IMPERFECT MARRIAGE

IMPERFECT MARRIAGE
BAB 122 - Bobby & Ayu


__ADS_3

Jakarta


Sudah satu minggu ini Valerie tidak masuk les dan Ethan merasa kesepian. Dia tidak bisa menjahili sahabatnya, yang dia tahu Vale dan keluarganya tengah berlibur.


Apa Ethan harus menunggu selama satu minggu lagi untuk melepas rindu? Kebetulan musim liburan sekolah, semula ia juga merengek ingin pergi ke Spanyol, tapi pekerjaan Dad Bobby sangat padat tidak memungkinkan untuk meninggalkan segudang target.


Ethan terpaksa menghabiskan waktunya bersama sepupu yang lain tanpa kehadiran Valerie tentunya.


“Apa dia masih lama di sana?” tanya Ethan pada batu kerikil.


“Ethan sini sayang. Mama punya es krim, mau rasa coklat atau strawberry?” suara lembut seorang wanita yang sangat Ethan sayangi, selalu sabar menghadapinya ketika malas belajar, tidak mau makan, tidak mau mandi bahkan tidur malam akibat main game.


“Cok … strawberry Mah.” Jawab Ethan, dia suka coklat tapi lebih menyukai strawberry karena Valerie menyukainya.


“Ini sayang. Ethan sudah ya simpan tab-nya.” Ayu mengambil benda itu dari pangkuan putra tunggal, ia sangat ingin Ethan seperti anak normal pada umumnya.


Tapi anak ini lebih sering di dalam rumah, hanya satu orang yang mampu membuat Ethan menikmati alam, putri dari Dariel dan Fredella bisa merubah sikap Ethan menjadi jahil.


“Mah, tidak ada kabar dari Uncle Dariel kapan pulang? Umm … aku kangen Vale.” Polos Ethan, seraya makan eskrim dan belepotan.


“Mungkin beberapa hari lagi, sebelum libur sekolah selesai. Kamu bosan ya? Mainlah dengan sepupumu yang lain sayang. Mama ke dalam ya.” Ayu mengecup puncak kepala putranya.

__ADS_1


Ayu memutuskan tinggal di rumah mertua, tidak keluar sebab menemani Mami Kezia di masa tua, wanita itu benar-benar membutuhkan seseorang. Apalagi sudah enam bulan ini Mami hanya bisa berbaring di atas ranjang atau duduk di taman dengan bantuan perawat.


Ayu sangat sabar merawat ibu mertuanya, Mami Kezia benar-benar berubah enam tahun ini. Membuktikan apa yang dikatakan, tidak lagi mengungkit masa lalu Ayu yang hanya gadis desa tak berpendidikan.


Sudah mempercayai seluruhnya pengelolaan butik pada Ayu dan memberikannya untuk menantu pertama. Sebagai salah satu tanda maaf dan menyesali semua perbuatan, hadiah kepemilikan butik dialihkan atas nama Ayu.


“Ayu di mana Ethan?” tanya Mami Kezia, membawa sesuatu untuk cucu pertamanya.


“Di teras belakang Mih. Ayu antar Mami ya.” Ayu Jelita membantu mendorong kursi roda ibu mertuanya begitu hati-hati.


“Kapan anak itu mau masuk ke dalam, seharian ini dia di luar.” Mami Kezia menggelengkan kepala, tidak bisa membujuk Ethan Armend, terlalu keras kepala sama seperti Bobby.


“Ethan, masuk. Oma punya sesuatu. Sini Ethan.” Mami Kezia memberikan buku cerita anak-anak untuk Ethan.


“Tidak ada, kamu ini masih kecil main game. Belajar yang benar.” Mami Kezia mencubit kedua pipi Ethan. Tapi anak kecil itu langsung melepaskan diri dan berlari menjauh, duduk di teras belakang, mengusir rasa bosan dengan menunggu telepon dari Valerie.


Tapi sayang sampai sore menjelang malam tidak ada kabar apapun dari Valerie. Dan ya Ethan sedih, dia juga bingung padahal rumah sepupunya berdekatan, tapi hanya bersama Valeri Bradley bisa membuatnya senang dan ingin menunjukkan keahlian baru.


Bahkan Bobby yang baru pulang dari kantor tetap melihat Ethan di teras belakang, lengkap dengan peralatan game, buku serta alat tulis.


“Jagoan, kenapa kamu di sana? Ayo masuk sebentar lagi kita makan malam.” Panggil Bobby, kasihan sekaligus menahan tawa sebab Ethan sekecil ini merasa ketertarikan pada putri sahabatnya.

__ADS_1


“Daddy janji setelah kamu mandi, kita telepon Uncle Dariel.” Bujuk Bobby, dan berhasil. Secepat kilat Ethan berlari ke lantai dua, ia benar-benar ingin melihat apa yang Valerie lakukan .


“Daddy memang yang terbaik.” Teriak Ethan sambil berlari.


Tidak sampai lima belas menit Ethan telah bersih, rapi dan harum. Rambutnya yang basah di sisir ke belakang, ciri khas anak kecil.


Ethan begitu antusias menelepon Uncle Dariel. Apalagi telepon langsung tersambung, betapa bahagianya hati Ethan.


Suara halus mengayun dari balik layar, sudah pasti Fredella yang menerimanya dan ya pemandangan pertama yang Ethan lihat adalah suasana kota dan tentu saja Theodore, karena Fredella berpikir bahwa Ethan ingin bertukar kabar dengan Theodore.


Pandangan mata Ethan tertuju pada Valerie yang tidur dalam pelukan Dariel, sayang wajahnya tidak terlihat.


Ethan hanya basa basi dengan Theo kemudian mengakhiri telepon.


“Kamu lihat kan anak itu baby? Apa aku minta Dariel jodohkan saja anak kita.”


Sontak Ayu melebarkan kedua mata, suaminya benar-benar gila, mereka saja masih kecil.


"Aku tidak setuju." Ucap Ayu, tidak ingin kehilangan kasih sayang Ethan.


TBC

__ADS_1


 


__ADS_2