IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.64


__ADS_3

~Bianca POV~


Akhirnya semua kembali pada tempatnya. Pada posisi yang seharusnya.


Aku ingat saat pertama kalinya hidup bersama denganmu.


Aku ingat bahwa itu bukan kebersamaan yang menjanjikan, untuk kita. Kau dan Aku...


Aku berani mengatakan, bahwa tidak ada harapan untuk pernikahan kita. Karena begitulah kenyataanya.


Aditya dan Bianca, adalah dua hal yang berbeda. Aku dengan begitu banyak harapan baik tentang arti sebuah ikatan yang ku sebut pernikahan. Dan Aditya, ia hidup dengan berjuta ambisinya, yang menakutkan.


Bianca apa kau bahagia?


Dulu aku sering menanyakan itu pada diriku sendiri.


Lucu....


Aku tertawa jika mengingatnya lagi, ya... Aku serius aku menanyakan itu pada diriku sendiri. Apa kalian tahu? Aku jawab bahwa aku tidak menemukan satupun kebahagian bersama pria ini.


Sampai pada suatu hari, aku benar-benar dipisahkan dari orang itu.


Sekarang aku tahu, tenyata berpisahlah hal yang paling mengerikan. Tanpa kusadari justru berpisah darinya, aku merasa benar-benar tidak berdaya, hidup terasa tak seperti hidup.


Benar ! Tidak ada pernikahan yang benar-benar sempurna, ataupun pernikahan yang benar-benar bahagia didunia ini. Sama seperti pernikahanku dan Aditya.


Justru karena ketidak sempurnaan itulah seharunya, kami menjadi semakin kuat.


Tapi kala itu akulah yang gagal. Aku tahu, tidak ada alasan untuk membenarkan siapapun diantara kami berdua.


Hari ini...


Harapan kembali datang.


Hari ini...


Luka kembali terobati.


Karena satu alasan.


Yang hanya aku dan Aditya yang tahu. Bahkan ini lebih dalam dari sebuah kata Cinta. Ada sesuatu yang lebih dalam, sehingga membuat kami akan selalu terikat.


 


\*


 

__ADS_1


📍Garden House.


“Apa aku harus ke seoul ?.”


“Sekarang?.”


“Jadi kapan lagi ? Aku harus menjemput putraku. Kalau perlu semua harus kembali kesini.” Terang Aditya.


“Tapi... Itu tidak akan semudah yang kau pikirkan.” Ungkap Bianca.


“Yakinkah semuanya padaku...” Aditya meyakinkan Bianca.


...Dret...Dret...Dret...


📞Viviean Memanggil...


“Aditya dimana kau sekarang ! .” Tanya Viviean dengan nada panik


“Ada apa?.” Ketusnya.


“Apa kau lupa... Hari ini aku akan mencoba gaun pengantin kita, cepatlah datang.” Viviean menjadi begitu antusias mengatakannya


“Aku tidak ingin menikah !.” Tandas Aditya. Tanpa memberi Viviean mengomentari ucapannya.


Tit. Aditya memutuskan panggilan dari Viviean.


...


“Tidak... Jangan pikirkan apapun. Aku harus pergi sekarang. Tunggulah dan kumohon jangan pergi lagi...” Pinta Aditya.


“Jika kau sampai berbuat bodoh lagi, maka saat itulah aku akan pergi..”


Aditya segera meraih tangan wanitanya itu. Ia benar-benar tidak ingin itu terjadi lagi.


“Jangan... Jangan lagi... Tunggulah. Aku harus menyelesaikan sesuatu. Sampai aku kembali, tetap lah disini. Apa kau mau berjanji padaku Bianca?.” Aditya menatap dalam mata Bianca.


“Iya aku berjanji...” Ungkap Bianca menyanggupi permintaan Aditya padanya.


 


\*


 


📍Elle’s Fashion Gallery.


Semua orang sedang membantu Viviean mengenakan gaun yang telah dipilihnya.

__ADS_1


“Semua tolong keluar ! ! ! .” Aditya meminta semua orang keluar, kecuali dirinya dan Viviean.


“Ada apa denganmu...” Viviean menatap kesal pada Aditya.


“Sudah kukatakan, tidak akan ada pernikahan.”


“Bukankah kau mengatakan, aku boleh melakukan apapun yang ku inginkan ! Tidak. Aku tidak akan menghentikannya.” Viviean tetap bersih keras dengan keinginannya.


“Ini tidak akan membuatmu bahagia !.”


“Aku tidak peduli ! .” Tegas Viviean.


“Terserah. Tapi pernikahan tidak akan terjadi !!!.”


“Tutup mulutmu... Apa kau ingin membuatku malu. Jika kau melakukan ini, lebih baik aku mati...” Ancam Viviean. Kemudian mencari sesuatu untuk melukai dirinya.


“Viviean... Hentikan !.” Aditya mencegah Viviean. Namun terlambat Viviean sudah lebih dulu meraih gunting yang ada dimeja.


“Mundur....”


“Lebih baik aku mati, kau tidak menginginkanku kan..” Viviean mengarahkan ujung gunting itu tepat di pergelangan tangannya.


“Dengarkan aku... Kita bicarakan ini baik-baik...” Bujuk Aditya.


“Bicarakan apa? Aku tahu kau akan tetap membatalkan pernikahan kita. Apa salahku. Aku sudah melakukan banyak hal, aku yang selama ini selalu menemanimu...” Histeris wanita itu.


“Tenanglah. Berikan gunting itu padaku. Viviean kau dengar aku.” Aditya mendekati Viviean perlahan.


“Kenapa... Apa salahku...” Viviean terus menangis.


“Kau tidak salah. Kau wanita yang baik.”


“Lalu apa yang kau ragukan dariku...”


“Tidak ada sesuatu yang meragukan darimu...” Aditya terus mendekati Viviean perlahan. Sampai ia bisa menepis tangan Viviean, dan membuat gunting itu terpental jauh.


Brak...


Viviean mendadak tak sadarkan diri. Ia benar-benar tidak bisa menerima keputusan Aditya yang mendadak seperti ini.


Sementara dari luar, orang-orang mencoba menguping keributan yang sedang terjadi didalam.


Ckrak...


Aditya membuka kasar pintu, dan membawa Viviean yang tak sadarkan diri dalam dekapanya.


“Minggir kalian....” Bentak Aditya, dan membawa Viviean pergi, dengan gaun pengantin yang masih dikenakan oleh wanita yang tak sadarkan diri itu.

__ADS_1


__ADS_2