disangka nyonya besar seperti anda melakukan hal seperti itu juga."


"Tidak bibi kau terlalu berlebihan. Tentu saja seorang istri harus bisa melakukan ini." Jelas Bianca lembut.


Aku jadi semakin yakin, tidak salah memilih Bianca, lihat saja istriku ini begitu ramah dan baik hati kepada orang-orang kecil.


"Adit! Tunggulah sebentar aku akan ke toilet sebentar" Ucap Bianca kemudian meninggalkanku.


Bianca Pov


Sebenarnya aku tidak pergi ke toilet, tetapi aku ingin membeli test pack, tanpa sepengetahuan Aditya. Beberapa hari ini aku merasa sangat aneh dengan tubuhku, selera makanku juga mulai bertambah, ditambah lagi aku ingin makan sesuatu yang asam. Apa mungkin aku hamil? Aku harus memastikanya sendiri dulu, aku tidak. ingin membuat Aditya kecewa dengan hasilnya.


Beberapa menit kemudian aku kembali, Aditya sudah menyelesaikan pembayaran belanjaan kami.


"Kenapa begitu lama sekali sayang" Tanya Aditya.


"Oh. Tadi itu, sangat ramai Adit... jadi aku harus menunggu giliranku. Maaf membuatmu menunggu lama sayang! "


"Jangan seperti itu sayang.Aku hanya mengkhawatirkanmu, hampir saja aku ingin menyusul. Tapi syukurlah kau muncul" Jelas Aditya. Aku bisa bernafas lega sekarang untung saja Aditya tidak menyusul.

__ADS_1


"Ya sudah ayo kita pulang. Aku ingin cepat berduan lagi denganmu" Ucapku manja.


__ADS_2