IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
IMPERFECT MARRIAGE Episode.50


__ADS_3

Diperjalanan menuju Rumah sakit Khong, sepertinya seseorang sedang sadar bahwa mereka sedang dibuntuti.


“Nona sepertinya mobil dibelakang mengikuti kita... ” Ucap Supir yang membawa Bianca.


“Apakah anda yakin pak? .”


“Ya sejak tadi saya terus memperhatikan bahwa mobil itu membuntuti kita... ” Jelasnya.


“Pak, tolong lebih cepat lagi. Jangan sampai orang itu mengikuti kita.. ” Pinta Bianca.


Siapa mereka? Apa yang mereka inginkan, Apa mungkin itu Adit.... Tapi untuk apa dia melakukan ini. Tidak...Tidak mungkin secepat itu dia bisa mengetahui kedatanganku, aku bahkan tidak mengatakan pada siapapun rencanaku kembali ke Beijing.


“Nona apa Anda tahu siapa mereka?.”


“Tidak aku tidak tahu, tapi kumohon pak, kita harus mencari cara untuk menghindar dari mereka.” Bianca terus memohon agar, supir mencari cara untuk menghindar.


Sementara itu....


“Tuan sepertinya mereka sadar sedang dibuntuti... ” Ucap Bodyguard yang mengemudikan mobil Aditya.


“Bagus. Biarkan saja... Perlambat laju kendaraan kita. Aku tahu dia pasti terburu-buru ingin menemui ibunya. Biarkan dia...” Titah Aditya.


“Baik tuan.... ”


“Nona sepertinya mobil tersebut tidak mengikuti kita lagi... ” Ucap supir yang membawa Bianca.


“Sepertinya kita salah sangka pak.” Ucap Bianca merasa lega, karena mobil tadi tidak mengikutinya lagi.


📍Khong Hospital.


Krek... Suara pintu dibuka secara terburu-buru.


“Ayah.... Bagaimana keadaan ibu... ” Tanya Bianca yang langsung mengagetkan Darmawansa.


“Bianca? Kenapa kau disini. Bukankah aku sudah mengatakan bahwa ibumu baik-baik saja.” Jelas Darmawansa


“Jangan bohong ayah... Aku tidak mungkin hanya menunggu ibu disana. Bianca bukan anak kecil lagi. Bianca tahu kondisi ibu sedang buruk, bukan...”


“Tapi nak... ” Belum sempat Darmawansa menyelesaikan ucapannya Bianca kembali memotong.

__ADS_1


“Jangan khawatirkan aku. Yang penting adalah ibu. Bianca baik-baik saja ayah.” Ujar Bianca. Berusaha menunjukan bahwa dia sama sekali tidak masalah berada disini. “Apa ayah baik-baik saja. Jika ayah lelah biarkan Bianca yang berjaga disini, Minyo dan Jonathan sudah ku minta kerumah lebih dulu.. ”


“Tidak nak. Ayah akan tetap disini menemani ibumu... Kaulah yang harus kembali. Minyo membutuhkanmu. Dia mungkin saja sedang merengek merindukanmu.” Jelas Darmawansa.


“Tenanglah dia bersama Jo ayah, kau tahu dia adalah anak yang sangat penurut jika bersama Jonathan. Biarkan aku menemanimu disini ya... ” Ucap Bianca meyakinkan ayahnya.


“Baiklah. Temani Lah ibumu, ayah akan membeli beberapa keperluan untuk kita.”


“Tidak-tidak. Biarkan aku ayah... Kau duduk disini. Tunggulah.. ” Ucap Bianca mencegah Darmawansa. Lalu dengan cepat keluar agar Ayahnya tidak memaksa untuk pergi.


\=\=\=\=Bianca Pov\=\=\=\=


Bukankah ini masih seperti mimpi. Kupikir tidak akan ada kesempatan untuk menginjakan kaki ditempat ini lagi, nyatanya aku memang harus kembali.


Kota ini, begitu berbeda dari terakhir kali aku berada disini. Semuanya sudah tidak sama, jika waktu saja bisa mengubah segala hal, apa lagi dengan hati seseorang ! Bukan hanya hati, kehidupan pun telah berubah sekarang.


Ada yang dulunya mencintai, kini saling melupakan atau bahkan kini telah menemukan kebahagiaan lainnya. Bukankah memang sepertilah hidup? Akan ada yang datang dan pergi.


“Apa yang sedang kau pikirkan nona Bianca.” Suara bariton seorang pria, menghentikan langkahku.


Mataku langsung terrtuju pada sumber suara itu berasal. Seorang Pria tinggi, tampan, dengan wajah yang tak asing.


“Ya ini aku, apa kau begitu terkejut sayangku.” Ucapnya.


“Jaga ucapanmu itu...” Bentakku.


“Kenapa kau marah? Bukankah seharusnya kau menanyakan kabarku Bianca... ” Serunya terus memancingku, untuk membalas ucapannya.


“Aku bahkan merasa begitu sial bertemu denganmu Aditya. Apa kau mengikutiku? Untu apa kau melakukan itu. Pergi dari sini.. ” Ucapku kemudian berlalu dari hadapannya.


“Mau kemana kau Bianca? Kau pikir aku akan melepaskan mu semudah itu.” Ucap Aditya menahanku begitu kuat dengan tangannya.


“Hentikan Aditya. Apa yang kau lakukan. Lepaskan aku. Jika tidak aku akan berteriak meminta tolong.. ” Ancamku.


“Lakukanlah, jika kau bisa melakukanya.” Bisik Aditya.



“Mmmbbbhh...”

__ADS_1


Dengan cepat Aditya membungkan mulutmu dengan bibirnya.


Apa lagi yang kau lakukan Aditya, kenapa kau melakukan ini lagi. Apa kau ingin mempermainkanku lagi. Setelah apa yang terjadi diantara kita, kau sengaja memperparah luka yang ada didiriku.


“Kau pembohong Bianca... Bahkan kau masih tidak bisa menolakku. Jelas-jelas kau masih sangat mencintaiku. Apa aku salah? Kembalilah padaku.” Ucap Aditya.


“Bermimpi Lah Aditya. Kau pikir aku adalah orang yang sama? Kau bisa mempermainkan Bianca 5 tahun yang lalu, tapi tidak untuk sekarang.” Ketus ku dengan nada tinggi. “Pergilah aku tidak ingin melihatmu lagi. Kau hanya akan membuatku semakin membencimu, dengan melakukan semua ini.” Ucapku terus memaki.


“Teruslah menghindar. Aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja dariku. Kau hanya milikku. Jika kau pikir pria itu bisa merebut mu dariku itu tidak akan terjadi Bianca. Aku tidak perduli meskipun kalian sudah memiliki putra. Tidak ada yang bisa mengambil milikku.” Bentak Aditya, dia semakin menakutkan sekarang.


“Anak kau bilang? Apa maksudmu? Kau pikir aku wanita murahan seperti Kirana dan wanita-wanitamu itu? Kau dengar ini baik-baik, dia hanya anakku. Bukan anak siapapun..Dia putraku dan tidak akan ada yang bisa merebutnya dariku..Lepaskan aku Aditya. Ayahku menungguku. Lepaskan.. ” Ucapku memberontak, seketika saja tahanan pria itu melonggar dari tubuhku. Membebaskanku untuk pergi.


Aku membencimu Aditya. Kau memang pria ********.


\=\=\=\=\=Aditya Pov\=\=\=\=


Bagaimana mungkin itu hanya anakmu Bianca? Jika bukan anakmu dengan pria itu siapa anak kecil itu. Kenapa kau berpikir akan ada yang merebutnya darimu, atau jangan-jangan? Apa mungkin?


Bukankah kau telah kehilangan bayi kita? Bagaimana mungkin itu adalah putraku? William dia adalah orang pertama yang mengetahui kejadian itu. Dan dia tidak mungkin berbohong.



📞Memanggil William.


“Ada apa kau menggangguku semalam ini.. ” Tanya William menjawab panggilan Aditya.


“Apa kau yakin, bayiku benar-benar sudah tidak ada. Kecelakaan Bianca 5 tahun lalu, benarkah itu?.” Tanya Aditya penuh kecurigaan.


“Tentu saja. Aku benar. Apa kau mencurigai ku. Malam itu aku benar-benar mendengar bahwa dokter mengatakan bahwa bayi Bianca sudah tidak dapat diselamatkan.. Tunggu dulu, apakah...?. ” Belum sempat William menyelesaikan ucapannya, Aditya kembali memotongnya.


“Ya aku sudah bertemu dengannya, namun dia datang bersama pria, dan seorang anak kecil. Kita harus menyelidiki ini. Aku benar-benar sangat penasaran sekarang. Wanita itu, sepertinya dia begitu takut seseorang merebut anak itu darinya... ” Terang Aditya.


“Tenanglah aku akan membantumu menyelidiki ini.” Jawab William.


“Segeralah...” Ucap Aditya. (Tit. Mengakhiri panggilan).


Kau sudah disini Bianca.


Tidak bisakah kau merasakan bahwa aku sangat merindukanmu...

__ADS_1


__ADS_2